Peluang PANTAS Menggerus PAPARISSA – Ambon Ekspres
Politik

Peluang PANTAS Menggerus PAPARISSA

AMBON,AE.—Peluang pasangan calon Walikota dan wakil Walikota Ambon, Paulus Kastanya-Muhammad Armyn Syarif Latuconsina menggerus suara di basis pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler cukup terbuka. Namun, sangat tergantung dari isu yang dibuang ke publik dan kerja tim.

Pengamat politik Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Josephus Noya menilai, Richard Louhenapessy dan Syarif tentu memiliki massa pemilih di kota Ambon. Sebab, keduanya merupakan figur yang memiliki investasi politik di masyarakat.

Richard Louhenapessy merupakan mantan ketua DPRD Provinsi Maluku yang terpilih dari kota Ambon dan mantan Walikota Ambon periode 2011-2016. Begitu juga Syarif, yang sudah menjadi anggota DPRRD Maluku dua periode dan mantan wakil Walikota Ambon.

Investasi politik yang ditanamkan, lanjut Noya, sulit ditinggalkan oleh pemilih mereka. Apalagi, selama menjabat, keduanya berkontribusi untuk pemilih di wilayah yang merupakan basis.

“Dan ketika ikatan itu sudah berjalan sejak lama dan sampai hari ini dan dipelihara scara baik oleh figur terhadap masyarakat pemilihnya yang dikatakan basis, saya kira sulit untuk mau mengambil daripada orang lain. Sebab, dia sudah menanamkan investasi politik dan kepercayaannya kepada masyarakat,” kata dia kepada Ambon Ekspres, Rabu (16/11).

Penggeseran pemilih dari pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler dengan akronim PAPARISSA BARU itu ke pasangan Paulus Kastanya-Muhammad Armyn Syarif Latuconsina atau PANTAS, dapat terjadi selama perjalanan politik dan pemerintahan, terjadi konflik antara mereka dengan pemilih.

Itu pun hanya rentan pada pemilih yang pragmatis. Sedangkan pemilih militant dan fanatik, sulit bergeser. “Kecuali antara perjalanan dari dulu sampai sekarang, ada terjadi konflik antara pemilih dengan figur tersebut, maka kemungkinan pemilih akan memilih yang figur pasangan calon lain,”jelasnya.

Untuk menembus basis pasangan PAPARISSA BARU, menurut dia, PANTAS harus bisa meyakinkan pemilih di wilayah tersebut dengan visi, misi dan program kerja. Selain itu, mengembang isu yang dapat diterima secara rasional. “Basis itu bisa ditembus dengan strategi ampuh. Tetapi itu tergantung strategi dari tim suksesnya (PANTAS),”paparnya.

Sebab, di sisi lain kata dia, pemilihan Walikota dan wakil Walikota Ambon 2017 merupakan pertarungan terbuka oleh hanya dua pasangan calon. Karena itu, pasangan calon tidak bisa mengklaim memiliki basis di masing-masing wilayah.

“Karena ini keduanya sama-sama saling merebut dengan menyampaikan visi misi, dan program mereka kepada masyarakat. Dan masyarakat tinggal menilai. Sehingga dari kubu A dan kubu B mengklaim itu basisnya, belum tentu,”ungkapnya.

Direktur Resco, Muhammad Jais Patty menilai PANTAS sulit mendapatkan suara signifikan di basis PAPARISSSA. Alasannya, pertama waktu menuju pemilihan sudah dekat dan sebagian besar pemilih sudah menentukan pilihan.
“Kalau untuk membongkar dan meraup suara yang banyak, agak sulit. Kalau sedikit, mungkin saja. Apalagi ini sudah masuk musim kampanye. Sebagian besar warga sudah memiliki pilihan,”kata Jais.

Yang masih menjadi harapan PANTAS, adalah swing voters (pemilih mengambang) meskipun jumlahnya sudah sedikit. Dengan cara sosialisasi dan kampanye yang maksimal.

“Itu bisa saja dilakukan PANTAS. Terutama mengejar swing voters yang masih ada walaupun sedikit. Menurut saya, sosialisasi harus ditingkatkan di daerah, kalau merasa kurang bagus, ”paparnya.

Seperti diberitakan Ambon Ekspres, Rabu (16/11) Sekretaris Tim Pemenangan PANTAS, Phill Latumaerissa mengatakan, PANTAS telah masuk di beberapa basis yang diklaim milik PAPARISSA BARU selama berjalannya masa kampanye. Antara lain, Kampung Karanjang dan Taenu kecamatan Teluk Ambon, Waiheru kecamatan Baguala dan Batu Merah kecamatan Sirimau. Antusiasme masyarakat cukup siginfikan.

Sebelum memasuki tahapan kampanye, PANTAS juga sudah bertemu dengan warga di samping kediaman Richard Louhenapessy di Kayu Putih, kecamatan Nusaniwe. Mereka disambut ratusan warga.
Kemudian Kudamati, Benteng dan Batu Gajah. Memasuki tahapan kampanye, PANTAS gencar melakukan pertemuan terbatas (kampanye dialogis) dengan warga di wilayah lainnya yang diklaim sebagai basis PAPARISSA BARU. (TAB)

Most Popular

To Top