Dua Polisi Jadi Tersangka – Ambon Ekspres
Amboina

Dua Polisi Jadi Tersangka

Terkait Kasus Narkoba

Ambon, AE.–– Akhirnya Penyidik Satresnarkoba Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease resmi menetapkan dua oknum polisi serta seorang warga sipil jadi tersangka kasus narkoba. Dua polisi yang statusnya naik jadi tersangka yaitu yaitu Bripka Anthony Komul alias Toton (34) anggota Satintelkam Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease serta Aipda Edwin Haurissa (40) anggota Satuan Brimob Polda Maluku.

Satu warga sipil yaitu Fery Souisa (34) tukang ojek yang bermukim dikawasan Farmasi Atas Kelurahan Kudamati Kecamatan Nusaniwe, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga orang ini ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Satresnarkoba bersama Ditresnarkoba Polda Maluku melaksanakan gelar perkara di Kantor Ditresnarkoba Polda Maluku kawasan Mangga Dua Rabu (11/1). ““Hasil gelar perkara, berdasarkan fakta serta bukti-bukti yang dimiliki akhirnya dua polisi serta seorang warga sipil ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan tersangka ketiga orang ini dibenarkan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Harold Wilson Huwae.“Memang benar ketiganya sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini setelah dilakukan gelar perkara bersama Ditresnarkoba Polda Maluku, tadi (Rabu-red), ” ujar Kapolres,Rabu (11/1) singkat melalui telepon selulernya.

Ketiga orang ini diciduk Satuan Reserse dan Narkoba Polres Pulau Ambon Pulau-Pulau Lease pukul 04.30, Selasa (10/1) dini hari.Transaksi narkoba ini terbongkar setelah anggota Sat Res dan Narakoba Polres Pulau Ambon Pulau-Pulau Lease mengamankan satu paket sabu dari tangan FS, salah satu tukang ojek di kawasan Karang Panjang, Ambon.

Polisi kemudian menginterogasi asal barang haram tersebut. FS mulai bernyanyi, paket sabu yang ia miliki dibeli dari AK oknum anggota Intelkam Polres Pulau Ambon.

“FS pun dijadikan umpan. FS diminta untuk kembali bertransaksi dengan AK di Jalan Pattimura. Tiga jam kemudian, AK tiba di Tempat Kejadian Perkara. Petugas yang menyamar langsung menggeledah AK. Tapi tidak ditemukan barang bukti.

“Penyelidikan tak berhenti sampai pada penggeledahan AK. Petugas terus mengembangkan kasus ini dan menginterogasi FS dan AK. Hasilnya AK akhirnya buka mulut barang yang dia jual kepada FS, milik EH yang bermukim di Asrama Polisi Polda Maluku, Tantui.

Tidak menunggu lama, tim langsung bergerak. AK didesak supaya kembali menghubungi EH untuk bertransaksi kembali. EH mengamininya. Polisi bersama AK bertandang ke rumah EH untuk melakukan transaksi.

Setibanya di asrama, AK dan EH bertransaksi melalui jendela. AK sudah memberikan uang nominal sesuai harga yang disepakati. Hanya saja EH melihat ada petugas Sat Narkoba yang mengintai transaksi tersebut. Sabu tidak jadi diserahkan. Jendela pun kemudian ditutup EH untuk menghindari sergapan polisi.

Transaksipun batal, anggota Sat Resnarkoba kemudian berkoordinasi dengan Kepala Detasemen (kaden) Kompi A Brimob Polda Maluku Kompol Alex Tobing agar tim bisa masuk ke dalam rumah EH. Kaden, kemudian memerintahkan Iptu Stevanus Lawiry (Danki) utuk bersama-sama anggota Sat Resnarkoba masuk ke rumahnya Edwin untuk membantu menggeledah rumah dinas Edwin.

Hanya saja, dari hasil penggeledahan, tidak ditemukan paket narkoba. Polisi hanya menemukan uang senilai Rp2.000.000. Uang ini diduga hasil penjualan sabu-sabu. Disita dari tangan istri EH, MH. Setelah itu, polisi kemudian membawa FS, AK dan EH untuk dites urine. FS dan AK positif menggunakan narkoba, sedangkan EH setelah ditest negatif.

Sampai kemarin, pihak Polres Pulau Ambon belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan tersebut. Hanya saja Kapolres Ajun Komisaris Besar Polisi Harold Huwae yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut.
Dia enggan untuk berkomentar panjang lebar mengenai peristiwa penangkapan itu. Alasannya kasus ini masih dalam tahap proses penyelidikan lebih guna mengetahui pasti sumber barang haram tersebut.”Kasusnya masih dikembangkan nanti kalau sudah selesai langsung saja tanya kronologisnya ke kasat narkoba yah,” pungkas Kapolres. (ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!