Polisi Kejari Pengirim Surat Kaleng – Ambon Ekspres
Amboina

Polisi Kejari Pengirim Surat Kaleng

AMBON,AE.––Aparat kepolisian dari polda Maluku, yang dibantu oleh Satuan Reskrim polres Pulau Buru, dan para tokoh Adat maupun Himpunan Mahasiswa Islam Pulau Buru, hingga kini masih terus mengusut pelaku dan asal surat kaleng yang mengatasnamakan masyarakat adat pulau Buru. Surat itu ditujukan ke Kapolda Maluku beberapa waktu lalu.

Surat kaleng itu diduga membuat aparat kepolisian tersinggung hingga mengakibatkan, penarikan seluruh personil dari kawasan Gunung Botak, meski pihak Polda Maluku membantah dengan tegas penarikan personil tidak terkait dengan surat kaleng tersebut.

Akhir pekan kemarin, para tokoh adat didukung Himpunan Mahasiswa Islam Pulau Buru, mendatangi Polda Maluku. Mereka menyampaikan surat klarifikasi kepada Kapolda Maluku terkait pengatasnamaan para tokoh adat. Surat diterima Irwasda Polda, dan akan ditindaklanjuti.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh mengatakan, pihaknya masih mempelajari surat klarifikasi yang disampaikan oleh tokoh adat untuk selanjutnya akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Sementara ini kita lagi pelajari dulu, isi surat klarifikasi. Pasti akan kita mengambil langkah-langah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Kita tetap akan mengusut tuntas. namun pengusutan itu dengan melakukan penyelidikan,”kata Tatuh, kepada koran ini diruang kerjanya, Senin (16/1) kemarin.

Menurut Tatuh sapaan Kabid Humas, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan terkait asal surat yang telah diklarifikasi itu. Ini karena para tokoh adat merasa dirugikan dengan beredarnya surat kaleng itu. “Segera dan dalam waktu dekat saya akan berkoordinasi dengan Pak Irwasda dan pak Direktur Reskrimum, terkait surat tersebut. Langkah penyelidikan juga akan kita lakukan,”jelas dia.

Disinggung soal pengamanan Gunung Botak diambil alih oleh masyarakat adat, mantan kapolres Maluku Tenggara Barat ini mengaku, polisi tetap akan memback up masyarakat. “Penarikan personil dari Gunung Botak itu hanya bersifat sementara, dan bukan berarti kita tidak lakukan pengamanan. Polisi itukan tugasnya melakukan pengamanan, melalui penjagaan, pengaturan dan patroli. Patroli kita tingkatkan di kawasan Gunung Botak itu,”paparnya.

Perwira yang dulunya berdinas di Lalu Lintas ini mengaku, bila masyarakat adat melakukan pengamanan di Gunung Botak, sama halnya dengan membantu pihak kepolisian. “Kalau disana (Buru), ada masyarakat yang melakukan pengamanan, maka polisi tetap hadir bersama mereka. Dan tanpa merekapun, polisi tetap melakukan pengamanan di Gunung Botak itu,”tegas perwira menengah polda ini.

Terkait adanya pencopotan Wakapolres Pulau Buru, Tatuh membantahnya. Dirinya mengaku juga ada mutasi jabatan dan perwira dijajaran Polres Pulau Buru. “Tidak ada pencopotan. yang ada hanyalah mutasi, dan mutasi itu merupakan hal yang wajar. Pak Wakapolres yang sebelumnya dijabat oleh Kompol Luike Wattimena, dimutasikan sebagai Kanit I Subdit I Ditintelkam Polda. Posisinya digantikan oleh Kompol Irvan Reza yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Operasional polres Buru,”tandasnya.

Jabatan Kabag Operasional yang ditinggalkan Reza, selanjutnya akan ditempati oleh Kompol Demianus Ubro, yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit I Subdit II Dit Intelkam polda Maluku. Tidak saja itu, jabatan Kasat Reskrim Polres Pulau Buru yang kini ditempati oleh AKP Yul Hendri, akan digantikan oleh AKP Muhammad Ryan Citra Yudha.(AHA)

Most Popular

To Top