DPRD Ngotot Otak Korupsi BM Diungkap – Ambon Ekspres
Amboina

DPRD Ngotot Otak Korupsi BM Diungkap

AMBON, AE.–– Delapan fraksi partai politik di DPRD Maluku, PDIP, Golkar, PKS, Hanura, NasDem, Gerindra, Demokrat dan fraksi Pembangunan Bangsa meminta pansus Bank Maluku dan Maluku Utara segera mengungkapkan siapa aktor dibalik kasus itu. Desakan ini direspon dingin Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae.

Edwin yang juga Ketua Pansus mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan internal dengan delapan fraksi, ada beberapa pokok pikiran terutama soal pengungkapan aktor dibalik kasus Repo Saham dan pembelian kantor Cabang Bank Maluku di Surabaya.

‘’Pada saat pertemuan selasa lalu di ruang rapat ketua dengan delapan fraksi, semuanya mengemukakan pendapatnya yang sama. Bahwa pansus harus bisa mengungkapkan aktor dibalik persoalan hukum terkait dengan kasus repo saham maupun pengadaan kantor Cabang Bank Maluku di Surabaya,” kata Huwae.

Menurutnya, selain permintaan aktor, fraksi juga menyampaikan beberapa hal yang merujuk pada persoalan hukum dan juga dimintakan untuk PT Bank Maluku dan Maluku Utara harus memperbaiki kinerjanya. Tidak hanya itu, fraksi juga menginginkan agar Direksi Bank Maluku memperjuangkan kembali seluruh kerugian yang terhitung untuk kasus Repo Saham sebesar Rp 238 miliar maupun pembelian kantor cabang di Surabaya dengan jumlah kurang lebih Rp 54 miliar.

“Jadi pada saat pertemuan itu banyak masukan yang disampaikan setiap fraksi, terkait kasus Bank Maluku. Sehingga kami menganggap masukan yang disampaikan itu akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan nanti pada saat paripurna,” jelas Huwae.

Selain fraksi, pansus juga berpendapat perekrutmen direksi dan komisaris pada PT Bank Maluku dan Maluku Utara sebaiknya diambil orang-orang yang mempunyai latar belakang yang profesional dibidang perbankan. Ini dilakukan dengan tujuan agar lebih memajukan manajemen bank itu lebih baik.

“Saya kira penilain pansus dan juga OJK itu sangat benar ketika perekrtutan itu hanya dilihat berdasarkan latar belakang seseorang yang menjadi tolak ukur, tentu bank ini tidak akan berkembang seperti yang diharapkan. Olehnya itu meski terdapat masalah tetapi penataan manajemen bank harus orang profesional,” ungkapnya.

Dikatakan pengambilan rekomendasi pansus Bank Maluku direncanakan pekan ini. Pihaknya akan melakukan rapat khusus untuk membicarakan finalisasi rekomendasi. Dan diusahakan dalam bulan ini rekomendasi sudah diparipurnakan yang nantinya akan disampaikan kepada penegak hukum, OJK, Bank Maluku termasuk Gubernur Maluku selaku pemegang saham.

“Jadi rencananya seperti itu. Setelah rekomandasi sudah difinalkan melalui paripurna DPRD, maka pansus akan menyampaikan rekomendasi tersebut kepada pihak-pihak yang berwenang dalam persoalan Bank Maluku ini,” pungkasnya.(MG2)

Most Popular

To Top