Diajak Nikah, Justru Nyaris Tewas – Ambon Ekspres
Amboina

Diajak Nikah, Justru Nyaris Tewas

AMBON, AE.–– Diajak pacar menikah, MS alias Mahmud (30) dikeroyok hingga babak belur. Dua oknum polisi, Bripka FA alias Faisal dan Brigpol FA alias Fikri, dituduh sebagai pelaku pengeroyokan dan penganiayaan. Dua polisi ini menghajar MS karena adik perempuan mereka dibawa pergi untuk menikah.

Korban, adalah mahasiswa sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Alaska Ambon. Dia dihajar dari Desa Tulehu, Maluku Tengah, hingga ke rumah dua oknum anggota polisi itu yang berada dikawasan Kebun Cengkeh, Kota Ambon.

Korban, kini sementara menjalani perawatan medis dengan kondisi tubuh yang lemas dan dipenuhi luka memar akibat hantaman benda tumpul dan benda keras disekujur tubuh.

Insiden itu terjadi ketika korban dipaksa pacarnya (adik perempuan dua polisi itu) untuk menikah. Korban awalnya menolak ajakan pacaranya itu. Karena dipaksakan korban akhirnya mengiyakan ajakan pacar. Dengan mengendarai sepeda motor, keduanya meninggalkan Kota Ambon sekira pukul 04.00 WIT, Kamis pagi kemarin.

Kepergian keduanya, diketahui dua kakak pacar korban. Sekira pukul 12.00, Kamis siang, Bripka FA alias Ical anggota polisi itu, tiba dikawasan desa Tulehu. Mereka menuju rumah Ny HW, kerabat dekat korban. Di rumah itu, korban bersama pacarnya ditemukan.

Korban langsung dihajar menggunakan kepalang tangan maupun benda keras oleh Bripka FA alias Ical. Korban kemudian langsung diamankan dan dimasukan kedalam salah satu mobil yang sudah disiapkan. Di dalam mobil, sudah ada satu lelaki yang tidak dikenali korban.

Didalam mobil, korban kembali dianiaya oleh Bripka FA alias Ical, hingga masuk kawasan Kebun Cengkeh. “Dipukul di Tulehu, kemudian masuk dalam mobil, pikirnya mau dibawa ke Polsek, tetapi ternyata tidak. Sepanjang jalan dari Tulehu, beta dipukul ditendang, dicaci dan dimaki oleh mereka.

Sampe di Ambon, pikirnya juga ke polres, ternyata mobil belok menuju kebun cengkeh, bukan malah ke rumah tetapi dibawa ke kawasan kuburan,” kata dia dengan suara yang masih menjerit kesakitan, kepada wartawan Jumat pagi kemarin.

Sebelum sampai di kawasan kuburan kebun Cengkeh, Bripka FA mengambil salah seorang pemuda dipangkalan ojek untuk naik bersama-sama dalam mobil itu. Setibanya di kawasan kuburan tepatnya, dibawa pohon mangga, korban diturunkan dari mobil dan kembali dianiaya dengan menggunakan kayu balok hingga korban hampir tak sadarkan diri.

“Sampe dibawa pohon mangga, dia kemudian pukul termasuk dibantu oleh seorang pemuda yang diambil dikawasan pangkalan ojek itu. Mereka juga pukul dan ancam bunuh beta (korban), sambil berbicara panggil kau (korban), punya keluarga yang TNI/Polri, untuk datang kesini. Dia pukul dengan kayu balok sampe patah, kemudian ambil kayu lain pukul lagi sampe beta sudah seng rasa lagi,”tutur korban.

Selang beberapa saat ketika korban masih dianiaya oleh Bripka FA alias Ical dan salah satu warga yang tidak diketahui korban itu, datanglah Bripol FA alias Fikri anggota SatBrimob Polda itu. “Brimob itu, pukul dan bahkan cabut sangkur untuk mau tikam.

Beta mencoba untuk menghindar dan meminta pertolongan. Mereka malah pegang kepala saya dan benturkan ke badan mobil, hingga darah keluar dari mulut dan hidung, sambil kemudian pukul lagi dengan kayu balok, “jelas korban sambil meneteskan air mata.

