Berebut Kursi Wakil Ketua DPRD Ambon – Ambon Ekspres
Politik

Berebut Kursi Wakil Ketua DPRD Ambon

AMBON,AE.––Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Almarhum Hi. Husen Toisutta, masih menunggu pengesahan Gubernur Maluku untuk diparipurnakan. Namun kursi wakil ketua DPRD kota Ambon yang ditinggalkanya, sudah menjadi rebutan. Manuver dan lobi gencar dilakukan di DPP Golkar.

“Tiga anggota DPRD Fraksi Golkar (F-Golkar), Marcus Pattiapon, Zeth Pormes dan Elly Toisutta saling manuver di DPD hingga tingkat DPP. Bahkan rela melampaui keputusan untuk posisi pimpinan DPRD Ambon, sebelum penetapan SK oleh DPP Golkar.

“Awalnya, Margaretha Siahay, disebut-sebut akan menggantikan almarhum Hi. Husen Toisutta lewat proses PAW. Bahkan dinilai layak dilantik, karena memiliki suara terbanyak ke 2 dari Almarhum (Hi. Husen Toisutta) pada pemilihan legislatif 2014 lalu. “Dia juga dari daerah pemilihan (Dapil) yang sama yakni Sirimau 2, kota Ambon.

Saat ini, proses SK PAW masih digodok di pemerintah provinsi. Dimana masih menunggu pengesahan dari Gubernur Maluku Said Assagaf. Setelah disahkan, akan langsung dikembalikan ke DPRD Ambon lewat pemerintah kota untuk dilakukan paripurna penetapan.

Akan tetapi, Margaretha Siahay tidak mendapat posisi wakil ketua DPRD Ambon. Hanya mengisi kekosongan 1 kursi di DPRD Ambon. Sehingga untuk posisi pimpinan DPRD yang sebelumnya diduduki Almarhum (Hi. Husen Toisutta), berlaku bagi tiga anggota DPRD Ambon yang tergabung dalam Fraksi Golkar DPRD Ambon. Yakni Max Pattiapon (Ketua Fraksi), Elly Toisutta (Bendahara Fraksi) dan Zeth Pormes (Sekretaris Fraksi).

Tiga nama tersebut telah diserahkan kepada Dewan Pimpinan Partai (DPP) Golkar di Jakarta, lewat DPD I Golkar Maluku.

Awalnya, hanya 1 nama yang diusulkan ke DPP lewat DPD II kota Ambon dan dilanjutkan ke DPD I Golkar Maluku. Akan tetapi, usulan tersebut kemudian ditolak oleh DPP. DPP meminta ketiga nama diusulkan untuk ditetapkan siapa yang layak menduduki posisi pimpinan DPRD.

BACA JUGA:  Abua Pupuskan Harapan Koalisi

Namun sebelum diputuskan DPP lewat Surat Keputusan (SK) penetapan, Zeth Pormes sudah melampaui keputusan tersebut.

Dengan mengatasnamakan wakil ketua DPRD dalam kegiatan Asosiasi DPRD kota seluruh Indonesia (ADEKSI) yang dilaksanakan di Bogor sejak tanggal 6-9 Desember (hari ini).

“Coba anda lihat sendiri di beberapa anggota DPRD Ambon lewat postingan mereka di facebook hari ini (kemarin). Itu kan SK Penetapan wakil ketua DPRD itu belum keluar. Tetapi sudah digunakan duluan untuk mengikuti Rakornas ADEKSI di Bogor. Dan jelas-jelas tertulis id peserta Wakil Ketua DPRD kota Ambon Zeth Pormes. Ini kan aneh ?,”kata salah satu sumber Ambon Ekspres, ketika dikonfirmasi, Kamis (9/12).

Sumber melanjutkan, ketiga anggota DPRD dari fraksi Golkar ini sudah melakukan lobi-lobi politik sejak awal, ketika DPP meminta tiga nama diusulkan. Namun menurutnya, untuk Max PAttiapon, kurang memiliki peluang karena tidak memiliki kedekatan khusus dengan pengurus-pengurus di tingkat DPD I Golkar Maluku maupun DPP.

Sementara Zeth Pormes memiliki kedekatan yang cukup kuat dengan salah satu pengurus DPD Golkar Maluku. Namun keduanya sama-sama kurang berpeluang. Lanjut sumber, hanya Elly Toisutta yang memiliki peluang besar untuk posisi pimpinan DPRD lewat beberapa koneksi di tingkat DPD I dan DPP.

