Nenek Nyaris Tewas Ditangan Oknum Anggota TNI – Ambon Ekspres
Amboina

Nenek Nyaris Tewas Ditangan Oknum Anggota TNI

AMBON,AE.—Serda Adi Arfin Jainudin, masuk penginapan dengan pisau di tangan kanan, botol di tangan kirinya. Dia  menyerang seorang nenek usia 64 tahun secara membabi buta. Nenek itu nyaris tewas. Adi pun nyaris tewas dihakimi massa. Adi oknum anggota Denkav V Kodam XVI/ Pattimura. Pria muda ini menganiaya nenek Suniati, warga Jalan Yos Soedarso.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka robek di bagian kepala, robek di wajah samping kiri serta robek di bagian tangan kiri. Pelaku melukai korban dengan pisau dan botol minuman yang telah dipecahkan.

Informasi diperoleh sebelum peristiwa terjadi, pelaku diam-diam mendatangi rumah korban. Entah apa yang terjadi sebelumnya dengan oknum TNI ini. Saat mendatangi rumah korban, ditangannya sudah membawa sebila pisau sangkur dan botol bir.

Setelah berada di dalam rumah tersebut, pelaku menuju kamar yang ditempati korban. Saat itu pintu terkunci.Pelaku sempat mengetuk pintu. Korban kemudian membuka pintu, pelaku menerobos masuk ke dalam kamar. Didalam kamar pelaku langsung mengunci pintu. Disitulah pelaku mulai melakukan perbuatan tidak bermoral itu dengan melakukan penganiayaan terhadap wanita tua itu.

Terungkapnya masalah ini berawal saat Armin Arsad yang juga menantu korban sekaligus pemilik penginapan Rahmat, hendak masuk ke dalam rumah Terdengar teriakan minta tolong dari dalam kamar korban (ibu Suniati-red). Diapun langsung dengan cepat menuju depan pintu kamar korban. Saat membuka pintu kamar di dapati pintu kamar korban sudah terkunci dari dalam. Pintu kamar dibuka dengan cara didobrak.

Beberapa kali terdengar suara minta tolong sehingga saksi langsung menuju ke pintu kamar korban,” ujar sumber.
Setelah pintu kamar berhasil terbuka, tiba-tiba pelaku langsung menyerangnya dengan menggunakan sebilah pisau sehingga mengalami luka sobek pada leher bagian depan.

Bersamaan, ada beberapa karyawan Kafe datang bersama beberapa warga yang saat itu baru keluar dari kafe. Mereka membantu mengamankan pelaku yang saat itu masig memegang sebilah pisau namun berhasil diamankan oleh warga setempat. “Pelaku sempat dikeroyok setelah berhasil diamanakan warga, pelaku juga sempat menyerang Armin sehingga mengalami luka di bagian leher,” tutur sumber.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan salah satu karyawan cafe kepada anggota polisi yang lewat di depan cafe. Tak lama kemudian anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolres untuk ditindaklanjuti.

Saat mengetahui identitas pelaku anggota TNI, Polres Ambon menghubungi Den POM Ambon. Sejumlah anggota POM XVI/Pattimura datang mengamankan korban dan dibawa ke RS Tentara untuk menjalani pengobatan terhadap sejumlah luka yang dideritanya.

Terpisah, pihak Kodam XVI/Pattimura saat dikonfirmasi tidak memungkiri adanya peristiwa tersebut. Penjelasan Panglima XVI/Pattimura melalui Wakil Kepala Penerangan (Wakapendam) Letkol Inf Umar membenarkan adanya tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum TNI tersebut. “Benar peristiwa itu. Kita tidak bisa pungkiri itu.

Kasus ini sementara sudah ditangani pihak POM,” ujarnya kepada wartawan Rabu (23/11) di depan Kantor Paldam XVI/Pattimura di kawasan Skip.

Ditegaskan, prinsipnya kasus ini akan tetap diproses.Pasalnya, tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku mengakibatkan korban dan saksi menderita luka. Bahkan bisa saja nanti dalam proses hukumnya pelaku bisa mendapat hukuman tambahan pemecatan dari kedinasan sebagai anggota TNI.

Sementara, pihak Denkav V/BLC juga membenarkan itu. Namun, belum bisa memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut. Maaf ya kita belum bisa memberikan keterangan. Kita juga belum tahu duduk kasusnya. Apalagi sudah ditangani pihak POM,” ujar Pasi Intel Denkav V/BLC Lettu Christoper Bessie kepada wartawan di Mako Denkav Rabu (23/11).

Dia juga menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut karena TNI harus dekat dengan rakyat bukan menyakiti rakyat. sangat kita sesali, nama juga manusia. Sudah ditangani biarkan diproses dulu,” tutupnya.(ERM)

Most Popular

To Top