Bisnis Haram Batu Cinnabar – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Bisnis Haram Batu Cinnabar

AMBON, AE.–– Berulangkali ditangkap, tapi penyelundup batu cinnabar tak pernah kapok. Dua pekan lalu satu container berisi bahan baku merkuri itu ditahan, namun kasusnya tak kunjung tuntas. Para pedagang ini tetap mencari jalan baru, namun pemilik ekspedisi memilih tiarap.

Pintu-pintu masuk cinnabar makin banyak. Ditutup polisi, muncul lagi pintu baru masuknya barang illegal ini dari Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat. Sejumlah pintu masuk terditeksi, seperti Desa Asilulu, Negeri Lima, Morella, dan Liang.

Keempat desa ini berada di Maluku Tengah yang menyatu dengan Pulau Ambon. Dipilih karena jalurnya lebih cepat untuk masuk ke Kota Ambon. Asilulu menjadi jalur paling ramai penyelundupan barang haram ini. Disamping tak terpantau, juga lebih dekat dari sumber cinnabar.

Barang illegal ini datang dari Iha dengan menumpangi kapal-kapal kayu. Darisana mereka menyebar ke beberapa pintu, berdasarkan titik pertemuan dengan para pedagang. Setelah barang tiba, transaksi pembayarannya dilakukan secara tunai di tempat.

Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, ada beberapa oknum polisi membekengi praktek perdagangan illegal ini. Karena itu, para pedagangan ini sangat bebas mengangkut cinnabar dengan menggunakan truk masuk ke Kota Ambon untuk diberangkatkan dari Pelabuhan Jos Soedarso.

BACA JUGA:  Jaksa Jangan Diamkan Kasus Dana Atlet

Praktek bongkar muat barang illegal ini juga dipilih waktunya. Distribusi ke Pelabuhan Jos Soedarso dilakukan sekira pukul 01.00 sampai pukul 03.00 dini hari. Jam-jam ini dipakai karena jalan yang sepih, juga sepih pantuan polisi. Dari sini juga mereka bisa bebas masuk ke pelabuhan sebagai titik keberangkatan terakhir.

Sejumlah oknum petugas di Pelabuhan Jos Soedarso juga disebut-sebut mengetahui praktik ini. Ini menjadi mata rantai perdagangan illegal cinnabar. “Sudah berulangkali keluar masuk pelabuhan. Tapi sekarang ekspedisi belum mau mengangkut, karena beberapa waktu lalu ada satu container yang ditahan,” kata sumber koran ini, beberapa waktu lalu.

Para pembeli barang illegal ini juga ramai di Ambon. Mereka memilih menginap di beberapa hotel yang dekat dengan jalur pelabuhan. Mereka kebanyakan berasal dari Pulau Jawa. Namun ada juga pembeli besar asal Ambon.
Menurut sumber, sejak penangkapan 324 koli berisi Cinnabar oleh Polsek KPYS, dalam Kontainer milik Tanto itu, sudah tidak terlihat lagi cinnabar masuk pelabuhan. Namun ada beberapa pintu keluar yang menjadi alternatif untuk membawa barang itu keluar Maluku.

BACA JUGA:  Korupsi Bandara Banda Harus Dibuka Lagi

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease AKBP Harold Wilson Huwae, yang dikonfirmasi terkait ini, akhirnya geram. Huwae sendiri bahkan mengancam akan menindak tegas siapapun yang diduga masih bermain-main dengan barang terlarang itu.

”Kalau ada kasih tau saya kalau ada jangan katanya-katanya, saya suruh tangkap tidak ada yang namanya beking-beking itu, mau Cinnabar ka Cinnobor tangkap semua-semuanya,”kata kapolres dengan nada tegas, kepada Koran ini, Senin kemarin.

Alumni Akpol 1996 ini memastikan, pengawasan akan tetap terus dilakukan. Namun pasca polsek KPYS menggagalkan dugaan penyelundupan secara ilegal itu, sampai saat ini pihaknya belum mengendus para pengusaha nakal melakukan penyelundupan melalui pelabuhan utama kota Ambon itu.

Dipastikan, apabila ditemukan adanya paraktek penyelundupan secara ilegal, tetap akan dilakukan penangkapan dan dilakukan proses hukum. “Kalau kita temukan, siapapun dia, salah tetap kita tindak, jadi jangan coba-coba,”ingat mantan kapolres Kepulauan Aru ini.

Sementara itu, hingga saat ini penyidik dari Direktorat Reskrimsus Polda Maluku masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pemilik dari belasan ton batu cinnabar yang diamankan oleh pihak kepolisian beberapa waktu lalu itu.

BACA JUGA:  4 Tahun Setubuhi Anak Kandung

“Kasus belasan ton cinnabar yang diamankan itu, sampai saat ini prosesnya masih jalan. Dan penyidik kami di Ditreskrimsus juga masih terus bekerja untuk mengungkap siapa yang paling bertanggungjawab,”kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh, kepada Koran ini di Mapolda Maluku, Senin siang kemarin.

Juru bicara Polda Maluku ini mengaku, jika penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Sayangnya dari sejumlah saksi yang diperiksa itu belum juga ada yang mengarah kepada siapa aktor dalam kasus tersebut.

“Saksi yang diperiksa penyidik kami sampai saat ini, seudah lebih dari lima orang. Dan memang belum ada yang mengarah kesana (penanggungjawab red). Dan kalaupun ada kami juga belum bisa sampaikan, karena masih perlu pembuktian yang lebih jauh lagi,”jelasnya.

Meski masih perlu pembuktian, namun mantan Kapolres Maluku Tenggara Barat ini menambahkan, penyidik Direskrimsus tidak akan menutup-nutipi kasus tersebut. “Akan diusut hingga tuntas, ”tegasnya.

Disinggung soal, hasil uji sampel dari laboraturium forensic mabes Polri, di Makassar, Tatuh mengaku, belum mengetahui hal tersebut. “Kalau itu kelihatannya belum ada. Nanti saya kroscek lagi,”paparnya.(ERM/AHA)

Most Popular

To Top