Warga: Tangkap Penembak – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Warga: Tangkap Penembak

AMBON,AE.–– Polisi terus didesak untuk segara mengungkap pelaku penembakan yang menewaskan Ibnu Kusuma, pelajar sebuah SMA di kota Ambon. Empat hari sudah peristiwa tragis yang merenggut nyawa remaja asal Desa Batu Merah itu. Namun polisi belum juga menemukan jejak penembak.

Polisi mengaku masih terus bekerja keras. Warga dan tokoh masyarakat terus mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap pelaku. Tidak saja warga, DPRD Provinsi Maluku, sebagai penyambung lidah rakyat akhirnya angkat bicara terkait kasus penembakan yang menewaskan pelajar SMA itu.

Komisi A DPRD Maluku, Melkias Frans meminta aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap pelaku penembakan, pada saat bentrok antara Warga di kawasan Mardika, tepatnya didepan Puskesmas, Rijali Ambon.

“Ini menjadi catatan penting bagi aparat kepolisian untuk harus segara diusut tuntas. kami sebagai mitra juga tetap akan memberikan atensi kepada pihak kepolisian untuk segera menyelesaikan persoalan ini,” Frans kepada wartawan di kantor DPRD Maluku, Senin (16/1)kemarin.

Menurutnya, warga Batumerah maupun keluarga korban itu agar menyerahkan, semua persoalan ini kepada aparat kepolisian untuk diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku. Tidak saja itu, Komisi A DPRD Maluku yang membidangi hukum dan pemerintahan itu berharap, peristiwa ini tidak lagi terulang.

“Pada dasarnya kami juga menghargai, jika keluarga korban yang melakukan reaksi-reaksi secara emosional itu wajar, karena keluarga mereka ada yang menjadi korban. Namun kami sangat mengharapkan agar mereka bisa bersabar, dan serahkan semua persoalan ini kepada aparat kepolisian yang menyelesaikanya dengan cara mengungkap pelaku. Ini penting agar peristiwanya tidak menjadi panjang lebar lagi,”tuturnya.

Terpisah Penjabat Desa Batu Merah, M Saleh kiat mengatakan, peristiwa yang menyebabkan tewasnya, Ibnu Kusuma itu bukan baru pertama kali terjadi di Batu Merah. Sudah beberapa kali terjadi, dan juga menimbulkan korban meninggal dunia akibat tembakan. Namun janji polisi untuk menuntaskan kasus tersebut, tidaklah tuntas.

Menurut Kiat, pihak kepolisian harus menepati janji untuk menuntaskan kasus ini. Apalagi seutuhnya permasalahan ini telah diserahkan kepada Polisi untuk mengusutnya. “Permasalahan ini harus tuntas agar masyarakat bisa puas. Masyarakat negeri Batu Merah juga, saya menghimbau agar mari katong sama-sama menyerahkan hal ini kepada kepolisian,” papar pria yang juga merangkap sekertaris desa ini.

Sementara itu, Kepala pemuda Batu Merah Husein Walla membeberkan aksi pemblokiran ruas jalan jendaral sudirman sekitar pukul 22.00, Minggu (15/1) itu merupakan, bagian dari akumulasi kekecewaan terhadap aparat penegak hukum dalam menangani dan menuntaskan kasus penganiayaan dan penembakan hingga menewaskan Ibnu kusuma dan Yamin Sukur, serta satu warga lainnya yang terkena sabetan benda tajam didepan bank Maluku Cabang Batu Merah, diwaktu yang sama.

Bagi dia, pasca pertemuan dengan Kapolres dan Dandim itu, situasi dan kondisi keamanan di Batu Merah sudah aman terkendali. “Kami tetap menjaga situasi dan kondisi keamanan yang ada di Kota Ambon. Hanya saja kami minta supaya polisi segera usut tuntas dan ungkap pelaku penembakan dan penganiayaan itu, “tegas Walla.

Peristiwa yang pernah menimpah warga Batu Merah, dan hingga kini pelakunya belum diungkap merupakan bagian dari masa suram yang pernah menimpah warga desa tersebut. Hanya saja untuk peristiwa yang terjadi pekan lalu itu, tidak harus dibiarkan.

“Kami harap kasus ini harus diusut dan diungkap pelaku. Kami tidak mau lagi seperti dengan kejadian dan peristiwa sebelumnya, yang pelaku sampai saat ini tidak diungkap. Kami warga dan pemuda Batu Merah, tetap kawal kasus ini sampai kapanpun,” terangnya.

Aparat kepolisian hingga kini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap dan menuntaskan, kasus penganiyaan, percobaan pencurian hingga penembakan yang menewaskan remaja desa Batu Merah itu. “Kami sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan. Sambil menunggu hasil uji balistik dari laboraturium forensik Mabes Polri, terkait dengan peluru yang menembus tubuh korban itu,”kata Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, AKBP Harold Wilson Huwae.

Hingga kini, lanjut mantan Kasubdit satu Direktorat Reskrimum Polda Maluku itu, pihaknya sementara melakukan penyelidikan atas tiga laporan kasus penganiyaan yang merupakan bagian dari rentetan peristiwa hingga berujung pada tertembaknya dua warga batu Merah itu.

“Ada tiga LP yang sementara kita proses, dan akan diback up oleh Ditreskrim Polda. untuk saksi sendiri, sudah sekitar belasan yang dimintai keterangan,”jelas dia. Kepala Bidang Humas Polda Maluku AKBP Abner Richard Tatuh mengatakan, peristiwa bentrokan yang terjadi akhir pekan kemarin sudah menjadi perhatian serius dari Kapolda Maluku.

Kapolda sendiri, tetal memerintahkan jajarannya terlebih polres Pulau Ambon dan Pp lease untuk mengusut tuntas kasus terbut. Meski hingga kini polisi sendiri, belum mengetahui secara pasti peluru yang menembus tubuh remaja itu.

“Pak kapolda tidak akan mentolilir siapapun pelakunya pasti akan diutindak tegas. Percayakan sama polisi, polisi akan bekerja secara profesional sesuai dengan aturan yang berlaku untuk mengutu tuntas kasus ini,”kata dikepada wartawan diruang kerjanya kemarin.

Juru bicara Polda ini menegaskan, tidak ada yang kebal hukum direpublik ini, sehingga warga tidak perlu takut dan cemas terhadap pihak kepolisian dalam mengusut insiden itu. “Pak kapolda sudah memberikan antensi untuk kasus ini. Mari kita sama-sama jaga kondisi keamanan kita.

Sambil mengawal kasus ini. Percayakan sama polisi, dan kami menyadari sungguh ada ketidakpuasan dari keluarga korban. Kami juga memohon maaf, kami belum sempurna. Namun tetap akan diusut tuntas,”kuncinya.(AHA/MG2)

Most Popular

To Top