“Beta (saya) dapat informasi dari salah satu kader provinsi. Dan sumber ini terpercaya. Bahwa Max Pattiapon peluang sangat kecil. Kalau Zeth Pormes, koneksi kuat tapi belum pasti. Karena hanya bergantung pada Om nya di pengurus DPD I. Tetapi Ibu Elly Toisutta langsung lewat Kooordinator wilayah Timur, Aziz Samual,” ungkap sumber.

BACA JUGA:  Tumpangan Politis di Konsensus Leihitu

Max Pattiapon ketika dikonfirmasi via seluler mengatakan, berdasarkan aturan dan mekanisme partai, jabatan wakil Ketua DPRD hanya akan diberikan kepada anggota DPRD yang telah menjabat selama kurun waktu dua periode, serta memiliki jumlah suara terbanyak pada pemilihan legislatif pada periode 2014-2019 dan pernah menjabat sebagai pimpinan alat kelengkapan Dewan.

Dan berdasarkan surat keputusan DPD melalui pleno penetapan pemilihan pergantian pimpinan DPRD kota Ambon tertanggal 5 Oktober telah menempatkan dirinya sebagai pengganti Almarhum sebagai wakil ketua DPRD kota Ambon.

“Dari surat keputusan DPD Golkar Maluku nomor B-46/DPD-PG/KA/XI/2016 perihal pergantian pimpinan DPRD kota Ambon tertanggal 5 oktober 2016 yang ditujukan ke DPP Golkar, telah merekomendasikan saya sebagai wakil ketua DPRD. dan ketetapan ini tentunya disesuaikan dengan seluruh mekanimse dan aturan partai,” cetus Pattiapon

Menurutnya, jika ada informasi yang berkembang tentang nama lain yang akan menempati jabatan tersebut, tentunya seluruh kewenangan akan dikembalikan kepada DPP. Karena jika ada gerakan lain di luar keputusan partai, maka hal tersebut telah melanggar serta melawan keputusan partai.

“Sebagai kader partai, tentunya kita akan taat barisan, sehingga apa yang menjadi keputusan partai harus dilaksanakan berdasarkan aturan dan mekanisme yang berlaku. Jika ada gerakan lain di luar partai, sudah pasti telah melawan kebijkan dan keputusan partai,” ucapnya

BACA JUGA:  Usai Wisuda, Masih Pakai Toga Datang ke Makam Ayahnya...Menangis

Ditanya soal sikap Zeth Pormes, Anggota Komisi III DPRD Ambon ini menilai, persoalan tesebut nantinya dikembalikan kepada aturan yang berlaku di partai. Karena yang bersangkutan (Zeth Pormes) juga merupakan kader partai yang taat barisan. Sehingga tidak mungkin dirinya akan melakukan tindakan diluar keputusan partai.

“Persoalan itu nanti dikembalikan ke partai. Sehingga menunggu siapa nantinya yang ditetapkan untuk menggantikan posisi Almarhum Husein Toisutta sebagai wakil Ketua DPRD Kota Ambon,” pesannya.

Sementara itu, Elly Toisuta, ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, justru membantah informasi, bahwa telah melakukan lobi politik lewat Wakil Ketua DPP Golkar sekaligus Kooridator Wilayah (Korwil)Indonesia Timur, Aziz Samual. ““Menurutnya, masih ada beberapa kader lainnya lingkup DPD I yang dapat melakukan lobi-lobi politik ke DPP Golkar untuk posisi pimpinan DPRD.

“Tidak juga, siapa bilang lewat Pak Aziz Samual? semua kandidat berproses di DPP. Dan putusan itu ada di DPP. Jadi bukan pak Aziz yang menentukan. Ada ketua OKK, ada Sekjen dan ketua harian, yang mana semua memberikan pertimbangan,” ujarnya.

Disinggung soal pemakaian ID card yang dilakukan Zeth Pormes dalam ADEKSI di Bogor, Elly mengaku, ada kesalahan yang dilakukan oleh panitia. Dimana secara tidak sengaja mencantumkan nama Zeth Pormes sebagai wakil ketua DPRD kota Ambon.

Dilain sisi, Zeth Pormes ketika dikonfirmasi lewat SMS dan pesan pendek pada akun facebooknya, terkait penggunaan ID Card wakil ketua, tidak membalas hingga berita ini naik cetak. (ISL).

Most Popular

To Top