Polisi Kejar Pemilik Cinnabar – Ambon Ekspres
Amboina

Polisi Kejar Pemilik Cinnabar

AMBON,AE.–– Polisi hingga kini masih terus berupaya untuk mengungkap pemilik cinnabar atau Mercury Sulfide sebanyak 324 kilo yang diangkut dari kawasan Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Polisi sendiri diduga telah mengetahui pemilik dari ratusan kilo batu cinnabar itu.

Informasi yang diperoleh koran ini menyebutkan, aksi penyelundupan cinnabar bukanlah pertama kali, sudah terjadi beberapa kali dan sering lolos dari mata aparat keamanan. Ratusan kilo cinnabar itu diduga berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat.

Disana jual beli batu cinnabar itu bebas terjadi. Aksi penyelundupan dari Seram Bagian Barat, menuju pulau Ambon, sering dilakukan dengan menggunakan sarana transportasi tradisional milik masyarakat setempat.

Untuk masuk ke pulau Ambon, biasanya aksi bongkar muat batu cinnabar itu dilakukan disejumlah lokasi. Sebut saja kawasan Desa Liang, Morella, Negeri Lima, Assilulu, hingga sejumlah desa di kawasan kecamatan tersebut. Hal itu tidak lain, guna menghindari aparat keamanan.

“Biasanya itu diangkut dengan menggunakan ketinting atau perahu nelayan. Kawasan-kawasan itu. Jamnya tidak menentu, kapan mereka bongkar muat. Kan sebelumnya pernah tertangkap aparat,”terang sumber.

BACA JUGA:  Ratusan Pelajar Sambangi KRI Banda Aceh

Setelah terbongkarnya aksi penyelundupan ratusan batu cinnabar itu, pihak Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Soedarso (KPYS) Ambon, kini menyerahkan kasus tersebut ke pihak Direktorat Reskrimsus Polda Maluku. Tidak saja diserahkan, Polsek KPYS juga akan membantu, Direktorat Reskrimsus untuk mengungkap pemilik dari ratusan kilo cinnabar itu.

Direktur Reskrimsus Polda Maluku, Kombes Polisi Budi Wibowo menjelaskan, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pemilik ratusan cinnabar itu.

“Masih melakukan penyelidikan. Sampel akan di kirim untuk diperiksa di leb (laboraturium red). Kita akan usut tuntas kasus ini, ” kata dia,kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Menurutnya, pemilik batu cinnabar itu akan terungkap setelah pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang ada. “Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap ketiga sopir truk yang mengangkut barang itu (cinnabar red). Kita periksa terkait barang yang mereka angkut. Dari situ akan kita dalami terus,”jelasnya.

Alumni AKPOl 1991 ini, mengaku jika saat ini memang belum dipastikan siapa pemilik dari benda itu. Namun yang pasti pemiliknya akan segara terungkap. “Pasti pemiliknya akan terungkap. Kan saat ini baru ada dua atau empat saksi yang kita periksa. Saksi yang lain belum. Nanti dari saksi-saksi yang akan diperiksa bisa, dan ada yang bertanggungjawab,” timpalnya.

BACA JUGA:  Pengganti Abua Belum Ditetapkan

Setelah pemeriksaan saksi, dan bila sudah ada indikasi siapa penanggungjawab dari ratusan kilo cinnabar itu, kata Wibowo, pihaknya melakukan gelar perkara atas kasus tersebut.

“Kalau memang sudah ada indikasi, siapa pemiliknya maka kita gelar lagi. Dan hasil pemeriksaan saksi-saksi nanti juga, kita gelar. Kita akan usut tuntas kasus cinnabar ini,”terangnya.

Disinggung soal salah satu pengusaha luar daerah, Khairun Nasution, sebagai pemilik dari cinnabar itu, mantan kasubdit Money Loundring Bareskrim Polri itu belum bersedia mengomentarinya lebih. Dia hanya memastikan, bila masih dalam penyelidikan dan perlu pembuktian lebih jauh lagi.

“Kita masih dalami dan belum bisa kita pastikan. Prinsipnya kasus ini akan kita usut hingga tuntas. Pemiliknya juga pasti terungkap, ”tegasnya.
Indikasi lain, sering lolosnya cinnabar itu, dari Maluku, karena ada kerjasama antara pemiliknya, dengan pihak Tanto. (AHA)

Most Popular

To Top