Jaksa Selidiki Proyek Sabo Dam Abal-Abal Ahuru – Ambon Ekspres
Amboina

Jaksa Selidiki Proyek Sabo Dam Abal-Abal Ahuru

AMBON,AE.––Proyek pembangunan Sabo Dam di kawasan THR II, RT 04/16 Ahuru, Kota Ambon yang dibangun tahun 2015 lalu kini ambruk. Padahal, proyek tersebut dibuat guna melindungi perumahan warga sekitar ketika diterjang banjir. Namun yang terjadi, proyek yang berasal dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku itu diduga dikerjakan asal-asalan. Pada hujan deras yang terjadi di tahun 2016, proyek yang dikerjakan oleh PT Dinamika Maluku pada tahun Anggaran 2015 itu hancur total.

Berdasarkan data dari beberapa literatur, proyek itu milik PPK Prasarana Konservasi Sumberdaya Air, SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumberdaya Air Maluku, Balai Wilayah Sungai Maluku. Dam Sabo air kuning sepanjang 150 meter telah ambruk menutupi daerah aliran sungai. Anehnya proyek itu hancur belum setahun selesai dikerjakan.

Kejaksaan Tinggi Maluku, melalui Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette saat dikonfirmasi terkait sikap jaksa terhadap adanya proyek yang gagal melalui publikasi media bisa menjadi dasar Kejaksaan untuk ditindaklanjuti? Menjelaskan, dalam mekanisme yang selama ini terjadi, sumber penyelidikan berawal dari beberapa faktor.

Pertama, temuan staf/petugas kejaksaan. Kedua laporan masyarakat. Berikutnya Informasi dari media cetak dan elektronik. Menurutnya, jika ada informasi seperti adanya dugaan suatu proyek pekerjaan yang mencurigakan, maka bisa dilaporkan ke Kejaksaan.

Temuan media bisa dijadikan dasar untuk kejaksaan bertindak melakukan penyelidikan, ‘terangnya. Tentunya, setelah laporan itu dikantongi, selanjutnya akan ditelaah oleh staf yang kemudian diteruskan kepada pimpinan disertai saran dan pendapat. Dalam hal ini, tentu harus disertai dengan data-data yang lengkap.

Jika pimpinan setuju untuk dilakukan penyelidikan baru akan diterbitkan surat perintah. Jadi pada prinsipnya informasi media juga merupakan salah satu sumber informasi yang dapat ditindaklanjuti,” kata Sapulette.

Pengamat hukum Universitas Pattimura Ambon, Sherlock Holmes menerangkan, temuan media, perlu penyelidikan secara Mendalam. Baik dari aspek teknis maupun aspek Fisik. “Karena dalam Hukum juga dikenal dengan istilah forcemayor atau keadaan mendesak dan biasanya diatur dlm kontrak kerja, “jelasnya.

Setidaknya harus ada bukti yang cukup sebelum menyatakan atau mengambil kesimpulan. Karena dalam Hukum, perihal Pembuktian menjadi sangat penting didasarkan pada asas legalitas dan asas negara Hukum.
Olehnya itu, bisa saja temuan media didasarkan jaksa untuk melakukan penyelidikan, tetapi harus mengacu pada beberapa aspek.

Misalnya, data yang dipublikasi memiliki dasar berupa bukti secara Hukum. Selain itu, jika Kejaksaan bertindak, maka diperlukan data soal hasil pemeriksaan oleh tim pemeriksa pekerjaan atau pengawas pekerjaan sebelum bencana longsor terjadi. Karena, sulit diketahui jika proyek tersebut ambruk akibat bencana alam.

“Intinya, Kejaksaan bisa bertindak, yang penting memiliki data yang falid. Dan proses pengumpulannya memang tidak mudah, “pungkasnya. (AFI)

Most Popular

To Top