Kajian Amdal GBU Berdasarkan Pesanan – Ambon Ekspres
Amboina

Kajian Amdal GBU Berdasarkan Pesanan

AMBON,AE––Masyarakat pulau Romang, Maluku Barat Daya dibingungkan dengan dua hasil kajian Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dari pihak Unpatti maupun dari pihak advokad Masyarakat Romang. Hasil kajian itu, dirasa perlu untuk dipresentasi bersama guna mencari jalan keluar terkait masa depan pulau Romang kedepan.

Anderson Parinusa, Sekretaris KNPI Maluku mengatakan, terkait dua hasil kajian Amdal yang berbeda itu, dipertanyakan oleh masyarakat. Ada yang pro masyarakat, dan ada yang pro perusahaan.

“Ada dua pendapat dari tim Amdal yang berbeda. Katakanlah satu mengiyakan kepentingan perusahan, dan satunya membela kepentingan masyarakat. Ini yang membuat masyarakat bingung, “jelasnya.
Menurut dia, transparansi perlu untuk melihat hasil kajiannya. Dengan demikian harus ada perdebatan secara ilmiah sehingga dapat diketahui apa yang sebenarnya terjadi.

Forum yang memediasi bahwa apa yang sebenarnya terjadi di Romang, perlu dibentuk. Karena selama ini, orang-orang melakukan demo berbicara tentang save Romang. Mungkin ada hak-hak masyarakat yang tidak pernah dipedulikan.

BACA JUGA:  Trigana Hentikan Penerbangan

“Atau hak-hak atas atas tanah ulayat yang tidak pernah dipedulikan. Atau ada dampak lingkungan yang tidak dipedulikan. Jangan sampai ini hanya sekadar mengejar target proyek daripada GBU, “tegasnya.

Terkait dua hasil kajian berbeda dari pusat kajian lingkungan dari Unpatti dan pihak Advokad masyarakat Romang, Akademisi Unpatti Ambon, Doktor Sherlock Lekipiouw mengungkapkan, mestinya Pemerintah Maluku dan DPRD memfasilitasi agar ada presentasi secara bersama terkait hasil kajian amdal.

Ini demi kepentingan bersama terutama bagi aspek sosial masyarakat Romang. Dalam hal ini, aspek penguasaan dan perlindungan atas hak-hak adat petuanan masyarakat Romang.

Yang membingungkan, kenapa sampai hasil kajian dari dua pihak berbeda. Padahal kedua pihak dalam hal ini pusat kajian lingkungan dari Unpatti dan advokad Romang, menggunakan metode yang sama, tetapi mengeluarkan hasil yang berbeda.

“Metodologinya sama tetapi hasilnya berbeda. Itu kan tidak bisa diterima secara akademik. Karena jika kedua belah pihak menggunakan metedeologi yang sama untuk melakukan kajian amdal, masa hasilnya berbeda?, “ujarnya

BACA JUGA:  Kasus Dana Atlet di SP3?

Sekedar tahu, sesuai hasil penelitian dan kajian yang dilakukan oleh tim independen sejak tahun 2012 yang dimulai dengan sosialisasi, 2013 penelitian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan tahun 2014-2016 melakukan pemantauan lingkungan, tidak ditemukan kerusakan lingkungan.

Namun, secara spesifik hasil lebih mendetail itu tidak dipaparkan oleh tim. Bahkan, terkait permasalahan ini, Koalisi Save Romang juga telah melaporkan pihak-pihak tertentu ke KPK terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh PT.GBU. (AFI)

Most Popular

To Top