Proyek Cari Untung ‘Milik’ BKM – Ambon Ekspres
Amboina

Proyek Cari Untung ‘Milik’ BKM

Ambon, AE.–– Program bernilai Rp1 miliar “benar dikelola Badan Keswadayaan Masyarakat. KSM tidak dibentuk, tapi masyarakat diajak mengerjakan proyek. Ada dugaan proyek dikerjakan tidak sesuai dengan spek gambar.
Informasi yang diterima Ambon Ekspres menyebutkan ada dua masalah yang dilakukan BKM Hatukau. Pertama dana dikelola sendiri oleh mereka, tanpa membentuk KSM. Padahal sesuai aturan sebelum dana dicairkan KSM lebih dulu harus dibentuk.

Kedua, dalam pelaksanaan proyek, ada dugaan tidak dikerjakan sesuai dengan spek. Sumber koran ini mencontohkan, pembangunan jalan setapak yang harusnya setebal 10 centimeter hanya dikerjakan setebal 3 sampai 5 centimeter. selain itu, lebarnya juga tidak sesuai dengan RAB.

“Selain itu dalam pelaksanaan pembangunan tidak ada papan proyek dan RAB di sembunyikan. Tidak transparan kepada masarakat dan dana BLM (Batuan langsung masarakat) tidak di benarkan di kelola oleh BKM seharusnya kepada KSM karena BKM fungsinya sebagai fungsi kontrol kegiatan,” terang sumber yang mengetahui alur penggunaan dana tersebut.

Satuan Kerja (Satker) Program Neighborhood Upgrading and Shelter Sector Project (NUSP) Kota Ambon mengaku tidak mengetahui belum terbentuknya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) oleh Badan Keswadayaan Masyarakat BKM Hatukau.

Satker Program NUSP Dinas Tata Kota Ambon, Vedya Kuncoro ketika dikonfirmasi mengatakan, implementasi program NUSP yang disalurkan kepada setiap BKM tidak sama dengan yang dimotori PNPM. Sementara, program NUSP dipercayakan kepada BKM untuk sekaligus dikelolah baik dari sisi anggaran untuk pelaksanaan program sesuai kebutuhan masyarakat atau lingkungan setempat.

“BKM itu fungsinya bukan sekedar mengawasi namun mengelolah keuangan sampai pada pelaksanaan program juga, dan BKM ini beda dengan PNPM. Kalau PNPM kan, anggarannya langsung diserahkan ke masyarakat namun, BKM itu bisa saja langsung sebagai pengelolah anggaran dan pelaksanaan program. Nah untuk KSM itu tugasnya hanyalah kerja dan meminta kebutuhan bahan yang dibutuhkan dan itu di fasilitasi lewat BKM,” kata Kuncoro di ruang kerjanya, (Selasa 6/12)

“Saya tidak tahu kondisi di lapangan. Nanti saya tanya dulu di tim BKM karena sejak awal kita selalu minta BKM itu untuk mendengar apa kebutuhan masyarakat terkait program NUSP ini. Dari situ kemudian adanya kesepakatan-kesepakatan bersama masyarakat untuk membentuk kelompok kerja (KSM) atau pun tidak itu tergantung masukan dari masyarakat,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan, ada enam kawasan yang memperoleh program NUSP2 untuk 2016 ini yakni, Batu Merah, Batu Meja, Pandang Kasturi, Karang Panjang serta dua kawasan lainnya yang tidak sempat Ia sebutkan. Program tersebut dimulai sejak Oktober 2016 secara bertahap. Saat ini telah masuk tahap ke III yang akan berakhir 31 Desember besok.

“Pokonya ada enam kawasan yang dapat Program NUSP dalam tahun 2016 ini dan sudah berjalan dari tahap pertama pada November kemarin. Program ini batas akhirnya pada 31 Desember harus 100 persen selesai,” ungkapnya. (MG3)

Most Popular

To Top