Jaksa Perkuat Bukti Korupsi Arara – Ambon Ekspres
Amboina

Jaksa Perkuat Bukti Korupsi Arara

AMBON,AE.–– Sampai kemarin, jaksa belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran survey study kelayakan pembangunan Bandara Arara. Penyidik pada Cabang Kejari Maluku Tengah di Wahai, masih mengumpulkan bukti-bukti untuk menjerat orang yang paling bertanggungjawab dalam kasus itu.

Kepala Cabang Kejari Malteng di Wahai, Ajit Latuconsina mengatakan, bukti-bukti untuk menjerat pelaku dalam kasus yang diduga merugikan negara ratusan juta rupiah itu masih dilakukan. Pemeriksaan saksi-saksi ditahap penyidikan juga masih terus dilakukan.

“Prosesnya tidak segampang yang dulu. Penyidikan langsung sudah penetapan tersangka. Sekarang beda lagi, penyidikan, kita periksa saksi-saksi untuk kumpulkan bukti, jika sudah kuat, baru kita tetapkan tersangka, “jelasnya.

Menurut Ajit, pihaknya tetap bekerja profesional dalam mengusut kasus itu. Namun disamping itu, penyidik juga berupaya menghindari peluang adanya kesalahan yang pada akhirnya berujung pada upaya praperadilan.
Pemeriksaan terhadap beberapa saksi juga masih dibutuhkan jaksa, agar para pelaku dibalik kasus ini tidak lepas. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Benny Gazpers telah diperiksa, demikian juga dengan mantan Gubernur dua periode Karel Albert Ralahalu.

“Hari selasa itu kita sudah periksa Kadis. Nanti kita evaluasi dulu, apakah yang bersangkutan akan dipanggil lagi atau tidak, “ujarnya. Menyoal terkait dugaan keterlibatan kadis dalam kasus itu, Ajit enggan berkomentar. Yang pasti, pihaknya tidak tebang pilih dalam mengusut kasus Arara.

Pengamat hukum Universitas Pattimura, Jhon Pasalbessy mengatakan, penanganan Tindak Pidana korupsi mengacu pada UU nomor 31 tahun 1999, juncto UU Nomor 21 tahun 2001. Ada beberapa ketentuan dalam hukum acara itu yang masih digunakan standar dalam tindak pidana korupsi.

Jika dimulai dari proses penyelidikan, Yang mana proses adalah upaya aparat penegak hukum untuk mencari dan menemukan adanya perbuatan tindak pidana. “Upaya untuk menemukan indikasi apakah ada bukti awal adanya tindak pidana ataukah tidak, “jelasnya.

Kalau ternyata dalam proses penyelidikan itu ditemukan adanya perbuatan tindak pidana, sudah pasti ditingkatkan atau dilanjutkan ke tahap penyidikan. “Dalam proses ini, kejaksaan perlu mencari dan menemukan minimal dua alat bukti untuk menetapkan tersangka, “ujarnya.

Alat bukti itu, kata Pasalbessy, dapat diperoleh melalui keterangan saksi, keterangan ahli, bukti surat atau dokumen serta alat bukti lainnya. Biasanya, dalam tindak pidana korupsi, yang biasanya dilakukan ialah pemeriksaan terhadap saksi barulah pemeriksaan terhadap ahli.

“Jika dalam kasus Arara ini jaksa masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, maka bisa saja jaksa masih berupaya menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka, “terangnya.

Prinsipnya, kata dia, proses penegakan hukum dalam suatu kasus itu harus berdasarkan asas legalitas. Yang mana, setiap upaya proses penegakan hukum yang dilakukan baik oleh kepolisian maupun kejaksaan, harus sesuai dengan Standar Operasional Penyidikan (SOP).

“Pada prinsipnya, jika kasus yang ditingkatkan ke tahap penyidikan, pada akhirnya ada tersangka yang dijerat, “pungkasnya.
Sekadar tahu, dalam kasus dugaan korupsi anggaran studi kelayakan pembangunan Bandara Arara ini, diduga dari proses awal pelelangan sudah disetting. Siapa yang mengaturnya? Masih didalami oleh tim penyidik.

Settingan dimaksud, yakni agar proyek dikerjakan oleh perusahaan tertentu, karena dilihat dari hasil akhir proyek diduga fiktif. Apalagi, dari total anggaran Rp.800 juta yang dipotong pajak itu, hanya sebagian kecil diberikan kepada Pelaksana proyek, yakni BS. Sehingga sisa uang proyek ratusan juta juga masih dikejar.

“Sejauh ini belum terungkap siapa yang menikmati uang ratusan juta itu. Lagipula penyidikan baru dimulai, namun pastinya seiring berjalannya proses penyidikan tetap akan terungkap kemana uang ratusan juta itu, “pungkas sumber. (AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!