Masih Ada Penambang Liar di GB – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Masih Ada Penambang Liar di GB

AMBON,AE.–– Upaya pemerintah, baik Provinsi Maluku maupun Kabupaten Buru, untuk menutup secara total lokasi tambang emas Gunung Botak, kabupaten Buru belum maksimal dilakukan, karena masih saja ada penambang yang melakukan penambangan secara illegal disana.

Aparat keamanan diminta untuk segera mengambil tindakan tegas bagi para penambang illegal itu, sehingga tidak menimbulkan kesan pembiaran oleh aparat keamanan dalam melaksanakan perintah Gubernur Maluku.

Lokasi tambang itu sendiri, telah ditutup secara paksa oleh aparat keamanan, sejak akhir 2015 silam. Namun pasca penutupan itu, ternyata ada aksi penambangan hingga kini masih terus berjalan.

Gubernur Said Assagaff geram mendengar adanya aksi penambangan secara illegal yang masih terus terjadi pasca penutupan hingga saat ini.

“Tanya aparat keamanan disana (Buru red). Yang pasti tambang itu sudah tutup, dan kewenangan aparat keamanan untuk mengamankan lokasi itu (tambang red),dari penambang,”kata gubernur ketika dikonfirmasi kemarin.

Orang nomor satu di Maluku ini menegaskan, yang pastinya lokasi tambang Gunung Botak, kabupaten Buru sampai saat ini masih ditutup oleh pemerintah. Dan tidak diperkenangkan bagi masyarakat untuk memasuki area tersebut, apalagi sampai melakukan penambangan.
“”Masih kita tutup. Aparat keamanan harus mengambil tindakan atas apa yang disampaikan (penambang illegal red),”tegasnya.

BACA JUGA:  Pemerintah SBT Endapkan Dana Desa

Terpisah Kapolres Pulau Buru, AKBP Leo Simatupang melalui Kepala Bidang Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh membenarkan, masih adanya aktivitas penambangan secara illegal oleh para penambang dikawasan lokasi tambang yang telah ditutup itu.

Aparat keamanan selama ini, telah berupaya untuk mengamankan lokasi tambang itu, sayangnya masyarakat selalu mencuri kesempatan untuk beraktivitas di kawasan tambang, bila aparat keamanan lengah.

“Memang sampai saat ini, juga kita telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengamankan lokasi itu. Tapi memang masih saja ada warga yang naik untuk melakukan penambangan. Mereka sering mengintip aparat keamanan, bila lengah maka mereka naik,”kata dia, kepada Koran ini, di ruang kerjanya, Selasa kemarin.

Menurut dia, untuk mengamankan lokasi tambang itu, ada personil gabungan baik, TNI,Polri, satuan POlisi PP dan tokoh masyarakat.
“”Ada posko terpadu dan itu penanggungjawab langsung Kadis ESDM Maluku. Personil gabungan diantaranya, Polres Buru 10 orang, Satpol Pp 10, Brimob 30 dan TNI 25. Ada sejumlah pos pengamanan di lokasi tambang,”jelasnya.

BACA JUGA:  Proyek Talud Beraroma Korupsi

Mantan kapolres Maluku Tenggara Barat ini menambahkan, bila selama ini, setiap kali ada penambang yang melakukan aktivitas penambangan kemudian diamankan, maka akan diberikan sanksi tegas.

“Setiap saat anggota melakukan patroli, dan jika kedapatan akan diamankan dan dibawa ke Posko utama tim terpadu untuk, diperiksa jika memang terbukti maka akan ditindak lebih tegas lagi,”terangnya.(AHA)

Most Popular

To Top