Sam: Saya dan Richard, Bukan PAPARISSA BARU – Ambon Ekspres
Politik

Sam: Saya dan Richard, Bukan PAPARISSA BARU

Soal Klaim Keberhasilan Pembangunan Kota Ambon

AMBON,AE.—Bakal calon wakil Wali kota Ambon, Muhammad Armin Syarif Latuconsina alias Sam, mempertanyakan klaim pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler berhasil membangun kota Ambon lima tahun lalu. Padahal,
pasangan dengan akronim PAPARISSA BARU itu belum pernah menang, apalagi memimpin kota ini bersama.

“Kalau PAPARISSA BARU sudah terbukiti dan teruji, kapan mereka ((Ri- chard-Syarif) berpasangan, kapan mereka manang? Kapan mereka memimpin?. Seolah-olah pembangunan kota hasil kerja Richard dan Syarif,”kata Sam kepada Ambon Ekspres di Resto Ocean, Selasa (3/1).

Sam pernah menjabat wakil wali kota Ambon bersama dengan Richard Louhenapessy periode 2011-2016. Mereka maju lagi di pemilihan walikota dan wakil walikota Ambon 2017. Tapi sudah berpisah.

Sam menjadi calon wakil wali kota yang berpasangan dengan Paulus Kastanya, dengan akronim PANTAS. Sedangkan Richard, tetap maju sebagai calon wali kota, berpasangan dengan Syarih Hadler. Pada pilwakot 2006, Richard-Syarif juga berpasangan, tetapi kalah.

Dalam masa kampanye ini, pasangan PAPARISSA BARU mengklaim telah berhasil dan teruji. Baik saat kampanye tatap muka, maupun melalui alat peraga kampanye berupa spanduk, baliho, stiker dan media massa.
Menurut Sam, tidak salah jika Richard mengklaim telah berhasil dan teruji. Namun, klaim atas nama pasangan Richard-Syarif, itu merupakan proses pembodohan terhadap masyarakat Kota Ambon.

“Kalau Pak Richard yang klaim secara pribadi, itu gak ada masalah. Karena beliau sebagai wali kota dan saya sebagai wakil wali kota. Tapi kalau klaim hari ini bahwa kota ini maju dengan jargon PAPARISSA BARU sudah terbukit dan teruji, itu pembodohan namanya. Karena mereka berdua belum pernah berpasangan dan memimpin kota ini,”jelas Sam.

BACA JUGA:  Polisi : Boks Isi Alat Tulis

Sam melanjutkan, selama kepemimpinan PAPARISA (Pasangan Pemimpin Ambon Richard-Sam), banyak keberhasilan yang telah diraih. Lima program unggulan mereka, yaitu Ambon Bersih di siang hari, Ambon terang di malam hari, Ambon tertib transportasi, Ambon berkualitas dalam pelayanan publik dan Ambon yang partisipatif serta program pembangunan lainnya. Kemudian, menciptakan Ambon yang aman dan damai.

“Perkembangan kota ini, saya kira adalah hasil kerja bersama, dimana ada berbagai komponen di dalamnya. Mulai dari Wali kota, wakil wali kota, SKPD dan stakeholkder lainnya. Sehingga mengapa saya bikin tulisan di salah satu media lokal hari ini (kemarin). Tujuannya untuk mengklarifikasi dan mengedukasi bahwa kerja-kerja untuk kemajuan kota ini adalah hasil kerja bersama,”tuturnya.

Keberhasilan ini, kata Sam, tidak didapatkan dengan mudah. Prosesnya dimulai dari kerja pemenangan dia dan Richard sampai realisasi visi, misi dan program dalam kapasitas mereka sebagai wali kota dan wakil wali kota saat itu.

“Prosesnya seperti itu. Nah, pemenangan itu bukan Richard saja, kemenangan itu bagian dari kontribusi saya sebagai calon wakil wali kita ketika itu. Karena faktanya, Richard pernah maju berpasangan engan Syarif Hadler, tapi itu juga kalah. Itu dasar pikirnya,”paparnya.
Saling Menghargai

Berbeda dengan tim PAPARISSA BARU, akui Sam, tim PANTAS tidak pernah memakai jargon atau tagline keberhasilan dalam kampanye. Apalagi mengklaim secara sepihak. “Karena pemimpin saling menghormati. Pak Richard juga dalam mengungkapkan keberhasilan, beliau juga tidak boleh lepas pisahkan bahwa ini juga ada campuran tangan pak Sam Latuconsina. Di beberapa tempat, saya juga sampaikan demikian. Saya tidak mengklaim bahwa ini punya saya sendiri,” katanya.

