Target Menang Besar Versus Kejutan – Ambon Ekspres
Politik

Target Menang Besar Versus Kejutan

AMBON,AE.—Pasangan Ramly Umasugi-Amus Besan menargetkan kemenangan diatas 80 persen, sekaligus membuat rekor per-olehan suara terbanyak dalam sejarah Pilkada di Maluku. Namun, bagi pasangan Bakir Hentihu-Amrullah Madani Hentihu, target itu jauh panggang dari api.

Bilal Tuhulele, Relawan Generasi Muda Pemenangan Pasangan Ramly-Amus (Garda Paris) mengatakan, terdapat beberapa alasan atau indikator kuat target pasangan dengan akronim RAMA itu dibuat. Pertama, trend elektabilitas (keterpilihan) RAMA yang terus menanjak sejak pasangan ini dideklarasikan.

Hasil Simulasi elektabilitas di 179 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 259 TPS yang dilakukan pada beberapa bulan lalu, RAMA mendapatkan 72 persen. Sedangkan pasangan Bakri Lumbessy-Amrullah Madani Hentihu atau disingkat BARU hanya 16,75 persen.

Sebelumnya, pada bulan Oktober, lanjut Bilal, survei Sinergi Data Indonesia (SDI) menunjukkan elektabilitas RAMA sebesar 78 persen. Pasangan hanya 16,17 persen. Terakhir, hasil simulasi tim relawan, elektabilitas RAMA bedah tipis dengan hasil survei SDI tersebut. Elektabilitas RAMA, kata dia, akan terus bertambah.

“Selama 1,5 bulan masa kampanye, pasangan RAMA sudah berkampanye di semua kecamatan dan desa. Nah, kami sangat yakin, trend ini (elektabilitas) terus naik di sisa masa kampanye,”kata Bilal kepada Ambon Ekspres, Kamis (29/12).
Indikator kedua, lanjut dia, figuritas pasangan RAMA—khususnya Ramly Umasugi—incumbent yang sukses dalam kepemimpinannya selama lima tahun. Hampir di semua aspek pembangunan.

Keberhasilan Ramly yang juga ketua DPD Partai Golkar Buru itu, kata Bilal, dijadikan bahan kampanye dan sosialisasi. Dan, terbukti mampu membentuk prefrensi sebagian besar pemilih untuk melabuhkan pilihan kepada pasangan RAMA. “Artinya dia sebagai incumben yang suksues dalam proses pembangunan. Tinggal melanjutkan kerja nyata itu saja. Ini menjadi isu yang sangat laku di masyarakat,”jelas Bilal.

BACA JUGA:  Kinerja Harus Jadi Indikator Perombakan

Kemudian, perilaku pemilih (voter behavior) di Maluku yang cenderung memilih pasangan calon yang berpeluang menang, baik melalui informasi di media massa, lembaga survei dan maupun secara langsung di masyarakat. Untuk Pilkada Buru, ungkap Bilal, hampir semua orang sudah mendapatkan informasi peluang kemenangan itu.

Alasannya lainnya, tokoh yang bergabung ke pasangan BARU seperti Husni Hentihu dan Etha Hentihu, lanjut dia, sudah tidak memiliki pengaruh signifikan. Potretnya pada hasil survei bulan November dengan elektabilitas BARU yang tidak sampai 20 persen. Apalagi, sebagian tim pemenangan Bakri pada Pilkada 2011 sudah beralih dukungan untuk Ramly.

“Sehingga target kemenangan RAMA mencapai 80 persen, itu bukan angka yang mustahil. Karena ini bukan cerita patah jari, tapi sesuai realitas di lapangan saat ini. Jika terbukti, menjadi rekor terbaru dalam Pilkada di Maluku, ”pungkasnya.

Seperti ditulis Ambon Ekspres sebelumnya, Bilal juga mengklaim, basis pendukung RAMA di kecamatan Lolongguba, Waelata, Waeapo, Fenaleisela, Kaiely dan Namlea. Empat kecamatan di dataran Waeapo diklaim sebagai basis adat Amus Besan, yakni camatan Waeapo Lolongguba, Waesala dan Kaiely.

