Toisuta Pertanyakan Sikap Richard – Ambon Ekspres
Politik

Toisuta Pertanyakan Sikap Richard

Terkait SK DPP Golkar

AMBON,AE.—Elly Toisuta tidak merasa dihalang-halangi untuk menjadi wakil ketua DPRD Ambon menggantikan almarhum Husen Toisuta. Akan tetapi, dia mempertanyakan sikap ketua DPD Partai Golkar kota Ambon
Richard Louhenapessy yang mau mengkaji lagi keaslian Surat Keputusan (SK)DPP Partai Golkar tersebut.

Kepada Ambon Ekspres via sms, Senin (26/12) Toisuta mengaku, tidak mau berkomentar banyak. Sebab, menurut dia, Richard selaku ketua yang lebih tahu soal SK DPP Partai Golkar Nomor: B-906/Golkar/XII/2016, perihal Persetujuan Pergantian wakil Ketua DPRD Kota Ambon, yang ditanda-tangani Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham, tertanggal 7 Desember 2016 itu.

“Langsung telepon pak Ris (Richard Louhenapessy) selaku ketua DPD II Golkar kota saja. Supaya lebih jelas,”kata Toisuta.

Terkait kajian atas SK tersebut, dia justeru mempertanyakannya. Sebab, dia mengisyaratkan bahwa SK yang telah dikeluarkan oleh DPP Golkar, tidak perlu dikaji lagi untuk memastikan keaslian dan keabsahannya. “Ya, itu pendapat beliau (Richard Louhenapessy). Itu (SK) kewenangan DPP Partai Golkar. Apakah partai sebesar Golkar akan mengeluarkan SK yang harus diuji lagi keberannya oleh DPD?,”tandasnya.

Meski begitu, dia tidak merasa dihalangi-halangi.”Tidak sama sekali. Hanya menunggu momen yang tepat,”ungkapnya. Dia tidak lagi menjawab pertanyaan lainnya dari wartawan Koran ini.

Pada Kamis (22/12) bendahara DPD Partai Golkar kota Ambon itu mengaku belum menerima fisik SK tersebut. Tetapi ia mengakui, bahwa DPP telah menunjuk dirinya sebagai wakil ketua DPRD Ambon lewat SK itu.

“Memang isi surat itu menunjuk saya sebagai wakil ketua DPRD Ambon menggantikan Almarhum Hi Husen Toisutta. Dan surat sudah diterima oleh DPD I dan tembusan DPD II. Tetapi secara organisasi, surat itu belum disampaikan dalam pleno oleh ketua DPD II Golkar. Jadi kita menunggu saja,”kata dia.

Anggota Komisi II DPRD Ambon ini mengaku, ada beberapa kriteria khusus sesuai petunjuk pelaksana (juklak). Akan tetapi seluruh keputusan dikembalikan kepada DPP untuk diputuskan.

Bahkan menurutnya, tiga nama yang diusulkan ke DPP, seluruhnya layak menempati posisi pimpinan DPRD. Karena ketiga kandidat sama-sama memiliki kriteria. Dan juga sama-sama melakukan lobi-lobi politik untuk menjadi pertimbangan DPP.

Belum Dibahas
Sementara itu, pengurus DPD Partai Golkar kota Ambon, Lucky Sopacua mengatakan, hingga kemarin, belum ada pembahasa mengenai SK tersebut di internal DPD. Ini disebabkan, penerimaan SK bertepatan dengan perayaan Natal.

“Sampai sekarang belum. Karena SK itu keluar bertepatan dengan perayaan Natal. Tidak tahu kapan. Tetapi yang pasti, nanti ada instruksi dari ketua dan sekretaris,”kata Sopacua.

Sopacua mengaku, belum mengetahui langkah selanjutnya setelah rapat internal nantinya. Termasuk pengujian terjadap keaslian SK DPP Golkar.“Saya sendiri tidak tahu soal itu, karena tidak dapat informasi mengenai hal itu. Dan sementara waktu, saya sedang Natal bersama keluarga di Seram,”tambahnya.

Seperti diketahui, sejak melalui DPD I Golkar Maluku, DPD II Golkar kota Ambon mengusulkan tiga nama ke DPP sebagai pengganti mantan wakil ketua DPRD Ambon, Husein Toisuta yang meninggal dunia. Mereka adalah Elly Toisuta, Marcus Pattiapon dan Zeth Pormes.

Perebutan SK sempat terjadi. Masing-masing masuk ke DPP dengan linknya. Pada awalnya, Pattiapon diunggulkan untuk mendapatkan posisi itu, karena sudah dua periode terpilih sebagai anggota DPRD dan sebagai pimpinan partai. Selain itu, dia juga dekat dengan Richard.

Sementara Elly Toisuta dan Zeth Pormes merupakan pemain baru dan terpilih pada periode 2014-2019. Akan tetapi, SK DPP mengesahkan Toisuta sebaga wakil ketua DPRD.

Salah satu poin SK tersebut, yakni menugaskan ketua DPD Partai Golkar kota Ambon ditugaskan, untuk memproses dan menindaklanjuti keputusan pergantian antar waktu wakil ketua DPRD kota Ambon tersebut, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Akan tetapi, diuji lagi untuk dipastikan keaslian, meski telah ditanda tangani oleh ketua umum dan sekretaris jenderal partai Golkar, Setya Novanto dan Idrus Marham. “Menurut suratnya seperti itu. Tetapi akan diuji lagi apakah benar atau tidak SK DPPnya. Tetapi buat kami di DPD Golkar, hal itu tidak masalah. Jadi tunggu saja,”kata Richard seperti diberitakan Ambon Ekspres edisi Sabtu (24/12).

Sejumlah pengurus DPD, termasuk Pattiapon dan Zeth Pormes belum memberikan keterangan. Beberapa kali dihubungi via telepon, tetapi tidak dilayani.(TAB)

Most Popular

To Top