Patroli Polisi Ganti Penarikan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Patroli Polisi Ganti Penarikan

AMBON,AE.–– Pihak Kepolisian Polda Maluku, akhirnya buka suara terkait penarikan seluruh personil mereka dari kawasan Gunung Botak, yang selama ini diamankan, pasca perintah penutupan Gunung Botak secara total oleh Presiden Joko WIdodo, beberapa tahun lalu.

Penarikan personil aparat keamanan itu, juga tidak terkait dengan adanya pelaporan sejumlah oknum yang mengatasnamakan tokoh adat, kepada Kapolda Maluku maupun Kapolri terkait dugaan penghinaan masyarakat adat oleh Kapolres Pulau Buru.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku AKBP Abner Richard Tatuh mengatakan, penarikan personil dari Gunung Botak itu, karena Polres Pulau Buru, dalam pengamanan Pilkada masih membutuhkan personil termasuk situasi dan kondisi keamanan di Kabupaten Buru, menjelang pelaksanaan Pilkada semakin meningkat dan sangat situasional.

“Penarikan personil dari gunung Botak itu, tidak terkait dengan laporan apapun atau tudingan dan sebagainya itu. Penarikan ini karena Buru, menjelang pilkada ini sangat rawan sehingga personil harus ditarik,”jelas dia, kepada koran ini diruang kerjanya, Kamis siang kemarin.

Penarikan personil itu, lanjut mantan Kapolres Maluku Tenggara Barat, polisi tidak serta merta langsung meninggalkan tugas mereka sebagai aparat keamanan.

“Personil kita tarik, dengan konsekwensinya adalah peningkatan patroli dikawasan Gunung Botak itu. Patroli kita tingkatkan dan ada Polsek terdekat yang satu kali 24 jam intens melakukan patroli yakni polsek Wayapo, yang dibeck up oleh Polres,”kata Tatuh.

Polisi sendiri, lanjut juru bicara Polda ini, tidak meninggalkan Gunung Botak begitu saja tanpa pengamanan. Pengamanan merupakan tanggungjawab pihak Kepolisian.

“Polisi tidak meninggalkan (Gunung Botak), begitu saja, tanpa ada pengamanan. Penarikan ini sementara, kita tingkatkan patroli guna mencegah segala bentuk tindakan kriminal maupun kejahatan yang dapat mengganggu situasi dan kondisi keamanan di kawasan gunung botak itu,”terangnya.

Penarikan itu akan berlangsung sampai kapan, Tatuh mengaku, pihaknya akan berkoordinasi dan membicarakan hal itu kembali, lantaran saat ini Polres Buru, masih membutuhkan personil untuk melaksanakan pengamanan Pilkada.

“Polisi itu tanpa diminta ataupun tidak, tetap akan melakukan pengamanan. Sampai kapan penarikan itu berakhir, nanti kita bicarakan ulang, karena kita fokus pada pengamanan pilkada,”timpalnya.

Disinggung soal penarikan itu, atas perintah komando terlebih dari mabes Polri, perwira menengah Polda Maluku ini dengan tegas membantah hal tersebut.

“Jangan kita main katanya-katanya ada perintah dan sebagainya itu. Tidak ada perintah dari siapapun itu. Penarikan itu karena situasional. Kalaupun ada surat dan sebagainya maka tugas polisi untuk melakukan penyelidikan guna membuktikan tudingan itu, dan polisi itu juga tidak mudah kecewa ataupun hal-hal yang dianggap tidak penting,”tegasnya.

Sementara soal maraknya aktifitas penambangan pasca penarikan personil dari kawasan gunung Botak, maupun beredarnya zat-zat kimia yang dapat membahayakan lingkungan dan kehidupan masyarakat, Kabid Humas menegaskan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan secara resmi. Namun bila ada pihaknya tetap akan mengambil tindakan tegas, bila dianggap melanggar hukum.

“Kalau ada hal-hal yang bertentangan dengan hukum, pasti akan kami tindak. Masyarakat jangan pernah berpikir jika penarikan personil itu, lalu polisi tidak melakukan pengamanan, itu salah paham. Polisi tetap melakukan tindakan tegas kepada siapapun yang melanggar hukum. termasuk dikawasan Gunung Botak itu,”tandasnya.

Dirinya juga mengaku, sangat berterima kasih bila memang para tokoh adat yang merasa dirugikan atas permainan oknum-oknum tertentu, agar datang melakukan klarifikasi di Polda Maluku. Namun sayangnya penarikan personil dari Gunung Botak tidak terkait dengan tudingan maupun informasi yang sudah beredar dimasyarakat itu.

“Sampai saat ini (siang kemarin), belum ada tokoh yang datang kesini (Polda), untuk melakukan klarifikasi itu, penarikan personil ini hanya sebatas sementara,”tandasnya.

Untuk itu dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar. Percayakan pengamanan Gunung Botak kepada pihak kepolisian karena itu sudah menjadi tanggungjawab pihak kepolisian.

Sementara itu, pemerintah Provinsi Maluku, hingga kini juga tidak akan tinggal diam menyikapi persoalan Gunung Botak saat ini. Pemerintah provinsi tetap akan duduk bersama antara seluruh pihak guna membicarakan persoalan tersebut.

“Prinsipnya pemerintah Provinsi tidak akan tinggal diam, kami tetap akan mencari jalan keluar guna membicarakan persoalan penarikan personil yang sudah barang tentu akan berdampak pada situasional di Gunung Botak itu,”kata Kepala Bagian Humas Setda Maluku, Bobby Kin Palapia, kepada koran ini kemarin.

Tidak hanya persoalan penarikan personil aparat keamanan dari kawasan Gunung Botak, melainkan juga terkait masuknya penambang illegal maupun zat-zat berbahaya di kabupaten tersebut, yang dapat mengancam lingkungan maupun kehidupan masyarakat di Pulau Buru itu.

“Semua hal yang menyangkut Gunung Botak, memang tengah kita pikirkan untuk mencari jalan keluarnya seperti apa? Yang pastinya pemprov tetap akan mengupayakan hal itu. Karena itu sudah perintah dari pak Presiden, dan sekarang pak Gub (gubernur red), juga sementara berada diluar daerah,”papar juru bicara Pemerintah Provinsi ini.(AHA)

Most Popular

To Top