Kekuatan Dukungan Mulai Mengerucut – Ambon Ekspres
Hukum & Politik

Kekuatan Dukungan Mulai Mengerucut

PAPARISSA Akui Lemah di Baguala 

AMBON,AE.—Peta dukungan pasangan calon Walikota dan wakil Walikota Ambon 2017, belum dapat dipastikan melalui survei ilmiah. Namun, hasil kampanye yang dilakukan sejak akhir Oktober hingga sekarang, sudah membentuk kekuatan pasangan calon masing-masing dari berbagai aspek.

Pemilihan Walikota dan wakil Walikota Ambon periode 2017-2022 diikuti oleh dua pasangan calon. Pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler dengan akronim PAPARISSA BARU diusung oleh Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan partai Nasional Demokrat (Nasdem). Tiga partai ini memiliki 10 kursi di DPRD Ambon.

Sedangkan pasangan Paulus Kastanya-Muhamamd Armin Syarif Latuconsina yang disingkat PANTAS, diusung oleh PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura, PBB, PKB, PKS, PAN dan PKS serta didukung oleh PKP Indonesia. Jumlah kursi sembilan partai itu sebanyak 25.

Tim Pemenangan pasangan PANTAS, juah sudah menganalisi kekuatan. Justru, mereka berkesimpulan, dari awal konsolidasi dan kampanye hingga tersisah dua bulan lagi pemilihan, kekuatan terbesar ada di kecamatan Nusaniwe dan Sirimau dan Baguala. Sementara Teluk Ambon dan Leitimur Selatan belum dapat dipastikan.

“Tetapi yang pasti, kekuatan besar (PANTAS) itu ada di tiga kecamatan, yaitu Sirimau, Nusaniwe dan Baguala. Saya kira juga Teluk Ambon,”kata Sekretaris Tim Pemenangan pasangan PANTAS, Phill Latumaerissa.
Pemetaan wilayah sebaran dukungan tersebut, dipastikan bukan hanya klaim. Tetapi sudah melalui evaluasi dan analisi terhadap sejumlah indikator.

Diantaranya, kampanye yang sampai saat ini masih berjalan, figuritas pasangan calon, program kerja, mesin partai pengusung dan pendukung, relawan dan keterlibatan tokoh-tokoh politik dengan PANTAS.

“Selain kampanye, terdapat sejumlah faktor lain yang menjadi daya tarik bagi warga pemilih untuk mendukung pasangan PANTAS. Ada faktor figur, program yang ditawarkan, mesin partai, mesin relawan dan tokoh-tokoh politik tertentu yang secara akktif juga terlibat di tim PANTAS untuk kampanye maupun penggalangan dukungan,”papar ketua DPC Partai Gerindra kota Ambon itu.

“Terkait kampanye, akui dia, tim PANTAS tidak memobilisasi warga pemilih. Tim juga hanya menghitung dan mengevaluasi kekuatan berdasarkan warga yang hadir, sementara rombongan kampanye tidak masuk hitungan. “Tim PANTAS tidak melakukan klaim seperti itu. Karena buat apa kita mengklaim, tapi tidak punya ukuran dan indikator yang jelas,”tandasnya.

“Namun demikian, PANTAS akan mendapatkan prosentasi kekuatan yang okjektif melalui survey yang masih berjalan dan direncanakan rampung pada akhir Desember. Hasil survey juga akan menjadi sandaran bagi tim untuk mengawal peluang kemenangan.

“Tapi paling tidak peta kekuatan per kecamatan, kita sudah bisa ukur. Dan itu akan lengkap, setelah survei dilakukan oleh konsultan yang kita pakai, supaya ada ukuran akademis yang dapat dipertanggung jawabkan,”jelasnya.

“Hingga sekarang, PANTAS telah melakukan kampanye di lebih dari 70 titik atau wilayah pada lima kecamatan. Memasuki bulan Desember, PANTAS kampanye dirangkai dalam bentuk perayaan natal. “Karena ada warga yang meminta pasangan calon untuk melaksanakan natal. Jadi, kita memplot untuk pasangan calon mengikuti natal,”pungkasnya.

Sementara itu, dukungan terhadap pasangan PAPARISSA BARU cukup kuat di dua kecamatan, yaitu Sirimau dan Nusaniwe. Hasil kampanye di beberapa wilayah pada dua kecamatan itu serta presentasi warga yang signifikan, menjadi indikator utama bagi tim.

Kekuatan terbesar, itu ada di kecamatan Nusaniwe dan Sirimau,”kata tim pemenangan pasangan PAPARISSA BARU, Mahmud Tuasikal kepada Ambon Ekspres, Selasa (13/12). Sedangkan di kecamatan Baguala dan Teluk Ambon, pasangan PAPARISSA BARU masih lemah di beberapa titik atau wilayah. Itu ditandai dengan sedikitnya warga yang datang saat kampanye digelar.

Kehadiran warga tersebut, tidak sejurus dengan posisi Richard Louhenapessy sebagai mantan Walikota yang belum lama selesai masa jabatannya. Seharusnya, elektabilitas PAPARISSA BARU diatas 50 persen. Sementara di Leitimur Selatan juga kuat, pasangan diklaim masih kuat.

Sedangkan di Baguala dan Teluk, kami anggap masih lemah. Karena harusnya incumbent itu punya angka elektabilitas diatas 50 persen. Tapi masih dibawah itu,” jelas Mahmud.

Meski elektabilitas dibawah 50 persen, namun diklaim masih melebihi elektabilitas PANTAS. Untuk menaikkan jumlahnya, PAPARISSA BARU telah menyiapkan strategi dan segera dijalankan.
“Sehingga, kalau Pilwakot dilaksanakan hari ini, maka PAPARISSA BARU masih unggul,”tandas pengurus DPD Partai Nasdem kota Ambon itu.

Meningkatnya elektabilitas, disebabkan oleh beberapa faktor, yakni hasil evaluasi kampanye, karakter dan kesukaan terhadap pasangan calon. Ditambah dengan komitmen pasangan calon untuk tidak mengimingi calon pemilih dengan janji politik atau pemberian dalam bentuk apapun.

“Apalagi sampai menggadai pilihan kita dengan kain sarung dan iming-iming uang Rp50 ribu. Dan memang itu fakta. Kita bisa menjamin, bahwa tidak ada warga yang diimingi uang transportasi atau apa. Tidak pernah itu,”ungkapnya. (TAB)

 

Most Popular

To Top