Pakar Hukum akan Dihadirkan – Ambon Ekspres
Amboina

Pakar Hukum akan Dihadirkan

AMBON,AE.––Sidang kasus praperadilan pihak Polres Pulau AMbon dan Pp Lease yang dilayangkan Tan Harman Tanaya melalui kuasa hukumnya, masih terus berlanjut. Sidang gugatan praperadilan kini sudah memasuki hari ketiga. Pihak Tanaya akan menghadirkan pakar hukum dari Universitas Pattimura.

“Untuk sidang hari ini, itu agendanya memasukan bukti-bukti penetapan tersangka dari pemohon. Dan tadi kita langsung menyerahkan bukti surat pemanggilan polisi bagi sebagai saksi maupun sebagai tersangka, ada sekitar 6 buah bukti surat,”jelas kuasa hukum pemohon Johny Hitijahubessy, kepada koran ini, usai persidangan, di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu kemarin.

Sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal S. Pujiono, dimulai sekira pukul 10.00 WIT dan berlangsung sekitar 20 menit, disalah satu ruangan sidang milik Pengadilan Negeri Ambon itu.

“Sidang tadi (kemarin red), tidak berlangsung lama. Sidang hanya untuk mendengarkan Duplik (jawaban tergugat terhadap suatu replik yang diajukan oleh penggugat), sekaligus kami menyerahkan bukti surat pemanggilan itu. Setelah ini langsung ditunda besok,”katanya.

Hitijahubessy menjelaskan, keenam bukti surat pemanggilan itu, mulai dari 2014 hingga 12 Januari 2017 kemarin. Surat-surat itu, hampir seluruhnya pemanggilan dengan status Tan Harman Tanaya sebagai tersangka.

“Surat-surat itu diantaranya, pemanggilan 8 Maret 2014 sebagai tersangka, dan yang terakhir surat pemanggilan Tan harman Tanaya sebagai tersangka pada 12 Januari 2017 kemarin, disaat berkas perkaranya sudah lengkap dari beberapa tahun lalu. kok anehnya kenapa berkas dua P21, namun masih ada pemanggilan, berarti berkas perkaranya belum lengkap dong,”timpalnya.

Dia mengaku, untuk sidang hari ini (Kamis red), dengan agenda pemeriksaan saksi pemohon itu, pihaknya berencana mengajukan saksi. “Saksi-saksi yang kita ajukan besok (hari ini red), diantaranya, dua tukang yang pernah mengerjakan bangunan pak Tan Harman Tanaya dan satu saksi yang tengah kami upayakan yakni saksi ahli hukum,”terangnya.

Saksi ahli hukum sendiri, lanjut Johny, diupayakan dari universitas Pattimura. “Memang kita lagi upayakan untuk ahli hukum ini bisa kami hadirkan besok (hari ini), dalam persidangan nanti,”tuturnya.

Sebelumnya dia menjelaskan, kasus antara Tan Harman Tanaya dengan pihak Sumber Asia maupun sampai pada gugatan praperadilan terhadap Polres Ambon itu. Persoalan penetapan Tan Harman sebagai tersangka oleh pihak kepolisian atas pelaporan pihak Sumber Asia, merupakan rentetan kejadian pembangunan ruko milik Tan Harman Tanaya sejak 2010 silam.

Anehnya Tan Harman Tanaya sendiri tidak diperiksa sebagai saksi untuk mengklarifikasi benar atau tidak dia melakukan pengrusakan. “Karena berdasarkan pasal 406 KUHPidana itu, kan berarti pak Tanaya itu sendiri yang melakukan pengrusakan.

Padahal beliau cuman satu orang. Menjadi anehnya disitu. Pak Tanaya itu ada di Surabaya, bagaimana orang di Surabaya, bisa datang melakukan pengrusakan di Ambon, pada tahun 2010 dan seterusnya hingga pelaporan di 2014,”paparnya.

Karena itu, lanjut Hitujahubessy, pihaknya kemudian melayangkan gugat praperadilan penetapan sebagai tersangka, karena Tan Harman Tanaya sendiri merasa tidak melakukan pengrusakan.

“Bahkan pak Tanaya tidak pernah ada di Ambon. Tukang yang kerja ruko itu saja beliau tidak kenal. Tukang sendiri pernah mengatakan tidak pernah ada yang dirusak disitu (hotel Sumber Asia red), malah sumber Asia itu punya pipa-pipa air keluar dihalaman pak Tanaya, tapi kan tidak ada yang dirusak. Dan bahkan dilindungi,”terangnya.

Disinggung soal, panggilan pemeriksaan terhadap Tan Harman Tanaya disaat berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum sendiri, dirinya mengaku, hal itu juga termasuk salah satu poin dalam gugatan praperadilan tersebut.(AHA)

Most Popular

To Top