Berjibaku di Zona Buncit – Ambon Ekspres
Politik

Berjibaku di Zona Buncit

AMBON,AE.—Massa mengambang (floating mass) atau disebut juga pemilih ayunan (swing voters) masih cukup tinggi di kecamatan Sirimau. Padahal, sekitar 60 persen pemilih kota ada di kecamatan itu. Tim pemenangan dua pasangan calon berjibaku di zona penentu itu.

Informasi yang dihimpun Ambon Ekspres tim salah satu pasangan calon menyebutkan, Sirimau menjadi titik fokus pengggalan. Hal ini disebabkan, massa mengambang di kecamatan dengan pemilih terbanyak itu masih cukup tinggi. “Wilayah kerja kita sekarang difoksukan ke Sirimau. Populasi cukup banyak dan tingkat swing voters tinggi,”ungkap tim yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Sekretaris tim pemenang pasangan calon Wali kota dan wakil wali kota Ambon Paulus Kastanya-Muhammad Armin Syarif Latuconsina (PANTAS), Phill Latumaerissa mengatakan, pemilih terbanyak Sirimau ada di desa Batu Merah yang mencapai sekitar 47 ribu. Karena itu, Sirimau menjadi fokus utama penggalangan suara PANTAS disisa satu bulan menuju pemungutan dan penghitungan suara.

“Memang Sirimau itu kan pemilih terbanyak. Dan pemilih terbanyak itu adalah desa Batu Merah dengan jumlah pemilihnya 47 ribu lebih. Dan saya kira, Sirimau itu menjadi salah satu fokus penggalangan kita untuk pemenangan di tanggal 15 Februari,”kata Phill kepada Ambon Ekspres disela-sela kampanye tatap muka pasangan PANTAS dengan warga Bentas, RT 001/RW 003, Senin (16/1).

Sesuai Daftar Pemiliih Tetap (DPT) pemilihan wali kota dan wakil wali kota Ambon 2017, Sirimau merupakan kecamatan dengan pemilih terbanyak, yaitu 104.846 orang dari total DPT 237.627. Disusul Nusaniwe 64.694 pemilih, Baguala 34.895, Teluk Ambon 28.471 dan Leitimur Selatan 6.353.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kota Ambon itu menyatakan, mendapatkan suara 70-80 persen di Sirimau, berarti PANTAS sudah menang. Sebab, dapat menutupi kekurangan suara di empat kecamatan lainnya.

“Apalagi kalau kita menang di Sirimau itu 70-80 persen, itu kan sudah sangat dan menang. Karena sudah menutupi kekurang-kekurangan kita di kecamatan-kecamatan yang lain,”paparnya.

Akan tetapi, kata dia, Nusaniwe, Baguala dan Leitimur Selatan juga menjadi fokus penggalangan suara pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, PKS, PBB, PKB, Hanura, PKPI dan PAN. Rata-rata perolehan suara 40 persen pada masing-masing kecamatan itu ditambah suara dari Sirimau, meski tidak mencapai 70 persen, PANTAS dipastikan menang.

“Sirimau, Nusaniwe, Baguala dan Teluk Ambon itu menjadi fokus untuk kita menang. Kalau kita menang rata-rata 40-60 persen di empat wilayah ini, saya kira PANTAS sudah keluar sebagai pemenang,”ungkapnya.

Swing voters masih sekitar 13-15 persen dan margin error 4.8 persen sesuai survei KCI-LSI. Itu artinya, menurut dia, pasangan PAPARISSA BARU belum bisa mengklaim kemenangannya saat ini. “Karena itu, kalau hari ini ada pasangan calon mengklaim bahwa dia sudah keluar sebagai pemenang, itu sesuatu yang masih prematur.

Karena, kalau swing voters sesuai survei mereka itu masih sekitar 15 persen, itu berarti kecenderungan untuk dia menang itu sangat tipis. Karena jika swing voters itu kita rebut, maka kita akan menang,”urainya.

Ketua DPD Partai Nasdem Maluku, Rizgan Semarang mengatakan, saat ini tim sedang bekerja untuk menguatkan basis. Terutama basis tiga partai politik pengusung pasangan TRichard Louhenapessy-Syarif Hadler dengan akronim PAPARISSA BARU, yakni Golkar, PPP dan Nasdem.

“Infrastruktur partai kita sekarang bergerak untuk penguatan basis masing-masing dari tiga partai ini. Baik dari teman di DPRD, pengurus sampai simpul-simpul yang kita sudah siapkan,”kata Rifgan.

Dalam waktu dekat, kata sekretaris tim pemenangan itu, PAPARISSA BARU membentuk posko-posko kontrol untuk mengawasi tahapan pemungutan dan penghitungan suara ditingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga penetapan suara dan pemenangan di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Yang kita lakukan saat ini untuk proses pemenangan ke depan, itu adalah membentuk posko-posko kontrol. Bertujuan untuk bisa mengontrol proses pemilihan dan penghitungan mulai dari tingkat yang paling bawah ke penetapan pasangan calon terpilih oleh KPU,”jelasnya.

Disinggung soal progress tingkat keterpilihan (elektabilitas) PAPARISSA BARU, dia mengaku, terus melonjak. Ini terlihat dari rilis survei Konsultan Citra Indonesia-Lingkaran Survei Indonesia (LSI Network) pada bulan Oktober dan Desember.

Per Oktober, elektabilitas pasangan ini sebesar 52 persen. Masuk pada tanggal 17 Desember 2016, naik menjadi 53,3 persen. Sedangkan elektabilitas pasangan Paulus Kastanya-Muhammad Armin Syarif Latuconsina dengan akronim PANTAS 33,7 persen. “progress kita sangat baik. Ada kemajuan. Baik melalui survei dari lembaga yang dipercayakan maupun oleh teman-teman di partai,”paparnya.

Survei LSI-KCI juga memotret swing voters (pemilih mengambang) atau pemilih yang belum menentukan pilihan sebanyak 13 persen. Menuju H-29 pemungutan dan penghitungan suara, Rizgan sangat optimis PAPARISSA BARU bisa merebut 3-5 persen suara dari pemilih mengambang.

“Semua tergantung strategi yang kita lakukan. Jadi, saat ini kita hanya fokus pada 13 persen itu. Kita target 3-5 persen dari 13 persen itu harus kita rebut,”pungkasnya.(TAB)

Most Popular

To Top