PPP-PAN Beri Sinyal, PKS Belum Bahas – Ambon Ekspres
Politik

PPP-PAN Beri Sinyal, PKS Belum Bahas

Terkait Pencalonan Kembali Assagaff 

AMBON,AE.—Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) member sinyal akan kembali mengusung Said Assagaff sebagai calon Gubernur Maluku 2018. Keberhasilan pemerintah Provinsi Maluku dibawah kendali Assagaff dan wakilnya, Zeth Sahuburua menjadi alasan utama.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW PPP Maluku, Apras Pattisahusiwa mengatakan, PPP masih tetap komitmen untuk mendukung Assagaff dan Sahuburua. Karena itu, PPP tetap akan mengawal hingga akhir masa jabatan.

“Kalau untuk sekarang, kita masih tetap dukung pak Bib (Said) Assagaff, karena kita mendukung beliau kemarin. Dan kita tuntaskan sampai dengan beliau selesai masa jabatan dalam periode pertama,”kata Apras saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Selasa (3/1).

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Maluku, kata Apras, belum membicarakan kandidasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku 2018. Pasalnya, masih fokus untuk kerja pemenangan pemilihan bupati dan wakil bupati dan wali kota dan wakil wali kota Ambon 2017.

Akan tetapi, akui ketua tim data pasangan Said Assagaff-Zeth sahuburua (SETIA) dalam Pilgub Maluku 2013 itu, PPP cenderung akan mengusung lagi Assagaff. “Kalau ada keinginan berikutnya, tentu kita akan lakukan rapat wilayah lagi untuk kita tentukan, apakah kita tetap mendukung pak Bib (Said Assagaff) atau tidak. Tetapi kecenderungan untuk mendukung lebih besar,”jelas mantan anggota DPRD kota Ambon itu.

Kecenderungan itu, lanjut dia, didasari atas beberapa pertimbangan. Diantaranya, Assagaff masih berada jalur komitmen untuk menjalankan visi dan misi sejak dilantik Maret 2014 hingga sekarang. Terutama membangun harmonisasi dan toleransi. “Karena sampai dengan hari ini, kita anggap beliau berhasil. Terutama dalam harmonisasi masyarakat, beliau cukup berhasil,”ungkapnya.

Sedangkan dari sisi pembangunan dan kesejahteraan, dia menilai, masih terdapat sejumlah masalah—khususnya kemiskinan—yang menjadi kritikan. Namun, jumlah penduduk miskin di Maluku yang masuk pada urutan kelima terbanyak di Indonesia, sebetulnya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota.

Meski begitu, masalah kemiskinan tetap menjadi pekerjaan rumah Assagaff dan aparatur pemerintah provinsi Maluku untuk menurunkan jumlahnya. Paling tidak, diakhir masa pemerintahan Maluku keluar dari lima besar daerah termiskin di Indonesia.

Pertimbangan berikutnya, jika kembali maju, maka Assagagaff dalam posisi sebagai incumbent dan telah memiliki popularitas. Karena itu, berpeluang besar untuk menang lagi dibandingkan sejumlah nama yang telah beredar di masyarakat saat ini, yaitu Michael Wattimena, Nono Sampono, Murad Ismal dan lainnya.

“Kemungkinan yang baik, adalah beliau kan sementara masih menjabat sebagai gubernur. Karena itu, beliau punya peluang satu langkah ke depan dibandingkan dengan figur yang lain,”ketusnya.

Belum ada komunikasi resmi dari DPW secara organisasi dengan Assagaff mengenai pilgub. Tetapi Assagaff yang juga ketua DPD Partai Golkar provinsi Maluku, itu sudah berkomunikasi ketua DPW PPP Maluku Syarif Hadler dan Sekretaris Wilayah Arif Hentihu.

“Kita masih fokus dulu untuk Pilkada kota Ambon dan beberapa daerah lainnya. Terutama Ambon dan Buru. Tetapi komunikasi ketua dan sekretaris wilayah dengan pak Bib, berjalan terus kok,”akuinya.

Disinggung terkait bakal calon wakil gubernur untuk Assaggaf, menurut dia, tergantung Assagaff. Yang pasti, figur yang memiliki kemampuan dan pengaruh di masyarakat. “Tapi tergantung dari beliau (Assagaff) dan masih banyak potensi yang jadi calon wakil gubernur. Termasuk wakil gubernur sekarang,”pungkasnya.

Kader PAN, Kenny Lestaluhu juga mengatakan, PAN akan tetap mengusung Assagaff. Dari sisi politik, Assagaff sudah berkontribusi untuk PAN. Alasan terpenting, kata dia, adalah pemerintahan provinsi Maluku yang dikendalikan oleh Assagaff dan Sahuburua berjalan dengan sukes hingga sekarang.

“PAN tetap mengusung beliau, karena selama ini, kami perhatikan beliau sukses membangun Maluku. PAN siap bekerja untuk mengantarkan pak Bib menjadi gubernur Maluku lagi,”ungkap Kenny.
Memang belum ada rapat resmi partai. Namun, sebagian besar internal PAN, kata dia, sangat mendukung Assagaff kembali mencalonkan diri sebagai gubernur.

Sementara itu, Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Maluku Dudi Sahupala mengatakan, pleno PKS belum membahas terkait Pilgub. Masih fokus pada kerja pemenangan Pilkada 2017.

“Karena ada beberapa hal lain yang masih menjadi fokus. Terutama Pilkada serentak 2017. Nanti setelah Pilkada 2017, baru kita bicarakan terkait dengan Pilkada 2018, supaya bertahap,”singkat Sahupala.

Untuk diketahui, pemilihan Gubernur Maluku tahun 2013, pasangan Said Assagaff-Zeth Sahurua diusung oleh Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Pelopor dan PNI Marhaenisme serta Partai Damai Sejahtera (PDS).

Pasangan dengan akronim SETIA itu memperoleh 389.884 suara (50,4 persen) pada putaran kedua. Sedangkan rival mereka, pasangan Abdullah Vanath-Marthin Jonas Maspaitella yang diusung oleh 15 partai non parlemen mendapatkan 383.705 suara (49,6 persen).

Tiga pasangan calon lainnya tersingkir pada putaran pertama, yaitu Herman Koedoebeon-Daud Sangaji (Mandat) menempati dengan 188.224 suara (21,57 persen), Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa (Beta Tulus) 162.622 suara (18,64 persen) dan pasangan Jacobus Puttileihalat-Arifin Tapi (Bob-Arif) 117.746 suara (13,49 persen).(TAB)

Most Popular

To Top