Bupati Malra Siap Dipinang Assagaff – Ambon Ekspres
Politik

Bupati Malra Siap Dipinang Assagaff

Terkait Pilgub Maluku 2018 

AMBON,AE.—Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun mengaku siap berpasangan dengan Gubernur Maluku Said Assagaff dalam pemilihan Gubernur Maluku 2018. Saran dari berbagai kalangan dan keinginan mengabdi untuk Maluku menjadi alasannya.

“Saya siap berpasa- ngan dengan pak gubernur. Banyak kalangan memberikan penilaian bahwa saya bisa mendampingi pak gubernur,”kata Anderias kepada Ambon Ekspres lewat seluler, Minggu (8/1) sore.

Anderias menyebutkan, kalangan yang memberikan penilaian dan dorongan agar ia maju sebagai calon wakil gubernur dan berpasangan dengan Assagaff, antara lain dari politisi, akademisi, pejabat daerah dan lainnya. Kinerja dan rekam jejaknya di pemda Malra dalam melakukan pembangunan, menjadi indikator penilaian.

“Saya kira, mungkin alasannya karena kerja dan capaian saya memimpin Malra. Ini menjadi rekam jejak penilaian mereka,”ungkapnya.

Selaku kepala pemerintahan di kabupaten Malra, Anderias membangun komunikasi baik dengan Assagaff. Mereka juga sudah cukup lama berhubungan dalam hal pekerjaan, karena jabatan-jabatan mereka sebagai pejabat daerah.
“Hubungan saya dengan pak gub (gubernur) sudah cukup lama. Komunikasi berjalan dengan baik, dalam hubungan kerja antara bupati dan gubernur. Karena gubernur sebagai koordinator pembangunan untuk Provinsi Maluku, ”tuturnya.

Meski begitu, menurut dia, ada banyak kandidat calon wakil gubernur lainnya yang ingin berpasangan dengan Assagaff. Olehnya itu, dia menyerahkan keputusan kepada Assagaff selaku kandidat calon gubernur.

Akan tetapi, dia punya keinginan besar untuk membangun dan mensejahterakan rakyat Maluku lewat tenaga dan pikiran yang dimilikinya. “Kita serahkan kepada calon gubernur. Dan saya berharap, Tuhan berkehendak, pikiran dan tenaga saya siapkan untuk membangun Maluku. Siap 1000 persen untuk membangun Maluku, ”terangnya.

Disinggung soal peluang menang, khususnya di wilayah Tenggara Raya yang meliputi kabupaten Malra, Maluku Tenggara Barat (MTB), Aru, Maluku Barat Daya (MBD) dan Tual, menurut dia, cukup terbuka.

“Tenggara Raya saya kira cukup terbuka. Saya bekas di (dinas) pekerjaan umum (PU), kerja di wilayah Maluku Tenggara. Masyarakat pasti tahu saya. Bahkan di Seram dan Buru, saya cukup dikenal di daerah-daerah itu,”katanya.

Sedangkan rekam jejak dan kekuatan Assagaff, kata dia, sudah tidak diragukan. Mulai dari pegawai biasa, kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maluku, Sekretaris Daerah (Sekda), wakil gubernur dan saat ini menjabat gubernur.

“Beliau sudah melakukan kunjungan kerja ke semua kabupaten/kota. Ini bagian dari dari kekuatan pak gubernur. Kandidat yang lain juga punya kekuatan, tapi pak gubernur punya modal yang bagus. Kalau kita bandingkan, pak gubernur sudah punya 30 persen, ”paparnya.

Dia menambahkan, sejumlah kandidat calon gubernur lainnya juga telah membangun komunikasi politik dengannya melalui tim mereka.”Ada yang bangun komunikasi. Dari tim mereka. Ini kan politik. Satu menit bisa berubah. Nggak usah maksa, kata orang Jawa,” pungkasnya.

