Kinerja Harus Jadi Indikator Perombakan – Ambon Ekspres
Amboina

Kinerja Harus Jadi Indikator Perombakan

Ambon,AE.–– Perombakan birokrasi harus didasarkan pada indikator kinerja dan produktivitas, bukan didasarkan pada suka dan tidak suka. Ini penting untuk menjaga profesionalitas pemerintahan dalam mewujudkan good governance.

Pendapat ini disampaikan, Koordinator Kader Nahdatul Ulama Anti Korupsi, Erik Rumluan kepada Ambon Ekspres, tadi malam. Kata dia, percuma perombakan dilakukan secara total kalau tidak didasarkan pada indikator kinerja dan produktivitas. “Yang dilihat kan orang yang ditunjuk itu mampu ataukah tidak dalam menjalankan amanah yang diberikan gubernur,” kata dia.

Menurut dia, apa yang dilakukan pemerintah dalam merombak birokrasi untuk mencari Aparatur Sipil Negara sudah sangat baik dengan memberikan kewenangan penuh kepada Sekretaris provinsi. Hanya saja tim penggodokan juga perlu memiliki indikator-indikator penilaian ASN untuk menduduki jabatan tertentu.

“Ini penting agar satuan kerja perangkat daerah itu punya wibawa. Selama ini selalu saja menjadi sorotan media terkait aparatur pemerintah yang selalu saja melakukan tindak pidana korupsi,” kata Erik yang juga mantan Korwil PMII Maluku-Maluku Utara itu.

Siapa saja yang perlu diganti, kata Erik, bila tim penggodok memiliki indikator penilaian, maka tentu akan tersaring dengan baik. Lain halnya jika mereka yang ditugasi gubernur menggodok, justeru ikut main dalam penentuan jabatan itu. “Tapi kita berharap semua berjalan profesional,” kata dia.

Gubernur Said Assagaff memastikan pekan ini akan melantik sejumlah pejabat untuk menduduki jabatan baru di Pemerintah Provinsi Maluku. Langkah ini sebagai wujud perbaikan dan penataan birokrasi untuk meningkatkan pelayanan publik.

Gubernur juga telah menerima laporan hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah provinsi Maluku, terhadap sejumlah jabatan eselon dua yang telah dilelang dan telah memenuhi tahap akhir itu.

Jabatan esalon dua yang dilelang itu diantaranya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Maluku, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Biro Umum Setda Maluku, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Setda Maluku, Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang/Jasa, Kepala Biro Organisasi, Kepala Biro Perekonomian Daerah, dan Kepala Biro Pengelola Perbatasan Negara.

Informasi yang diperoleh koran ini di kantor Gubernur Maluku, menyebutkan ada sejumlah nama yang akan menduduki jabatan-jabatan esalon dua itu.Mereka diantaranya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Maluku, akan diduduki oleh Kasrul Sellang, Kepala Biro Umum Setda Maluku, Hadi Sulaiman, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Setda Maluku, Jasmono, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Anton Lailossa, dan Kepala Biro Organisasi, Titus Renwarin, serta Kepala Biro Pengelola Perbatasan Negara, A.A Kotahatuhaha.

Sementara jabatan Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang/Jasa, berpeluang ditempati oleh Jalaluddin Salampessy. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, dan Kepala Biro Perekonomian Daerah, hingga kini belum diketahui secara pasti.

Gubernur sendiri tidak mau mengomentari perombakan lebih jauh. Karena perombakan terjadi hampir diseluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), baik esalon dua maupun esalon tiga dan empat. (AHA)

Most Popular

To Top