Meneror Karena Terlilit Utang – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Meneror Karena Terlilit Utang

AMBON,AE.––Tim Detasement Khusus (Densus) 88, Polda Maluku, akhirnya mengamankan WR alias Man (33), pelaku penyebar teror terhadap sejumlah Bank di kota Ambon, beberapa waktu lalu.

Pelaku yang juga salah satu Aparatur Sipil negara (ASN), Kantor Pertahanan kabupaten Maluku Tengah itu, tidak bisa berbuat banyak setelah sejumlah personil tanpa berseragam dengan dilengkapi senjata lengkap, mendatangi rumahnya, yang berada di Desa Nania, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Sekira pukul 16.00 WIT, Minggu sore kemarin.

Aksi yang dilakukan oleh warga Nania, itu sempat membuat warga masyarakat resah. Kini keresahan masyarakat, terjawab setelah pelaku diciduk oleh tim anti teror Polda Maluku.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku Ajun Komisaris Besar Polisi Abner Richard Tatuh menjelaskan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Maluku, pasca aksi teror dengan menggunakan surat yang terjadi disejumlah hingga aksi teror bom di Bank Maluku, Cabang Batu Merah, kini terungkap sudah.

“Dari hasil penyelidikan selama kurang lebih dua pekan, maka hari Minggu bertepatan dengan perayaan Natal, tim Densus kita (Polda Maluku red), mengamankan terduga pelaku teror di sejumlah Bank, dikediamannya, dikawasan desa Nania,”jelas Tatuh, kepada wartawan diruang kerjanya, Senin kemarin.

Dikatakan, sebelum diamankan, tim Densus 88, membuntuti pelaku dari kawasan Gunung Malintang, Desa Batu Merah, hingga kekediamannya.

“Tim melakukan penyelidikan, saat itu yang bersangkutan lewat. Setelah dipastikan bahwa ini dalah yang dicari, tim Densus kami langsung buntuti hingga ke kediamannya. Dan langsung amankan, “katanya.
Perwira menengah polda Maluku ini mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku nekat melakukan aksinya itu, karena terdesak dengan persoalan hutang-piutang yang melilitnya.

“Diduga persoalan hutang, membuat bersangkutan (pelaku red) melakukan aksinya. Pelaku meneror dengan surat itu, seola-ola dia sebagai Direktur PT Nusantara Agung Raya,”tuturnya.

Menurut Tatuh, aksi teror yang menggunakan surat di sejumlah Bank itu, dengan mengatasnamakan DIrektur PT. Nusantara Agung Raya, tidak direspon oleh pihak perbankkan, membuat pelaku mengulangi aksinya dengan teror bom, yang ditempatkan pada depan bank Maluku, Cabang Batu Merah itu.

“Ada sepuluh Bank yang dia teror dengan menyurat, pertama Bank BNI Batumerah, Bank Danamon Unit Batumerah, Bank Mandiri Mardika, Bank Mandiri Jalan Pattimura, BCA Mardika, Bank BNI AY Patty, BRI AY Patty, Bank BCA Cabang Ambon, BRI Urimesing,” terang Tatuh.

Dari penangkapan itu, tim Densus juga turut mengamankan sejumlah barang bukti, berupa laptop, printer, dan bahan bahan membuat bom.

“Satu unit Laptop merk HP, satu unit printer Cannon. Printer ini digunakan untuk mencetak surat. Dia cetak di Poka, satu buah gergaji. Gergaji disita di salah satu hotel di Kota Ambon, tempat dia menginap. semen sisa membuat bom, pipa pembuat bom, kemudian kabel. satu buah buku ekspedisi. Buku inilah dia kasih buat tukang ojek itu, dan tukang ojek bawa ke bank bank, antar ke bank, tanda tangan, dan buku ekspedisi itu dibalikkan lagi ke pelaku baru pelaku kasih uang itu,” rincinya.

Mantan Kapolres Maluku Tenggara Barat itu, menambahkan pelaku kini telah diamankan di rutan Polda Maluku, dan masih dalam pemeriksaan secara intensif. Tidak saja ditahan pelaku juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Hasil pemeriksaan sementara itu, aksi yang dilakukan oleh pelaku, tidak ada kaitannya dengan Isis maupun organisasi terlarang lainnya di maluku, maupun Kota Ambon. Ini murni pidana umum dan persoalan hutang,”terangnya.

Pelaku sendiri lanjut Tatuh, dijerat dengan undang-undang tindak pidana terorisme, maupun pengancaman yang disertai dengan pemerasan.

“Pasal 5 UU nomor 15, tahun 2003, tentang terorisme, kemudian pasal 368 KUHPidana, dan pasal 335 KUHPidana. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,”tegasnya.

Kendati demikian, perwira dengan dua melati dipundaknya itu, menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak perlu takut terhadap ancaman maupun aksi teror. “Tidak perlu untuk takut, kita lawan sama-sama segala bentuk kejahatan yang ada. Kalau ada hal-hal yang mencurigakan silahkan laporkan kepada pihak yang berwajib,”pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Maluku Said Assagaff menegaskan, aksi terror yang terjadi dikota Ambon, tidak akan mampu menggoyang maupun mengganggu situasi dan kondisi keamanan yang ada.

“Saya kira tidak ada (aksi terror red), tindak tegas tidak boleh main-main. Muncul sedikit kita basmi, jangan sampai besar. AKarnya muncul akan kita potong akarnya, ”kta dia, kepada wartawan di kantor gubernur Maluku, belum lama ini.

Menurut Assagaff, jangan jadikan Maluku sebagai ajang pertemuan ISIS maupun organisasi terlarang. Maluku sudah sangat aman dan Maluku tidak seperti dulu lagi.(AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!