PDIP-Golkar Saling Lirik – Ambon Ekspres
Politik

PDIP-Golkar Saling Lirik

AMBON,AE.—PDI Perjuangan dan Partai Golkar terus bergerak merebut dan mempertahankan basis guna memenangkan pasangan calon Walikota dan wakil Walikota Ambon yang diusung. Pengamat menilai, PDIP kuat pada struktural dan jaringan, sementara Golkar diuntungkan dengan figuritas.

K etua Badan Pemena- ngan Pemilu (Bapilu) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan kota Ambon, Janes Riruma mengatakan, PDIP memiliki infrastruktur partai yang lengkap. Mulai dari DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC), Ranting dan Anak Ranting dengan total kader dan pengurus sekitar 2.000 orang.

Dalam konteks Pilwakot, kata dia, seluruh elemen partai telah bergerak. Baik infrastruktur maupun suprastruktrur serta jaringan partai untuk memenangkan pasangan Paulus Kastanya-Muhammad Armyn Syarif Latuconsina (PANTAS). “Termasuk anggota legislatif, telah bergerak untuk memenangkan pasangan PANTAS,” papar Janes saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Minggu (13/11).

Konsolidasi PDIP, lanjut Janes juga sudah dilakukan di semua tingkatan. Mulai dari kecamatan, desa hingga dusun untuk mempertahankan basis. Janes menyebutkan, berdasarkan hasil pemilihan legislatif 2014, basis kuat PDIP di kecamatan Nusaniwe, Baguala dan Leitimur Selatan. Sedangkan di kecamatan Sirimau dan Teluk Dalam, tidak signfikan.

“Tapi kita lebih dominannya di Nusaniwe dan Baguala. Di Nusaniwe, karena ketua DPRD dan Gerald Mailoa dan beberapa elit lainnya. Selain itu, pemilih di Nusaniwe, adalah pemilih yang betul-betul memiliki ikatan emosional dengan PDI Perjuangan,” kata dia.

Dia menambahkan, basis PDIP sulit diganggu, termasuk dengan politik uang sekalipun. Terutama pemilih tradisional dari partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu.

“Kami sangat yakin, basis PDIP tetap terjaga sampai pada hari pelaksanaan pencoblosan dan memenangkan pasangan calon yang diusung. Basis PDIP sulit diganggu, walaupun dengan politik uang. Terutama pemilih tradisional PDI Perjuangan, itu agak susah,”pungkasnya.

Sementara itu, ketua harian DPD Partai Golkar kota Ambon, Marcus Pattiapon menyatakan, Golkar memiliki basis yang merata di lima kecamatan. Ini berdasarkan hasil Pileg 2014, dimana empat anggota DPRD asal Golkar terpilih dari semua daerah pemilihan. “Basis kami (Golkar) merata di semua kecamatan,”kata Pattiapon.

Pattiapon mengaku, untuk menjaga basis, Golkar Kota Ambon telah melakukan beberapa langkah strategis. Secara internal, Golkar sudah membentuk kepengurusan di 110 Desa/Kelurahan di Kota Ambon.

Selain itu, partai dengan lambang pohon beringin itu juga memiliki Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) yang tersebar di seluruh desa/kelurahan. Jika jumlah pengurus desa/kelurahan (Ranting), AMPG dan KPPDG dikalikan 110 desa, maka jumlah kader (pengurus) Golkar yang tersebar sebanyak 5.500 orang. Ditambah lagi pengurus pada tingkat kecamatan dan kota (DPD).

Selain itu, Golkar akan menyebarkan 10 kader potensi di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggarap suara sebanyak mungkin di TPS tersebut. Golkar juga akan membentuk kelompok kader (Pokar) di 7000 tingkat TPS (Tempat pemungutan Suara).

Dengan kesiapan tersebut, lanjut dia, Golkar tetap akan mempertahankan basisnya untuk memenangkan pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler dengan akronim PAPARISSA BARU.”Olehnya itu, kami sangat optimis basis Golkar tetap terjaga dan dimaksimalkan untuk kemenangan PAPARISSA BARU,”tandas Pattiapon.

Pengamat politik Universitas Pattimura, Johan Tehuayo mengatakan, jika merujuk pada hasil Pileg 2014, tentu PDIP diunggulkan. Baik dari sisi suara maupun perolehan jumlah kursi di DPRD kota Ambon, dimana PDIP 5 kursi dan Golkar 4 kursi.

“Kalau terkait dengan Pilkada kota Ambon, PDIP memiliki kekuatan politik dalam konteks membangun infrastruktur di kalangan partai politik. Sehingga dapat dikatakan, sangat berpengaruh terhadap basis politik di kota Ambon,”kata Johan.

Sedangkan partai Golkar, lanjut Johan, selain memiliki infrastruktur yang memadai, juga diuntungkan dengan figuritas elit mereka. Para elit partai seperti ketua DPD Golkar Maluku, Said Assagaff, Richard Rahakbauw serta Richard Louhenapessy sendiri, memiliki pengaruh signifikan dalam menjaga basis Golkar untuk memenangkan pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler.

“Jadi, secara struktural, PDIP memiliki kekuatan yang dominan. Sedangkan Golkar memiliki pengaruh dalam konteks figuritas, karena meskipun tidak didukung oleh partai lainnya, namun perilaku politik Richard dalam mempengaruhi sikap politik sangat efektif, ”jelasnya.

Pengaruh Richard, kata dia, tidak terlepas dari pengalaman dia selama menjadi anggota DPRD dan Walikota Ambon selama satu periode. Kemudian, berbagai kebijakan yang dibuat serta jaringan individual dia dengan stakeholder (pemangku kepentingan) di masyarakat, sehingga masyarakat akan memberikan dukungan kepada dia karena keberhasilan pembangunan kota Ambon yang dicapai selama periode lalu.

Karena itu, Johan berkesimpulan, PDIP dan Golkar sama-sama memiliki kelemahan dan keunggulan dalam menjaga basis guna memenangkan pasangan calon yang diusung.”Diantara Golkar dan PDIP, masing-masing memiliki keunggulan dan dapat diasumsikan kekuatan dan peluang yang sama untuk menjadi Walikota dan wakil walikota Ambon,”pungkasnya.(TAB)

Most Popular

To Top