3 Wanita Cantik Ditipu – Ambon Ekspres
Amboina

3 Wanita Cantik Ditipu

AMBON, AE.— Aparat kepolisian akhirnya mengeluarkan tiga gadis cantik dari Karaoke Paparissa, dan dibawa ke polres Pulau Ambon guna dimintai keterangan. Mereka akan dipulangkan ke orang tuanya, di Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Tiga wanita cantik itu, Asianggi Irenita (20), Fitria Sulaiha (19), Dwidiyah Ubaidila (20). Mereka diduga jadi korban penipuan salah seorang wanita di Surabaya, Erni. Dialah yang merekrut ketiga wanita mudah dan dibawa ke Ambon dan dipekerjakan di karaoke.

Jumat (6/1), sekira pukul 15:00 anggota Polres Ambon menyembangai karaoke Paparissa, terletak di kawasan Wayame, Teluk Ambon. Karaoke itu diketahui milik Ongko Koa.

Operasi dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres AKP Teddy. Sekira pukul 16:00, tiga wanita mudah ini dibawah ke Mapolres Ambon untuk dimintai keterangan.” Sudah 10 hari kita di sini (Ambon-red) , yang bikin tergiur itu katanya iuran gede Rp25 juta dan Rp35 juta selam dua bulan. Kalau sampai selesai itu kontraknya 5 bulan tetapi tidak sesuai dengan perjanjian.

BACA JUGA:  Istri Minta Suami Nikahi Sahabat

Kita juga merasa tidak nyaman dan merasa ditipu. kita sering hubungi keluarga mau pengen pulang aja.” Kata Asianggi Irenita (20), di lokasi kejadian, kemarin

Awalnya Fitria Sulaiha, membaca tawaran kerja melalui sosial media (Somed) di akun Facebook (FB) milik Erni, Kemudian Fitria mendatangi Erni di rumahnya, di Surabaya. Dan korban dijanjikan pekerjaan akan menjadi SPG bir bintang di karaoke Paparisa dengan gaji Rp25 juta Rp35 juta selama dua bulan. Di tambah fasilitas tempat tinggal yang nyaman atau mewah.

Kemudian korban mengajak dua temannya dari satu Desa yang sama dengan korban untuk bertemu Erni. Dan hasil kesepakatan antara Erni dan 3 korban ini, mereka akan diberangkatkan dari Surabaya menuju Ambon dengan tiket pesawat yang dibiayai Erni.

Hanya saja tiket itu tidak gratis. Tiket tersebut merupakan utang yang ditalangi Erni untuk kemudian di ganti setelah tiga anak muda ini bekerja, sebesar Rp. 29 juta.

BACA JUGA:  4 Jam Diinterogasi, Hentje Bungkam

Ketiga korban di tampung di rumah Erni selama tiga hari dan di berangkatkan ke Ambon, pada tanggal 23 malam tiba 24 Desember. Di bandara Pattimura korban di jemput oleh karyawan dari karaoke paparissa. Tiba di karaoke , korban di breafing oleh pemilik.

Dengan tugas korban melayani tamu sebagai pemandu karaoke, ikut nyanyi dan ikut minum. Korban akan mendapat komisi 10 persen per botol. Selain itu, korban akan mendapat gaji di bagi dua dari nilai bokingan.
Korban tidak diberitahu jumlah gaji perbulan yang didapat. Para korban ini kerja kurang lebih 10 hari, namun mereka tidak mendapatkan persenan dari minuman yang terjual, maupun dari harga bokingan.

Pendapatan mereka juga tergantung uang tip dari yang memboking. Janji bos kepada korban, 1 bulan kerja baru dapat gaji, 7 hari bekerja korban tidak betah, dan ingin pulang karena tidak sesuai perjanjian .

Mereka ditekan membayar hutang Rp.3.200.000 baru bisa kembali.” Korban merasa ditipu dan terjebak hutang oleh pemilik.Keinginan korban hanya ingin pulang dan tidak ingin memproses hukum,” jelas Kasat Reskrim.

BACA JUGA:  Pesisir Pantai Piru Dipenuhi Sampah

Polisi mencari tiga gadis ini setelah ada laporan ke pihak kepolisian di Polda Jawa Timur. Kemudian dilakukan koordinasi bersama Polres Ambon, guna ditindak lanjut.” Pengaduaan orang tua ke polisi. Kemudian dilakukan koordinasi sehingga kita tindaklanjuti,” jelasnya.

Dipastikan pihaknya akan melakukan koordinadi dengan pihak Dinas Sosial untuk menampung ketiga gadis muda untuk diberikan pembinaan untuk dikembalikan ke orang tuanya.” Pasti kita akan koordinasi dengan Dinas Sosial, untuk masalah ini,” tutup Kasat.(ERM)

Click to comment

Most Popular

To Top