BACA JUGA:  Tunjangan Sergur Siap Direalisasikan

Sam menyatakan, dia harus mengklarifikasi klaim tersebut. Sebab, dia bersama dengan Richard bekerja untuk membawa Ambon maju dan berkembang seperti sekarang. “Saya kira warga kota ini menjadi saksi, bahwa Sam Latuconsina tidak duduk di belakang meja, lalu serta merta berkoar-koar.

Saya berkeringat dan berdarah-darah dengan kapasitas saya sebagai wakil wali kota kala itu. Saya harus bilang ini, karena saya bekerja. Kalau saya diamkan dan amini, itu saya menjustifikasi bahwa pasangan ini (PAPARISSA BARU) yang kemarin memimpin di kota ini,”tegas mantan kepala dinas Tata Kota Ambon pada masa kepemimpinan Jopi Papilaja dan Olivia Latuconsina.

Pasangan PANTAS, lanjut Sam, disokong oleh tiga kekuatan besar. Pertama, kelompok pemenangan yang diprakarsai oleh sembilan partai politik koalisi, kedua tim penggalangan yang dipimpin oleh sektetaris DPD PDI Perjuangan provinsi Maluku Lucky Wattimuri untuk menggalang masyarakat di luar partai dan ketiga, tim relawan yang dipimpin oleh Decky Mailoa.

Menurut dia, strategi yang sedang dijalankan, sudah benar. Sehingga, dia optimis PANTAS keluar sebagai pemenang dalam perang kota ini. “Kita yakin strategi perjuangan kita ini sudah benar. Dan mudah-mudahan tidak meleset sampai tanggal 15 Februari mendatang. Dan kita yakin, bisa memenangkan pertarungan ini,”pungkasnya.

BACA JUGA:  Polisi: Kematian Balubun, Murni Kecelakaan

Optimisme yang sama juga disampaikan sekretaris tim pemenang PANTAS, Phill Latumaeriisa. Di sisi lain, menurut dia, kliaim keberhasilan sepihak oleh PAPARISSA BARU tidak berdampak terhadap penurunan dukungan kepada PANTAS.

“Sama sekali tidak. Karena pak Sam adalah bagian dari keberhasilan itu. Dan, saya yakin masyarakat kota sudah tahu itu,”singkat Phill.

Analisis politik Almudatsir Sangadji mengatakan, progres PANTAS mengalami peningkatan yang signifikan. Hal itu terjadi karena sejumlah factor, diantaranya, PANTAS diusung dan didukung oleh 9 partai politik dengan jumlah 25 kursi di DPRD Kota Ambon. Mesin partai-partai ini maksimal digerakkan untuk menghimpun kekuatan di level basis masing-masing.

Dukungan terhadap PANTAS dilihat tidak sebatas saat pencalonan atau untuk memenuhi persyaratan pencalonan. Akan tetapi, hubungan antar wakil partai di parlemen dan Walikota dan wakil Walikota ketika terpilih, baik dalam kebijakan anggaran, pengawasan dan regulasi.

“Dukungan yang lebih besar kepada PANTAS dibandingkan dengan PAPARISSA BARU. Ya, tinggal dimaksimal saja dukungan 9 partai politik itu,”kata Almudatsir kepada Ambon Ekspres via seluler, Senin (2/1).

Selain itu, kampanye PANTAS yang menurut Almudatsir, cukup terbuka dan menyentuh basis secara tepat. Kemudian, visi, misi dan program yang rasional dan indikatif atau dapat diukur pencapaiannya.

Misalnya, program pengentasan kemiskinan dengan membuka lapangan kerja dan di bidang kesehatan berupa pengadaan mobil kesehatan keliling untuk pelayanan utama di kecamatan. Ini disampaikan dengan baik saat debat kandidat tahap pertama yang diselenggarakan oleh KPU Kota Ambon di Baileo Siwalima, Oktober 2016.(TAB)

Click to comment

Most Popular

To Top