Hakim: Tak akan Ada Rekayasa – Ambon Ekspres
Amboina

Hakim: Tak akan Ada Rekayasa

AMBON,AE.––Sidang Praperadilan kasus Tan Harman Tanaya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengrusakan dan penyerobotan batas tanah antara Tan Harman Tanaya dan Hotel Sumber Asia, akan berakhir Senin pekan depan.Majelis Hakim yang menyidangkan kasus tersebut, segera mengeluarkan putusan, setelah sidang memasuki hari kelima.

Ini disampaikan Kepala Bagian humas Pengadilan Negeri Ambon Herry Setiobudi kepada koran ini, di kantor Pengadilan Negeri Ambon, Jumat kemarin. Kata Herry sapaan hakim itu, sidang praperadilan itu berlangsung selama sepekan, setiap hari, sejak Senin lalu.

“Sidang sendiri dimulai dengan Replik dan Duplik dari Pemohon maupun termohon, kemudian penyerahan bukti, selanjutnya Kamis kemarin pemeriksaan saksi-saksi dari pemohon dan Senin besok sudah masuk pada putusan,”jelasnya.

Baginya, majelis hakim yang memimpin sidang praperadilan itu akan memutuskan perkara seadil-adilnya dan seprofesional sesuai dengan fakta persidangan yang ada. “Tidak ada yang direkayasa maupun sebagainya. Majelis hakim akan memutuskan perkara sesuai dengan fakta pada persidangan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Sidang yang telah memasuki hari kelima, dimulai sekira pukul 09.00, Jumat kemarin. Sidang hanya berlangsung selama beberapa menit saja, karena sidang sendiri hanya beragendakan memasukan kesimpulan dari pemohon maupun termohon.

“Sidang tadi hanya untuk kami (Pemohon) dan termohon memasukan kesimpulan yang dibuat secara tertulis kepada majelis hakim. Sidang sendiri juga tidak berlangsung lama, karena setelah memasukan kesimpulan itu, sidang langsung ditunda hingga Senin pekan depan dengan agenda mendengarkan keputusan,”jelas kuasa hukum Tan Harman Tanaya, Johny Hitijahubessy, kepada koran ini terpisah.

Dia berharap majelis hakim dapat memutuskan sidang praperadilan itu, dan memenangkan mereka. Berdasarkan fakta hukum, penetapan Tan Harman Tanaya sebagai tersangka dengan pasal 406 KUHPidana, dianggap sangat tidak sesuai dan mendasar. “Harapan kami praperadilan ini bisa kami menangkan sehingga kasus ini dengan sendirinya, gugur demi hukum,”pungkasnya.

Jeratan Tan Harman Tanaya dengan 406 KUHPidana, dinilai sangat rancu. Ini karena pasal 406 KUHPidana merupakan delik aduan, sehingga penyidik perlu untuk melakukan pemeriksaan terhadap Tan Harman Tanaya sebagai saksi.

Sayangnya pemeriksaan sebagai saksi tidak pernah dilakukan oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Ambon. Melainkan langsung menetapkan Tan Harman Tanaya sebagai tersangka.

Setelah penetapan tersangka, kemudian berkas perkara dianggap lengkap alias P21, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon. Tan Harman Tanaya, malah dapat surat panggilan dari penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka. Itu pula yang kemudian membuat perkara kasus penyerebotan dan pengrusakan itu semakin rancu hingga kemudian Tan Harman melalui kuasa hukumnya melayangkan praperadilan tersebut.

Sebelumnya, saksi ahli hukum pidana asal Universitas Pattimura Ambon menilai, penetapan Tan Harman Tanaya, sebagai tersangka sesuai dengan pasal pasal 406 KUHPidana itu, merupakan kategori delik aduan, sehingga penyidik tidak bisa serta-merta langsung melakukan penetapan Tan Harman Tanya sebagai tersangka, tanpa diperiksa sebagai saksi. Hal itu berbeda bila laporan tersebut bukanlah, laporan yang dikategorikan sebagai delik aduan.(AHA)

Most Popular

To Top