Assagaff dan Murad Berebut Waihaong – Ambon Ekspres
Politik

Assagaff dan Murad Berebut Waihaong

AT Memilih Nyalon DPR RI

AMBON,AE.—Said Assagaff dan Murad Ismail,
sama-sama bermanuver untuk mendapatkan simpati warga Waihaong, kecamatan Nusaniwe. Bukan hanya untuk dua pasangan calon Walikota dan wakil Walikota Ambon 2017, tetapi juga demi kepentingan mereka pada pemilihan gubernur Maluku 2018.

Gubernur sekaligus ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar provinsi Maluku, Said Assagaff adalah tokoh masyarakat Waihaong. Assagaff lahir dan besar di sana. Karenaitu, dia memiliki pengaruh di Waihaong.
Meski sebagai tokoh masyarakat, tetapi secara politik, ia mendukung pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler dengan akronim PAPARISSA BARU. Pasangan ini diusung oleh Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Nasional Demokrat (Nasdem).

“Selama masa kampanye, Assagaff belum berbicara dalam kampanye pasangan PAPARISSA BARU sebagai ketua dewan penasehat tim pemenangan atau ketua DPD Golkar. Ini karena dia belum mendapatkan izin dari Menteri Dalam Negeri.

Assagaff hanya berbicara singkat pada kampanye tatap muka PAPARISSA BARU di Waihaong, 28 November 2016 karena diundang sebagai tokoh masyarakat. Bukan sebagai Gubernur Maluku, ketua DPD Golkar Maluku, apalagi sebagai ketua majelis Penasehat pemenangan PAPARISSA BARU.

Kehadiran Assagaff pada saat itu—meski dalam kapasitas sebagai tokoh masyarakat, namun secara implisit telah menegaskan dukungannya terhadap pasangan nomor urut satu itu. Sebab, sebelum pada awal tahapan Pilwakot, Assagaff sudah optimis, kota Ambon akan dimenangkan oleh Golkar.

“Kota Ambon, saya yakin kita menang. Ketika kampanye dan saya tampil, kan orang sudah menggambarkan itu. Apalagi saya berjalan dengan baju begini (baju Golkar) orang pasti tahu,” kata Assagaff kepada wartawan seusai rapat perdana pengurus DPD Partai Golkar Maluku kantor DPD, Selasa (4/10) lalu.

Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti) Johan Tehuayo menilai, Assagaff punya pengaruh kuat terhadap warga Waihaong, dibandingkan dengan Murad Ismail yang bermain untuk pasangan Paulus Kastanya-Muhammad Armin Syarif Latuconsina (PANTAS). Sebab, selain sebagai warga Waihaong sebagaimana juga Murad, Assagaff memiliki kekuatan politik, yakni sebagai gubernur dan ketua DPD Golkar Maluku.

Sedangkan keterlibatan figur Murad dalam kampanye PANTAS, juga berpengaruh, karena mantan Kapolda. Sehingga kecenderungan untuk mempengaruhi sikap politik warga juga efektif, ”jelasnya.
Sedangkan dengan pendekatan partai politik, menurut dia, kemungkinan PAPARISSA BARU dipilih cukup tinggi, karena Waihaong adalah basis Golkar dan PPP.

Meskipun demikian, pilihan politik warga Waihaong sangat ditentukan oleh faktor sosiologis dan psikologis. Juga visi, misi dan program pasangan calon.

“Perilaku politik warga di Waihaong didasarkan pada faktor sosiologis, yaitu pengelompokkan etnis, suku, dan ras. Dan faktor psikologis berdasarkan visi dan misi Calkot. Serta rasional choice, berdasakan keuntungan ekonomi dan implementasi kebijakan pembangunan kota,”papar dia.

Direktur RESCO, M. Jais Patty menilai, belum bisa diprediksi pengaruh Assagaff dan Murad secara pasti dan secara ilmiah. Tetapi dari presentasi kehadiran, Assagaff lebih unggul karena berada di Ambon.