Nama Anderias memang masuk dalam daftar 20 besar tokoh Maluku yang disebut-sebut akan maju di Pilgub, sesuai survei Nusantara.com—salah satu media online lokal—yang dipublikasikan beberapa bulan lalu.

Selain Andrias, ada pula gubernur dan wakil gubernur Maluku sekarang, Said Assagaff dan Zeth Sahuburua, mantan Kapolda Maluku Murad Ismail, Mantan Bupati Malra Herman Koedoeboen, Anggota DPR RI daerah pemilihan Papua dari PDI Perjuangan Komarudin Watubun, ketua DPRD Maluku Edwin Huwae, kader Golkar Freddy Latumahina, ketua DPD Golkar kabupaten Manokwari, Moses Rudy Timisela, mantan Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) Bitzael Silvester Temar, mantan ketua Sinode GPM Pdt John Ruhulessin, aktivitas dan pendeta Lies Marantika, anggota DPD RI Nono Sampono.

Kemudian, anggota DPD RI Anna Latuconsina, Direktur Archipelago Solidarity Foundation Oekonom Angelina Pattiasina, anggota DPR RI Michael Wattimena dapil Papua Barat, nantan Bupati Maluku Tengah Abdullah Tuasikal, wakil ketua DPRD Maluku Richard Rahabauw, anggota DPR RI dapil Maluku Mercy Chriesty Barends dan mantan anggota DPR RI dapil Papua dari PDIP, Febry Calvin Tetelepta.

Dinilai Tepat
Wakil sekretaris DPD Golkar Maluku bidang legislatif, yudikati dan hubungan politik, Max Hehanussa mengaku, Anderias bukan pengurus atau anggota Golkar. Tetapi Anderias adalah kader Golkar.

Selain itu, kata dia, Anderias sudah punya cukup pengalaman dank kemampuan sebagai wakil gubernur. Sehingga, menurut dia, Assagaff harus mempertimbangkan bupati Malra itu sebagai salah satu bakal calon wakilnya.

“Saya kira banyak kader Golkar yang berkeinginan untuk berpasangan dengan pak gubernur. Salah satunya yang mempunyai pengalaman dan kemampuan memimpin adalah pak Andre. Beliau punya pengalaman di birokrasi,”kata Hehanusa.

Kader Golkar lain yang ingin berpasangan dengan Assagaff adalah Rudy Timisela. Selain sebagai ketua DPD Golkar kabupaten Manokwari, Rudy juga adalah anggota DPRD di sana.

Akan tetapi, lanjut dia, partai Golkar punya mekanisme internal dalam penentuan calon gubernur maupun wakil gubernur. Salah satunya, survei elektabilitas dan akseptabilitas.

Golkar akan memulai tahapan Pilgub setelah pemilihan bupati dan wakil bupati Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Buru, Maluku Barat Daya dan pemilihan Walikota Ambon 15 Februari 2017.

Sementara itu, pengurus DPD Golkar Maluku lainnya, Haerudin Tuarita mengatakan, keinginan Anderias berpasangan dengan Assagaff adalah hal wajar. ”Saya pikir, semua orang yang berkeinginan maju pada Pilgub sebagai wagub, pasti ingin berpasangan dengan pak Bip (Said Assagaff), ”singkat wakil ketua Bidang Pemenangan Pemilu (PP) kabupaten Maluku Tengah itu.

Diberitakan sebelumnya, sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) provinsi Maluku itu menyebut Edwin Huwae, Michael Wattimena, Anderias Rentanubun dan beberapa bupati berprestasi lainnya bisa menjadi wakil buat Assagaff. Termasuk wagub saat ini, Zeth Sahuburua.

Sedangkan sejumlah pengamat menilai, kemungkinan Assagaff akan menggandeng figur politisi. Dengan pengalamannya sebagai birokrasi tulen, maka Assagaff membutuhkan politisi dari partai yang punya pengaruh agar program kerja mereka nanti dapat terlaksana dengan baik.(TAB)

Most Popular

To Top