Setelah puas melakukan penganiayaan, kedua oknum anggota polisi itu memasukan korban yang sudah tidak berdaya itu kedalam mobil. Bukan malah dilarikan ke Rumah Sakit, namun korban dibawa ke rumah milik Bripka FA alias Faisal dikawasan Lorong pandan, kebun Cengkeh kota Ambon. Di rumah itu, korban kembali dianiaya, hingga lebih tidak berdaya lagi.

Dirumah Bripka FA, keluarga korban kembali menganiaya korban tanpa ampun. Tidak saja keluarga korban ada salah satu oknum anggota polisi dari PRC polres berpangkat Bripda yang identitasnya belum diketahui, turut juga menganiaya korban.

“Sampe dirumah, beta sudah tidak sadarkan diri, namun tetap berusaha kuat. Beta sempat lihat ada anggota polisi menginjak perut dengan sepatu bone (PDL), lebih dari sekali, meski injakan itu saya sudah tidak rasa lagi,” tutur dia.

Korban berhasil keluar dari rumah Bripka FA alias Ical sekira pukul 18.30, Kamis sore kemarin, setelah beberapa kerabat korban mengetahui insiden itu, dan mendatangi rumah Bripka FA. Saat tiba Bripka FA bersama beberapa keluarga sempat adu mulut dengan keluarga korban. Meski akhirnya korban dikeluarkan dari rumah itu.

Korban baru dilarikan ke RS BhayangkaraPolda Maluku, sekira pukul 23.45, saat kondisi korban semakin memburuk. “Sempat ada adu mulut ketika kami datang untuk ambil korban. Setelah kita ambil lalu kita bawa ke rumah.

tadi malam lihat kondisi korban semakin buruk kita lalu bawa ke RST, namun disana full, kemudian kita langsung ke sini (Bhayangkara red),”kata Iksan salah satu kerabat dekat korban di RS Bhayangkara siang kemarin.
Keluarga korban kemudian langsung melaporkan peristiwa itu ke Propam polres Pulau Ambon dan Sentra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polres ambon, terkait peristiwa tragis yang dialami korban.

“Sudah kami buat laporan di Propam dan SPKT Polres Ambon. kami minta juga supaya tindakan penganiayaan terhadap anak kami ini harus diproses dan diusut hingga tuntas,”tegas Muhammad Sopalatu, ayah korban, kepada wartawan di Mapolres Ambon, siang kemarin.

Saat tengah membuat laporan, Bripka FA alias Ical yang jug anggota Propam polres Ambon ini, datang dan mengamuk sambil mengancam keluarga korban yang sementara membuat laporan tersebut. Aksi FA dengan berteriak-teriak itu dihalau oleh beberapa personil polres Pulau Ambon. Bahkan sejumlah perwira akhirnya turun tangan untuk menenangkan Bripka FA.

Muhammad Sopalatu yang didampingi beberapa kerabatnya itu dimintai keterangan baik penyidik propam maupun Penyidik Satuan reskrim polres Ambon. “Dia ngamuk. Tapi kita tetap pada pendirianya tindakan penganiyaan tetap diproses. Apapun alasannya, ini aparat keamanan pelindung, pengayom masyarakat kok malah melakukan tindakan yang hampir saja menewaskan anak kami,”timpalnya.

Sementara itu, Kepala Bagian operasional Polres Pulau Ambon Kompol Bachrie Hehanussa menegaskan, pihaknya tetap akan mengambil tindakan tegas terhadap anak buahnya itu, bila terbukti melakukan tindakan tersebut.
“Kami tetap proses dan berikan sanksi tegas. Polisi bukan cara dan melakukan tindakan seperti itu,”tegas mantan Kasat Intelkam Polres Seram Bagian Timur ini.

Kasubbag Humas Polres Ambon, Iptu Nicolas Frederick Anakotta mengaku, pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban. Laporan sementara masih dalam penyelidikan, termasuk membuktikan tindakan yang dilakukan oleh Bripka Faisal Abdullah itu.

“Sudah kami terima laporan dari keluarga korban. Korban juga sudah kami ambil visum dan mintai keterangan awal. Kasus ini juga semantara kami tangani, dan dalam penyelidikan, baik di Propam maupun Reskrim. Nanti kita ikuti perkembangan kasus ini saja, “kunci juru bicara Polres Ambon ini.(AHA/ERM)

Most Popular

To Top