Berkas Remond Tuntas Pekan Depan – Ambon Ekspres
Amboina

Berkas Remond Tuntas Pekan Depan

AMBON,AE––Jaksa Peneliti pada Kejaksaan Tinggi Maluku masih meneliti berkas Samuel Paulus Puttileihalat alias Remond, tersangka kasus penyerobotan hutan lindung di Kabupaten Seram Bagian Barat. Hingga kemarin, JPU yang ditunjuk meneliti berkas Remond mengakui jika berkas mantan Kadis PU SBB itu belum tuntas diperiksa.

“Tadi saya sudah konfirmasi ke jaksa yang bersangkutan (Jaksa Peneliti, red) dan memang sampai sekarang berkas Remond belum selesai diteliti, “kata Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada koran ini, Kamis kemarin.

Dijelaskan, sesuai mekanisme atau aturan yang berlaku, JPU masih mempunyai waktu beberapa hari lagi sebelum batas waktu 14 hari sebagaimana diatur dalam UU. Olehnya itu, Sapulette memastikan berkas Calon Bupati Kabupaten SBB itu akan tuntas diperiksa tepat waktu.

“Sesuai UU kan JPU mempunyai waktu 14 hari untuk meneliti berkas tersangka. Berkas Remond baru diterima JPU Senin pekan kemarin, sehingga JPU masih punyai waktu beberapa hari untuk menuntaskan pemeriksaan berkas Remond, “jelas juru bicara Kejati Maluku itu.

BACA JUGA:  Kapolri Belum Dipastikan Datang

Menyoal apakah ada kendala saat meneliti berkas Remond, Sapulette tidak dapat memastikannya. Kendati begitu, Sapulette tetap memastikan JPU akan bekerja maksimal dalam meneliti berkas kakak kandung mantan Bupati SBB, Jacobis Puttileihalat itu. Sehingga, jika telah selesai maka JPU akan menyatakan sikap apakah berkas itu sudah lengkap atau belum.

“Yang pasti, JPU akan berupaya maksimal, agar berkas Remond tuntas sesuai waktu. Selanjutnya JPU akan menyatakan sikap apakah berkas itu sudah layak dilimpahkan ke Pengadilan atau masih ada yang kurang. Intinya kita tidak main-main dengan berkas itu, “tandas pria yang pernah menjabat sebagai Kasidik Kejati Maluku itu.

Direktur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku, Yan Sariwating menegaskan, Kejaksaan jangan terlalu berlama-lama dalam meneliti berkas tersangka Remond. Karena menurutnya, berkas itu sudah terlalu lama bolak-balik PPNS-Kejaksaan.

“Sebagai masyarakat, kami berharap Kejaksaan jangan terlalu berlama-lama dalam memeriksa berkas Remond, karena sudah beberapa kali berkas itu bolak-balik, “ujarnya.

BACA JUGA:  TULUS Tuntaskan Leihitu-Salahutu

Yang ditakutkan, kata dia, pada akhirnya sesuai batas waktu yang ditentukan jaksa menyatakan berkas itu belum lengkap. Dan tentu saja hal itu akan berdampak penilaian negatif dari masyarakat.

“Yang ditakutkan berkas Remond dikembalikan lagi kepada Penyidik Kehutanan dengan alasan belum lengkap. Dan itu tentu saja akan menimbulkan opini negatif dari masyakarat, “tegasnya.

Dijelaskan, selama ini masyarat sementara menanti tindaklanjut berkas Remond yang hingga kini tak kunjung tuntas. Olehnya itu, Sariwating berharap agar kejaksaan dapat bertindak profesional, sehingga berkas mantan Kadis PU SBB itu dapat dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan.

“Kita berharap jaksa tidak main-main, sehingga berkas Remond bisa secepatnya tuntas dan memasuki babak yang baru lagi, “pungkasnya.

Sekadar tahu, tahun 2013 lalu, Pemkab SBB membangun ruas jalan dari Desa Ariate, Kecamatan Huamual ke Dusun Masika Jaya, Desa Waisala, Kecamatan Waisala. Namun, proyek bernilai sebesar Rp 17,5 miliar yang terdiri dari anggaran tahap pertama Rp 9 miliar dan tahap kedua Rp 8,5 miliar ini dikerjakan hingga masuk ke dalam kawasan lindung dan hutan produksi di hutan Sahuwai.

BACA JUGA:  Diperiksa Jaksa, Istri Hentje Menangis

Penyerobotan kawasan hutan produksi Gunung Sahuwai itu terungkap setelah dilakukan operasi gabungan sejumlah instansi terkait dalam rangka pengamanan kawasan hutan Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) Maluku pada tahun 2013 lalu. Hasilnya, diketahui bahwa pelaksanaan proyek yang ditangani oleh PT Karya Ruata itu telah menerobos kurang lebih 3 kilometer ke dalam kawasan lindung dan hutan produksi tanpa izin dari Menteri Kehutanan RI. (AFI)

Most Popular

To Top