Polisi Mendadak Ditarik, GB “Dikepung” – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Polisi Mendadak Ditarik, GB “Dikepung”

Ambon, AE.–– Polisi tiba-tiba ditarik dari pengamanan Gunung Botak. Aparat TNI pun terpaksa menarik diri, karena hanya mendukung tugas polisi. Gunung Botak kini tanpa pengamanan. Munculnya instabilitas keamanan di areal tambang itu kini mengancam. Setelah penarikan, ratusan penambang kembali masuk Gunung Botak.

Sampai tadi malam belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dengan penarikan pasukan secara total ini. “Saya belum dapat informasi. Cek saja langsung ke Kapolres (Kapolres Buru –red),” kata Kabag Humas Polda Maluku, AKBP Tatuh kemarin, ketika dihubungi Ambon Ekspres.

Tatuh enggan panjang lebar soal penarikan pasukan ini. Namun informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, penarikan itu atas perintah Kapolda Maluku, Brigjen Ilham Salahudin. Sampai tadi malam, jenderal bintang satu ini tidak dapat dihubungi terkait dengan informasi penarikan pasukan.

Informasi lain menyebutkan, penarikan pasukan ini atas perintah Markas besar Polri di Jakarta. Gubernur Maluku, Said Assagaff dikabarkan kecewa dengan penarikan pasukan ini. Pasalnya, apa yang dilakukannya berdasarkan perintah Presiden RI, Joko Widodo.

BACA JUGA:  Dulu Dicibir, Kini Banyak yang Mengikuti Pilihannya

Presiden saat berkunjung ke Namlea, Pulau Buru, dua tahun lalu memerintahkan, gubernur untuk menutup total Gunung Botak. Ini didasarkan pada ancaman instabilitas keamanan disana. Selama aktivitas penambangan illegal berlangsung sudah puluhan bahkan ratusan orang dikabarkan terbunuh.

Beberapa kali sempat terjadi bentrokan baik antar penambang illegal yang berbeda suku, maupun masyarakat setempat. Ini terjadi karena perebutan lahan emas. Tiga tahun lalu, sempat terjadi bentrokan besar-besaran, hingga terbunuhnya puluhan orang.

Dua tahun lalu, gubernur akhirnya melaksanakan perintah Presiden untuk menutup areal penambangan illegal Gunung Botak. Para penambang illegal diperintahkan meninggalkan Pulau Buru. Aparat keamanan dari Polisi dan dibantu TNI mengamankan areal tambang itu.

Selama itu, tidak ada lagi tindak kriminal. Kemarin, tiba-tiba polisi ditarik. Aparat TNI yang selama ini mengamankan Gunung Botak terpaksa menarik diri karena hanya mendukung tugas kepolisian. Kini Gunung Botak tidak lagi dijaga aparat keamanan.

Gubernur yang dikonfirmasi Ambon Ekspres via seluler terkait dengan penarikan aparat keamanan dari Gunung Botak menolak berkomentar. “Silakan tanya ke Kapolda,” kata dia kepada koran ini, sore kemarin.

BACA JUGA:  Pemerintah Gagal Lindungi Rakyat

Gubernur dikabarkan telah mengirimkan surat ke Polda Maluku untuk menanyakan informasi penarikan pasukan dari Gunung Botak. Namun sampai tadi malam, belum diketahui apa jawaban Polda Maluku terkait dengan masalah ini.

Ketua Parlemen Jalanan Uchok Soamole yang menghubungi Ambon Ekspres kemarin, membenarkan adanya penarikan pasukan itu. Dia mengaku kecewa dengan sikap polisi, karena tidak lagi mengawal perintah Presiden untuk menutup total Gunung Botak.

“Kehadiran polisi sangat diperlukan. Selama ini semua sudah berjalan. Penegakan hukum jalan. Tapi kenapa tiba-tiba polisi ditarik. Ada apa ini? Jangan dong membawa kepentingan-kepentingan sesaat untuk memantik lagi kekacuan di Gunung Botak,” kata Uchok.

Tadi malam, uchok juga menyampaikan kalau Gunung Botak kini sudah dimasuki oleh para penambang illegal. “Yang saya takutkan peristiwa tiga tahun silam terjadi lagi. Ini skenario. Anehnya perintah Presiden diabaikan,” pungkas Uchok. (ERM)

Click to comment

Most Popular

To Top