“Kalau dibandingkan dengan Murad, agak sulit saya prediksikan, karna relatif dalam setiap momentum Said Assagaf yang yang selalu ada di Kota Ambon dan Maluku dibandingkan Murad. Dari situ bisa kita katakan kira-kira dibandingkan Murad yang di Jakarta, Said Assagaf relatif lebih berpengaruh terhadap pilihan masyarakat Waihaong, ”kata Jais.

Pengamat asal Unpatti lainnya, Mochtar Nepa-Nepa punya pendapat senada. Alasannya, Assagaff memiliki modal politik dan sosial. Dan, itu telah dibuktikan pada Pilgub 2013.

“Said Assagaff memiliki modal sosial untuk bisa mempengaruhi masyarakat pemilih Waihaong untuk memilih PAPARISSA BARU. Karena sebagai ketua DPD Golkar, tentunya berjuang dalam tiga arena berbeda, yaitu partai, konstituen dan kepentingan keberlanjutan kekuasaan,”jelas Mochtar.

Hubungan Pilgub
Seperti diberitakan Ambon Ekspres, Senin (5/12), Partai Golkar Maluku telah memastikan akan mendukung Assagaff untuk kedua kalinya sebagai calon Gubernur. Sejumlah nama bakal calon wakil, juga sudah masuk daftar Assagaff.

Mereka adalah, wakil gubernur saat ini dan mantan ketua DPD Golkar Maluku Zeth Sahuburua, Ketua DPD PDIP Maluku Edwin Huwae, Michael Wattimena dari Demokrat, maupun kader Golkar yang kini menjabat Bupati Maluku Tenggara Andre Rentanubun.

Sementara Murad, meski belum menyatakan sikap resmi untuk maju. Namun, beberapa kali pernyataannya kepada wartawan, sudah mengarah ke keinginannya untuk mencalonkan diri.

Kapan kita bisa maju? Dan harus ingat, Maluku nomor empat termiskin dari 34 provinsi di Indonesia. kalau kita tidak peduli dengan Maluku, siapa lagi yang mau peduli, kebetulan saya mampu dan didukung oleh teman-teman saya yang hebat di Jakarta, lalu kita merasa peduli untuk kembali ke Maluku,” kata Murad yang kini menjabat Komandan korps Brimob itu kepada wartawan belum lama ini.

Selain Assagaff dan Murad, kehadiran Abdullah Tuasikal dalam pentas pemilihan gubernur juga dinanti. Mantan Bupati Maluku Tengah dua periode ini, punya peluang melawan Assagaff. Namun apakah dia berminat kembali bertarung?

“AT (Abdullah Tuasikal -red) belum berpikir ke sana. AT masih fokus pada pilkada Malteng. Setahu saya, setelah pilkada Malteng dia akan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI,” kata orang dekatnya AT, Nendy Kurniawan Asyari, kepada Ambon Ekspres.

Murad sendiri kini intens membangun komunikasi dengan Michael Wattimena anggota DPR RI dari Partai Demokrat. Keduanya dikabarkan beberapa kali sudah melakukan pertemuan. Namun Wattimena yang beberapa kali dikonfirmasi masih tertutup mengenai pencalonannya.

Sementara Assagaff sendiri sudah pasti akan mempertahankan kursi gubernur. Siapa pendampingnya, Assagaff belum menentukan sikap politiknya. Namun ada beberapa nama yang ingin berpasangan dengannya, ada Andre Rentanubun, Zeth Sahuburua, Bitzael Silvester Temmar, dan Johozua M. Yoltuwu.

Johozua yang dikonfirmasi Ambon Ekspres, tidak menampik ketertarikannya berpasangan dengan Assagaff. Kata Dirjen Pembangunan kawasan perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, ini Assagaff sosok yang sangat kapabel dalam leadership pemerintahan.

“Saya hanya ingin mencalonkan diri menjadi wakil gubernur. Tidak berpikir menjadi calon gubernur. Dan hanya mau berpasangan dengan pak Said Assagaff,” kata Johozua. (TAB)

Most Popular

To Top