Dokumen CCP Disita Lagi – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Dokumen CCP Disita Lagi

AMBON,AE––Penyelidikan kasus dugaan korupsi dan gratifikasi terkait penataan dan normalisasi gunung botak yang melibatkan dua perusahan, masih terus berlanjut. Rabu kemarin, tim penyelidik kembali menyita dokumen hasil pekerjaan PT.Cita Cipta Pratama(CCP) dari tangan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Alberth.

Dokumen yang disita oleh tim penyelidik berupa hasil on the spot atau pemeriksaan fisik terkait pekerjaan PT.CCP dalam melakukan normalisasi sungai Anahoni. Perusahaan ini, beroperasi melalui lelang yang dilakukan oleh Dinas PU Maluku.

Selain CCP, ada juga PT. Buana Pratama Sejahtera (BPS) yang bertugas untuk melakukan pengangkatan sedimen yang mengandung limbah mercury. Hanya saja, PT.BPS bekerja dibawah kendali dinas ESDM Maluku.”Tim penyelidik minta dokumen berupa hasil pemeriksaan atau on the spot terkait pekerjaan yang dilakukan oleh PT.CCP di Gunung Botak, ” ungkap sumber koran ini.

Dikatakan, dokumen tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana atau seberapa besar total pekerjaan yang dilakukan oleh PT.CCP. Mengingat, sesuai kontrak kerja, PT.CCP mempunyai waktu 120 hari untuk melakukan normalisasi sungai Anahoni.

BACA JUGA:  Polisi Diam Ancaman pun Datang

“Kontrak kan 120 kerja. Jadi penyelidik mau lihat hasil on the spot, seberapa banyak atau besar volume pekerjaan PT.CCP itu. Dan dokumen itu tadi dibawa oleh PPTK, Pak Alberth, “beber sumber lagi.

Anehnya, sampai berakhirnya masa kontrak kerja, PT CCP tidak mampu menyelesaikan tugasnya. Parahnya lagi, perusahaan tersebut malah ikut mengangkut sedimen yang merupakan limbah berbahaya yang merupakan tugas dari PT.BPS.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette saat dikonfirmasi lewat telepon seluler belum dapat memastikan apakah benar tim kembali menyita dokumen pekerjaan PT.CCP. Namun Rabu kemarin tim penyelidik kembali melakukan pemeriksaan terhadap Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam pekerjaan normalisasi sungai Anahoni.

“Kalau penyitaan saya tidak tahu. Tetapi ada pemeriksaan KPA proyek normalisasi sungai Anahoni yakni, Meggie Samson selaku Kepala sub Bidang sungai dan pengairan Dinas PU Maluku, “jelasnya.

Dalam pemeriksaan, kata Sapulette, Samson dicecar sekitar 30 pertanyaan seputar mekanisme lelang hingga hasil pekerjaan yang dilakukan oleh PT.CCP. Apakah ada dokumen yang disita dari tangan KPA, Sapulette mengakui dokumen hanya disita dari tangan PPTK proyek.

BACA JUGA:  Jaksa Amini Tantangan DPRD Maluku

Sedangkan untuk panggilan Kadis ESDM Maluku, Martha Nanlohy, dijadwalkan pada awal Januari mendatang. Panggilan terhadap Nanlohy, sudah untuk yang ketiga kalinya. Olehnya itu, Sapulette berharap agar jika dipanggil, maka Nanlohy diminta agar kooperatif memenuhi panggilan jaksa. (AFI)

Click to comment

Most Popular

To Top