Penambang Masuk, Pemerintah tak Diam – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Penambang Masuk, Pemerintah tak Diam

AMBON,AE.––Kini ratusan penambang emas sudah masuk lagi ke Gunung Botak, Pulau Buru. Ratusan lagi dikabarkan akan menuju Pulau Buru dalam waktu dekat. Mereka dari berbagai daerah. Gunung Botak akan ramai lagi oleh penambang illegal. Upaya pemerintah untuk menutup total penambangan illegal gagal lagi.

Satu tahun lalu, Pemerintah Provinsi Maluku menutup total Gunung Botak. Penutupan ini atas perintah Presiden Joko Widodo. Alasannya, tindak kriminal sampai pada potensi konflik di areal tambang cukup besar. Sampai kemarin, sejumlah pembunuhan juga tak tuntas diproses hukum.

Selama satu tahun lebih Gunung Botak dikawal kepolisian yang di back up TNI. Tidak ada penambang berani masuk, meski ada juga yang diloloskan untuk masuk pada sore hingga jelang pagi dini hari. Dua bulan lalu, penertiban penambang illegal dilakukan lagi oleh pemerintah, hasilnya Gunung Botak bersih lagi.

Jumat, (6/1) tiba-tiba polisi menarik pasukan dari Gunung Botak. Alasannya, para tokoh adat dari Pulau Buru melapor, Kapolres setempat telah menghina pranata adat, termasuk membela PT BPS. Laporan ini disampaikan ke Kapolda Maluku, dan Kapolri di Jakarta.

Sampai tadi malam belum ada pernyataan resmi dari Polda Maluku terkait alasan utama penarikan pasukan. Kapolres dan Wakapolres Kabupaten Buru justeru dikabarkan akan dicopot, terkait masalah ini. Aparat TNI juga ditarik dengan alasan hanya membantu polisi.

Pemerintah Provinsi Maluku hingga saat ini belum memeroleh alasan pasti penarikan personil keamanan, dari kawasan Gunung Botak. Pemerintah tetap menghargai langkah Polri untuk menarik personil dari Gunung Botak.
Namun koordinasi terus dilakukan. Itu disebabkan penutupan Gunung Botak, merupakan perintah langsung dari Presiden RI, Joko Widodo ketika bertandang ke Pulau Buru, dua tahun lalu.

Gubernur Maluku Said Assagaff melalui Kepala bagian Humas Setda Maluku, Bobby Kin Palapia mengatakan, pemerintah, tidak akan tinggal diam terkait Gunung Botak, pasca ditariknya seluruh personil aparat keamanan itu. Pemerintah lanjut dia, tetap akan berkoordinasi dengan TNI Polri guna mencari langkah-langkah pengamanan di kawasan tambang tersebut.

“Kami tetap akan berkoordinasi dengan pihak aparat keamanan terkait dengan situasi dan kondisi keamanan di Gunung Botak, setelah informasi adanya penarikan personil dari Gunung Botak itu,”kata Bobby, kepada koran ini di ruang kerjanya, Senin sore kemarin.

Menurut dia, koordinasi dilakukan guna mencari solusi terkait pengamanan di kawasan tambang emas tersebut, mengingat penutupan Gunung Botak merupakan perintah Presiden yang menjadi tanggungjawab seluruh pihak termasuk aparat keamanan.

“Ini instruksi Presiden yang menjadi tanggungjawab kita bersama. Pemprov tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mencari solusi dalam mengamankan Gunung Botak itu,”jelasnya.

Keamanan Gunung Botak, lanjut juru bicara pemerintah provinsi Maluku ini, adalah bagian dari tanggungjawab aparat keamanan, sehingga koordinasi untuk mencari solusi dan langkah, pasca penarikan personil itu masih sangat terbuka untuk dibicarakan bersama antara seluruh pihak.

“Prinsipnya, kita tetap akan bersama aparat keamanan. Dan langkah-langkah tetap akan kita lakukan secara bersama-sama karena prinsipnya juga untuk masyarakat kita sendiri,”terangnya.

Untuk itu dirinya, meminta kepada seluruh pihak termasuk masyarakat agar tetap menahan diri, karena pemerintah tetap akan mencari solusi guna menyelesaikan hal tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda MAluku, AKBP Abner Richard Tatuh, yang dikonfirmasi memilih tidak mau mengomentari hal tersebut lebih jauh.”Biar lebih jelas, kita tunggu saja sampai Pak kapolda tiba di Ambon, karena beliau sementara melaksanakan tugas di luar daerah,”kata Mantan Kapolres Maluku Tenggara Barat, siang kemarin.

Juru bicara Polda Maluku ini mengaku belum mengetahui secara detail alasan dari penarikan personil dari kawasan Gunung Botak itu. “Saya juga sementara masih mengumpulkan bahan keterangan terkait penarikan pasukan itu. Kalau soal itu perintah Pak kapolda, saya juga tidak tahu secara jelas. Tunggu saja sampai beliau (Kapolda), datang,”kuncinya.(AHA)

Most Popular

To Top