TULUS Tuntaskan Leihitu-Salahutu – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

TULUS Tuntaskan Leihitu-Salahutu

Ambon, AE.––Tuasikal Abua bersama timnya selama 1 minggu bergerliya di Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, untuk memastikan kemenangannya melawan kotak kosong pada 15 Februari 2017 mendatang. Sosialisasi dilakukan dengan tatap muka bersama warga. Abua yakin, akan tuntaskan kemenangannya disana.

Apa yang menjadi materi sosialisasinya, Abua lebih menekankan pada keberhasilannya dalam pembangunan melalui program tabaos. Bersama Marlatu Leleury, dia klaim bisa menjalankan program nasional maupun lokal, dengan menjadikan kesejahteraan sebagai indikator utamanya.

“Banyak hal sudah kita lakukan. Dan mendapat apresiasi pemerintah pusat. Ini ditandai dengan banyaknya penghargaan yang diraih selama saya menjadi bupati. Banyak hal memang yang belum dilakukan, karena itu di lima tahun tersisa, dia berjanji menuntaskannya,” kata Abua.

Dalam tatap muka dengan masyarakat Leihitu di 10 desa, Abua menyinggung soal Alokasi Dana Desa yang saban tahun terus mengalami peningkatan. Dia mencontohkan untuk tahun 2016 ADD meningkat menjadi Rp100 miliar. Ini meningkat lebih dari 80 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp20 miliar.

Keberhasilan dalam pembangunan juga dibeberkan Abua, seperti menyediakan pusat kesehatan masyarakat rawat inap, sampai pada upaya mendorong Daerah Otonomi Baru. “Upaya pemekaran DOB sudah dilaksanakan. Setelah terpilih lagi nantinya, usaha untuk merealisasi keinginan besar masyarakat ini akan dilaksanakan,” tandas Abua.

Sementara tokoh pemuda Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Abdurahman Lating memberikan apresiasi positif kepada Abua yang terus mendorong realisasi pemekaran Kecamatan Leihitu. Kata dia, ini langka maju, dan menjadi awal baru bagi Leihitu terus maju. “Pemerintahan sekarang sudah baik,” kata dia.

Menyinggung soal adanya isu pengusiran warga Hila terhadap Abua, ditampik Lating, hanya saja dia membenarkan adanya sedikit kesalahpahaman. “Itu biasa. Tidak ada perngusiran. Ada orang yang bertanya, tapi sebelum ajukan pertanyan emosinya sudah tinggi,” kata Lating.

Sementara itu, koordinator pemenangan TULUS di Kecamatan Leihitu, Salahutu, dan Leihitu Barat,Karwan Saulatu, mengatakan untuk sosialisasi sudah selesai di Leihitu, hasilnya diyakini akan maksimal. “Semuanya berjalan baik. Masyarakat menerima Tuasikal Abua. Tidak ada penolakan. Itu ulah salah satu warga saja,” kata Karwan.

Menyinggung peluang di tiga kecamatan, Karwan optimis, TULUS akan menang. Ini ditandai dengan antusiasnya masyarakat mengikuti sosialisasi, termasuk memberikan apresiasi terhadap upaya Abua untuk mendorong terus DOB Leihitu. “Apa yang menjadi program kita, itulah yang dibutuhkan masyarakat,” pungkas Karwan.

Sementara itu petahana TULUS juga menyatakan, akan unggul dalam pilkada serentak Kabupaten Maluku Tengah, 15 Februari tahun depan dihadapan warga di Kecamatan Salahutu, Sabtu,(12/11). Sebagai calon tunggal, TULUS menyadari terdapat kecenderungan sebagian warga memilih tidak setuju. “Tapi kami optimis lebih banyak yang akan memilih Setuju, mencapai 90 persen,” kata Tuasikal saat tatap muka dengan warga negeri Tulehu di gedung Baeleo Azhari.

Di negeri Tulehu, pasangan itu blusukan menyapa masyarakat di sejumlah sentral perekonomian, diantaranya pasar dan minimarket. Ini dilakukan guna mendengar dan menyerap sendiri aspirasi masyatakat untuk kepemimpinan lima tahun mendatang.

Setelah itu, Tulus melakukan dialog terbuka dengan ratusan warga di gedung Azhari. Warga dalam kesempatan itu menyatakan, masih menginginkan TULUS melanjutkan pembangunan lima tahun kedepan. “Kami masih berharap TULUS melanjutkan pembangunan lima tahun kedepan,” sebut salah satu warga.

Meski umumnya, warga berharap terus melakukan perubahan dalam berbagai aspek, terutama di insfrastuktur di negeri Tulehu. “Itu yang kami harapankan,” usul salah satu saniri negeri Tulehu. Tuasikal menyatakan, aspirasi masyarakat menjadi prioritas. Dan kerena itu, dia berharap warga senantiasa memilih Setuju. “Mengajak masyatakat memilih Setuju,” ajaknya.

Tuasikal mengakui, bila ada sebagian warga di Maluku Tengah yang menghendaki Tidak Setuju. “Tetapi itu hanya segelintir orang,” tutupnya didampingi calon wakil bupati Marlatu Leleury. Hal senada juga disampaikan bupati di negeri lain, yakni Negeri Wai dan Suli. (MYX/ANC)

Most Popular

To Top