Dibawah Ancaman, ABG Diperkosa – Ambon Ekspres
Amboina

Dibawah Ancaman, ABG Diperkosa

AMBON, AE.— Kejahatan asusila kembali terjadi. Seorang anak baru gede (ABG) di Kecamatan Teluk Ambon, menjadi korban pemerkosaan. Pelaku diduga bernama Risa Siompo alias Risan. Pemuda bejat ini berdomisili di Dusun Talaga Pange, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon.

Aksi pemerkosaan yang lakoni Risan terhadap korban terjadi pada 15 Oktober 2016 lalu di rumah korban. Ironisnya lagi, pelaku merupakan keluarga dekat korban. Pasca kejadiaan, korban tidak berani membeberkan kepada siapapun. Pasalnya, dia diancam akan dibunuh oleh pelaku apabila memberitahukan kepada orang lain.

Korban syok dengan peristiwa memilukan yang menimpah dirinya itu. ABG berusia 17 tahun ini baru berani membeberkan perbuatan pelaku tersebut kepada pihak keluarganya, kemarin. Mendengar penuturan korban, keluarga korban naik pitam. Mereka akhirnya melaporkan pelaku ke polisi. Kasus ini dilaporkan, Rabu (16/11).

Sayangnya, pelaku mengetahui kalau dirinya dilapor ke polisi. Dia langsung melarikan diri. Kini kasus tersebut sudah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ambon. Pelaku dalam pengejaran polisi.
Paur Subbag Humas Iptu Nikolas Anakotta menjelaskan, pelaku yang masih keluarga dengan korban pada Oktober lalu datang dan tinggal di rumah kakak korban. Setelah beberapa hari menginap, entah apa yang dipikirkan pelaku, pada Sabtu (15/10) sekira pukul 01.00 WIT dia melancarkan aksinya itu.

BACA JUGA:  Direskrimsus Banyak Janji

Beradasarkan laporan, sebelum memperkosa korban, Risan terlebih dahulu mengancam akan membunuh korban jika berteriak meminta tolong. Karena takut dibunuh, gadis inipun pasrah dan dijadikan sasaran pelampiasan nafsu birahi pelaku. “Pelaku melucuti pakaian korban dan korban sempat terkejut, tapi pelaku mengancam akan membununya bila korban berteriak. Dengan ancaman itulah, pelaku leluasa melakukan perbuatanya terhadap korban,” jelasnya.

Ditambahkan, kasus ini terungkap ketika kakak korban melihat perubahan pada sikap korban. Korban yang dulu ceria, tampak murung. Melihat adiknya murung, dia kemudian menanyakan kondisi yang dialami korban. Korban akhirnya mengungkapkan apa yang telah dialaminya. “Usai dengan penuturan korban, keluarga akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi,’’ terangnya.

Setelah menerima laporan korban, lanjut Anakotta, polisi merespons dengan mencoba menangkap pelaku. Namun, diduga pelaku telah kabur. “Pelaku kabur. Mungkin dia mendengar kasusnya dilaporkan sehingga sebelum polisi menangkapnya, pelaku sudah duluaan kabur. Pelaku dalam pengejaran,” tutupnya.(ERM)

Most Popular

To Top