Penambang Illegal Disisir Lagi – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Penambang Illegal Disisir Lagi

AMBON,AE.–– Aktivitas penambang liar dan illegal yang terjadi dikawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, pasca lokasi tambang itu ditutup akhir 2015 lalu, masih terus terjadi. Aparat pemerintah dan keamanan diminta untuk bertindak lebih tegas lagi.

Apalagi penambang illegal yang selama ini beroperasi dikawasan tambang itu, bukan lagi dalam jumlah kecil melainkan sudah mencapai ribuan orang.

Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, akan kembali melakukan penertiban guna mengosongkan lokasi tambang, yang diduga saat ini masih dipenuhi dengan aktivitas dari para penambang illegal itu.

“Akan dilakukan penyisiran dalam waktu dekat, namun secara teknis itu, dengan Kadis ESDM langsung. Yang pasti akan kita kosongkan lagi lokasi tambang itu,”kata Assagaff.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku Martha Nanlohi mengungkapkan, penertiban akan dilakukan dalam pekan ini, hal itu setelah pihaknya menerima adanya aktivitas penambangan dilokasi tambang.

Padahal lokasi tambang itu, telah dijaga ketat oleh satuan tugas terpadu, yang merupakan gabungan, TNI/Polri, Satuan Polisi Pp dan tokoh masyarakat di Buru sendiri.

“Besok (hari ini red) atau lusa (Kamis), kita akan lakukan penyisiran di Gunung Botak. Kita akan tertibkan kembali gunung botak dari para penambang itu,”kata dia.

Nanlohi sendiri mengakui, jika berdasarkan temuan dari pihaknya, ada ribuan penambang yang sering melakukan penambangan dilokasi tambang yang telah ditutup November 2015 lalu itu.

“Kalau tidak salah itu ada sekitar 2000 an, yang memang boleh dibilang setiap saat melakukan penambangan secara illegal. Aparat sudah berupaya melarang para penambang, tetapi mereka ini, bandel. Makanya kita akan lakukan penyisiran ini,”jelasnya.

Dia menegaskan, dalam penyisiran yang dilakukan nanti, pihaknya akan menindak tegas seluruh, para penambang yang selama ini melakukan aktivitas secara illegal dikawasan tambang emas itu.
“Kita akan tindakan tegas, termasuk rumah dan benda-benda mereka akan kita bakar. Kita sisir mereka, jadi jangan mereka menganggap pemerintah ini main-main,”tegasnya.

Disinggung soal personil keamanan yang dilibatkan dalam penyirisan itu, Nanlohi mengaku, jika dirinya masih terus berkoordinasi dengan TNI maupun Polri.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh yang dikonfirmasi terkait persiapan personil dalam rangka penyisiran dilokasi Gunung botak sendiri, mengaku jika pihaknya belum menerima informasi secara pasti atas pelaksanaan penyisiran yang akan dilakukan hari ini.

“Untuk personil kami yang dilibatkan dalam pengamanan penyisiran besok, kami belum menerima informasi secara pasti. Kita akan koordinasi lagi dengan pak kapolres. Namun bila penyisiran itu dilaksanakan, maka tindak menutup kemungkinan personil kita yang ada di polres Buru, akan beck up,”kata Kabid lewat sambungan Telephone selulernya, tadi malam.

Menurutnya, personil yang akan dilibatkan dalam pengamanan itu, kemungkinan hanya dari polres Pulau Buru saja, pasalnya untuk personil polda Maluku, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Mereka mungkin pakai personil kita disana saja (Polres Buru red). Nanti kita cek perkembangan lagi, berapa banyak personil yang dilibatkan. Kalau sudah ada nanti kami sampaikan,”kuncinya.

Terpisah Kepala Penerangan Kodam XVI/Pattimura, Kolonel Arh Hasyim Lalhakim yang dikonfirmasi terkait keterlibatan personil TNI, dalam penyisiran dikawasan lokasi tambang emas Gunung botak itu juga mengaku, jika pihaknya belum menerima informasi secara pasti.

“Kami belum tahu kalau besok ada rencana penyisiran. Kita kroscek dulu, kalau sudah ada baru disampaikan,”singkat kapendam. (AHA)

Most Popular

To Top