Januari Repo Digarap Lagi – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Januari Repo Digarap Lagi

AMBON,AE––Tim penyelidik Kejaksaan Tingi Maluku tengah menyusun agenda lanjutan terkait penyelidikan kasus transaksi Repo Bank Maluku-Maluku Utara dengan PT.AAA Securitas. Diperkirakan awal Januari 2017 nanti, barulah kasus yang merugikan Bank Maluku ratusan miliar itu intens digarap.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette saat dikonfirmasi melalui telepon seluler menjelaskan, sebagaimana yang telah dikatakan oleh Kajati Maluku beberapa waktu lalu, jika kejaksaan mempunyai strategi dalam mengusut kasus Repo. Misalnya, berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Maluku, OJK serta beberapa lembaga terkait untuk melakukan audit investigasi.

“Kan kita masih berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti BPKP, OJK untuk bersama membantu Kejaksaan dalam mengusut kasus ini. Peran lembaga semisal BPKP kan untuk melakukan audit, “terangnya.

Menurut Sapulette mengutip keterangan Kajati beberap waktu lalu, jika pada tanggal 31 Januari 2017 mendatang, merupakan batas waktu jatuh tempo. Artinya, batas waktu transaksi antara Bank Maluku dengan PT.AAA Securitas akan berakhir.

BACA JUGA:  Jaksa Jangan Diamkan Kasus Dana Atlet

Jika ditanggal jatuh tempo itu PT.AAA Securitas juga tidak membayar hutangnya, maka akan diketahui secara total kerugian yang dialami oleh Bank Maluku. Sehingga, saat itulah BPKP akan melakukan audit investigasi dari transaksi Repo bodong antara Bank Maluku dengan PT.AAA Securitas.

“Olehnya itu ada strategi dari penyelidik kapan bergerak dan kapan bertindak. Kita tidak ingin terburu-buru ataupun sengaja memperlambat, “tegasnya.

Disamping itu, tambah juru bicara Kejati Maluku itu, direncanakan akan ada permintaan keterangan lanjutan dari pihak internal Bank Maluku. Olehnya itu, proses pemeriksan terhadap pihak-pihak terkait akan diagendakan pada Januari 2017 mendatang.

“Kemungkinan Januari 2017 barulah agenda permintaan keterangan lanjutan dalam kasus Repo ini berjalan lagi, “pungkasnya.

Kendati begitu, kasus Reverse Repo ini telah menyita perhatian publik. Apalagi ditahun 2016 ini, beberapa kali Kejaksaan mengundur agenda penyelidikan. Bahkan, Kejaksaan juga pernah berjanji akan memberikan kejutan, namun hal itu hanyalah janji palsu semata.

BACA JUGA:  48 Tahun Berkonflik, Kini Hidup Berdampingan

Ketua DPW Indonesia Investigasi Korupsi (IIK) Maluku, Faizal Yahya Marasabessy menegaskan, Kejaksaan harus memberikan kepastian dan mengambil langkah tegas, bukan hanya sekedar janji. Karena yang ditakutkan, apa yang pernah terjadi ditahun 2016 terkait kasus Repo, dapat terulang ditahun 2017 mendatang.

“Kita harapkan ada langkah baru dari Kejaksaan untuk mengusut kasus-kasus yang saat ini ditangani, termasuk Repo Bank Maluku, “tegasnya.

Karena jika dilihat, proses penyelidikan kasus Repo sudah berjalan cukup lama, namun belum menemui titik terang. Olehnya itu, kasus Repo harus menjadi perhatian serius dari aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Maluku.

“Yang kita harapkan, Kejaksaan harus fokus dan tidak lagi mengulur-ulur waktu dalam menuntaskan kasus yang diduga merugikan Bank Maluku ratusan miliar rupiah ini. Apalagi proses penyelidikannya sudah berlangsung cukup lama, tetapi belum menemui titik terang, “pintanya.

Olehnya itu, Marasabessy berharap agar Kejaksaan mempunyai satu komitmen untuk berupaya menuntaskan kasus Repo ditahun 2017 mendatang.
“Kita berharap kasus ini bisa tuntas tahun depan. Jangan lagi menjadi kasus tahunan, “pungkasnya. (AFI)

Click to comment

Most Popular

To Top