Persiapakan Pilwakot Sudah 85 Persen – Ambon Ekspres
Politik

Persiapakan Pilwakot Sudah 85 Persen

AMBON,AE.— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ambon memastikan persiapan pemungutan dan penghitungan suara pemilihan Wali kota dan wakil Wali kota sudah mencapai 80 persen. Baik persiapan logistik, daftar pemilih dan penyelenggara ditingkat kecamatan dan desa.

“Untuk itu persiapan sudah 85 persen. Yang masih kita butuhkan ini adalah debat kandidat yang diagendakan pada 1 Februari. Lalu dilanjutkan dengan kampanye rapat umum,”kata Ketua KPU Kota Ambon Marthinus Kainama saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Jumat (13/1).

Surat suara dua pasangan calon Wali kota dan wakil wali kota, Richard Louhenpaessy-Syarif Hadler dan Paulus Kastanya-Muhammad Armin Syarif Latuconsina dicetak Sabtu (14/1) dan selesai pada hari itu di Surabaya, Jawa Timur. Dilanjutkan dengan pengepakan yang diperkirakan berlangsung selama dua hari.

Sebanyak 237.627 lembar surat suara yang akan dicetak, sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ditambah dengan 2,5 persen dan 2.000 kertas suara untuk persiapan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

“Berdasarkan informasi dari tim supervisi di Surabaya, logistik akan dicetak besok (hari ini). Proses pencetakan membutuhkan waktu hanya lima jam dan pengepakan selama dua hari. Setelah itu didistribusikan ke Ambon. Jadi, sekitar tanggal 17 Januari sudah dikirim ke Ambon dan sekitar tanggal 20 sudah tiba,”jelas Kainama.

KPU Kota Ambon akan menggunakan sebanyak 657 atau kotak yang pernah dipakai saat pemilihan umum 2014. Meski begitu, KPU memastikan semuanya masih layak pakai karena tidak ada kerusakan.

“Kita sudah pastikan semua kotak suara yang disimpan dalam kondisi yang baik,” ujar Ketua Devisi Logistik KPU Kota Ambon Rikke MB. Urulilal kepada Ambon Ekspres via seluler, Kamis (5/1).

Kotak suara yang selama ini ditampung di gudang kantor KPU di Passo itu, sudah dibersihkan dan ditampung di gedung Sport Hall di Karang Panjang. Sehingga tidak lagi ada pengadaan atau penambahan kotak suara baru.

Kotak suara tersebut akan disebarkan di 675 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lima kecamatan. Dengan rincian, Kecamatan Sirimau 289 TPS, Nusaniwe 194 TPS, Teluk Ambon 72 TPS, Leitimur Selatan (Leitisel) 22 TPS dan Baguala 99 TPS.

Selain logistik, kata Kainama, KPU juga telah melantik dan memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Dalam waktu, PPS akan membentuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Sosialisasi aturan pilkada dan tata cara pencoblosan, sudah mulai dilakukan kemarin di Kodam XVI/ Pattimura. Akan dilanjutkan ke Polres dan beberapa SMA atau sederajat di lima kecamatan, yaitu Sirimau, Nusaniwe, Baguala, Teluk Ambon dan Leitimur Selatan.

“Disamping itu, kita sudah online dibeberapa tempat umum seperti Maluku City Mall (MCM), Bandara internasional Pattimura. Kita mengajak masyarakat untuk melakukan pencoblosan. Dalam waktu dekat juga akan dipasang spanduk dan baliho di tempat keramaian. Kemudian, dibagikan selebaran tentang tata cara mencoblos dan sosialisasi media cetak dan media elektronik. Agar semua masyarakat mengetahui itu,”paparnya.

Terkait warga yang belum terdata dalam DPT, Kainama mengaku, masih menunggu konfirmasi dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) soal pembuatan surat keterangan domisili. Akan tetapi akui dia, sebagian dari warga yang belum masuk DPT, sudah melakukan perekaman.

Sesuai ketentuan, jelas dia, warga yang belum masuk DPT, tetapi sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, bisa menggunakannya untuk mencoblos. Sedangkan yang sudah melakukan perekaman, tetap KTP belum dicetak karena kehabisan blangko KTP, bisa menggunakan surat keterangan domisili yang diterbitkan oleh Disdukcapil kota Ambon.

“Mereka yang meski belum terdata dalam DPT, bisa menggunakan hak pilihnya. Itu diatur dalam ketentuan. Bisa menggunakan KTP elektroniknya. Kalau tidak memiliki KTP elektronik, tapi sudah terekam, maka dia akan meminta surat keterangan dari Dukcapil. Dan itu akan dimasukkan dalam formulir C-7,”papar ketua KPU kota Ambon dua periode itu.

Ditanya tentang pengamanan, kata dia, sejumlah aparat kepolisian dari Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease sudah ditempat di kantor KPU. Dalam waktu dekat, KPU akan menggelar rapat dengan Polres guna membahas pengamatan saat tahapan sortir, pengepakan dan distribusi surat ke PPK hingga KPPS.

“Pelipatan dan penyortiran kertas surat suara di Sport Hall Karang Panjang, Sirimau, KPU akan koordinasikan dengan Polres untuk pengamanannya. Distribusinya juga akan dikawal oleh kepolisian,”pungkasnya.
Awasi Pencetakan Surat Suara

Sementara itu, koordinator divisi Hukum, Penindakan dan Pelanggaran Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) kota Ambon, Paulus Titaley mengatakan, hari ini pihaknya melakukan pengawasan terhadap proses pencetakan surat suara di Gresik. Kemudian, dilanjutkan dengan pengawasan terhadap pengawasan pengadaan surat suara khusus untuk penyandang disabilitas di Jakarta.

Sedangkan persiapan internal, Panwaslih sudah membentuk Petugas Pengawas Lapangan (PPL). Saat ini sedang dipersiapkan perekrutan 530 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).

“Paling lambat dilantik tanggal 23 Januari dan dilanjutkan dengan bimbingan teknis pengawasan kepada mereka. PPL juga akan diberikan bimtek,”kata Titaley.

Penguatan kapasitas untuk Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) sudah dilakukan. Panwascam akan bertugas mengawasi distribusi logistik, pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi suara.(TAB)

Most Popular

To Top