Sedangkan pasangan Bakri Lumbessy-Amrullah Madani Hentihu yang disingkat BARU, berdasarkan pantauan wartawan Koran ini, ada di kecamatan Batabual, Waeapo, Waelata dan Fenaleisela. Bahkan Fenaleisela diklaim sebagai salah satu basis utama BARU, karena selain pengaruh paslon, juga Aziz Hentihu yang merupakan anggota DPRD Buru dari wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Ratusan Mahasiswa Unidar Turun Jalan Lagi

Kejutan
Berbeda tim RAMA, tim pemenangan BARU justeru belum ingin menuyebutkan angka survei peluang kemenangan. Akan tetapi dari beberapa indikator yang dipakai, tim mengaku optimis, pasangan BARU yang akan membuat kejutan di Pilkada Buru 2017. Sehingga, target kemenangan diatas 80 dari RAMA, dianggap hal biasa dan tidak berpengaruh sama sekali terhadap konsolidasi dan kampanye BARU.

“Silahkan saja. Sebenarnya itu kan biasa saja. Tapi realitas dibawah dan komparasi dukungan politik dari tokoh, maka BARU bisa bikin kejutan nanti,”kata Tim Pemenangan pasangan BARU, Almudatsir Sangadji, kemarin.

Kejutan kemenangan diprediksi akan terjadi, berdasarkan beberapa faktor. Diantaranya, upaya RAMA untuk melawan kotak kosong dengan mendapatkan rekomendasi semua partai politik, yang gagal. Gagalnya upaya itu dan munculnya BARU, kata Almudatsir, melahirkan simpati bagi pasangan yang diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebab, sebelumnya, nyaris semua pemilih sudah mengarahkan dukungan ke RAMA.

“Masyarakat menganggap tidak ada lagi pasangan calon yang lain atau tidak ada lawan tanding. Nah, munculnya BARU ini merupakan suatu fenomena yang menarik. Hitungan saya, kemungkinan akan ada migrasi dukungan dari RAMA yang kemudian memilih BARU, kemungkinan angkanya cukup besar,”jelas Almudatsir.

Selain itu, pasangan BARU juga didukung oleh komparasi tokoh yang memiliki pengaruh, yaitu mantan bupati Buru dua periode Husni Hentihu, mantan calon wakil Bupati Etha Hentihu, tokoh di birokrasi Moh Mukadar dan anggota DPRD Buru asal PK, Sudarmo. Figur-figur ini—kecuali Sudarmo—pernah bertarung pada Pilkada sebelumnya.

BACA JUGA:  Jaksa Mulai Bongkar Gratifikasi BPS

Almudatsir melanjutkan, pasangan BARU juga dikuatkan dengan sejarah pertarungan Bakry dengan Ramly. Pada Pilkada Buru 2011, Ramly yang berpasangan dengan Juhana Sudrajat meraih 28.237 suara dan Bakry Lumbessy-Etha Hentihu mengantongi 24.348 atau selisih hanya 3.889 suara.

Menurut Almudatsir, ini fakta yang positif bagi pasangan BARU. Sebab, saat itu Ramly didukung penuh oleh Husni Hentihu yang memiliki pengaruh, tapi sekarang melawan Ramly.“Padahal saat itu pak Husni masih berkuasa dan mendukung pasangan Ramly dan Juhana. Tapi selisih suara mereka dengan Bakri Lumbessy yang saat itu berpasangan dengan Etha Hentihu tidak terlalu banyak, ”ungkapnya.

Selain itu, pasangan BARU juga didukung oleh aliansi paguyuban yang cukup banyak. Misalnya dari suku Buton dan Bugis. Kemudian, basis dukungan masyarakat Jawa di kecamatan Waeapo. Akumulasi variabel-variabel itu, lanjut dia, membentuk dukungan yang massif dan signifikan dari masyarakat. Banjir massa saat deklarasi pasangan dengan nomor urut itu pada Oktober lalu, merupakan fakta yang tak bisa dielakkan.

Berlanjut saat kampanye di kecamatan dan desa-desa di Buru. Selain itu, program yang dijual cukup rasional dan objektif, sehingga pasangan ini mendapatkan simpati tak sedikit. Di sisi lain, dia mengaku, RAMA juga memiliki massa yang signifikan. Tetapi, cenderung bukan massa ideologis. Sehingga mereka masih berpeluang untuk berpindah pilihan ke BARU.

“Tetapi mereka yang masih ragu dalam menentukan pilihan juga masih banyak. Dan itu ada di kubu RAMA. Jadi, kalau ada klaim kemenangan diatas 80 persen, nanti diuji tanggal 15 Februari, ”tandasnya.(TAB)

Click to comment

Most Popular

To Top