TULUS Dipastikan Menang – Ambon Ekspres
Politik

TULUS Dipastikan Menang

AMBON,AE.—Isu kemenangan kotak kosong dipatahkan. Survei menunjukan pasangan Tuasikal Abua-Marlatu Leleury masih diharapkan mayoritas masyarat Maluku Tengah untuk memimpin daerah itu lima tahun lagi. Masyarakat menilai, pasangan ini berhasil dalam melaksanakan program-program pembangunan selama lima tahun sebelumnya.

Hal ini terungkap dalam rilis Index yang dipaparkan kemarin oleh Direkturnya Agung Prihatna didampingi peneliti senior lembaga itu, Nendy Kurniawan Asyari. Elektabilitas pasangan ini bahkan nyaris menembus angka 77,8 persen. “Ini menandakan bahwa rakyat sangat berharap pasangan TULUS memimpin lagi,” kata Agung yang sudah puluhan tahun bekerja di lembaga survei ini.

Pasangan yang diusung delapan partai politik ini masih terlalu tangguh untuk dikalahkan ‘kotak kosong’. Kata dia, ketiadaan gambaran masyarakat terhadap ‘kotak kosong’ membuat pasangan TULUS dengan mudah bisa memenangkan pertarungan ini.

“Dan ingat dimana pun pertarungannya, pasangan tunggal yang melawan kotak kosong tidak pernah kalah,” kata dia. Bahkan pasangan tunggal bisa menang mudah dalam pertarungan dengan ‘kotak kosong’.

“Survei Index, nilai elektabilitas pasangan TULUS mencapai 77,8 persen. Elektabilitas pasangan TULUS yang secara secara signifikan ini jauh diatas dukungan ‘kotak kosong’ yang hanya mencapai 11,4 persen,” kata dia.

Sampai usai pelaksanaan survei, angka pemilih yang belum menentukan pilihan hanya tersisa 4,2 persen. Sementara yang masih merahasiakan pilihannya mencapai 6,2 persen. “Ini sebesar 72,2 persen masyarakat puas dengan kerja pasangan TULUS dalam membangun Maluku Tengah,” tandas Agung.

Survei ini dilakukan tanggal 8 Januari hingga 16 Januari 2017. Survei ini menunjukan popularitas pasangan TULUS jauh lebih tinggi yakni mencapai angka 97 persen, sementara nilai akseptabilitasnya mencapai angka 90 persen.

“Ini mengisyaratkan bahwa pasangan Tuasikal-Leleury diterima sangat baik dan disukai masyarakat Maluku Tengah sehingga memiliki tingkat penerimaan yang sangat tinggi,”ujarnya.

Disinggung soal manuver sejumlah orang untuk memenangkan ‘Kotak Kosong’, kata Agung, tidak akan mempengaruhi kemenangan TULUS, karena perbedaan prosentasenya cukup signifikan. Hanya saja tindakan tersebut dinilai wajar dalam proses berdemokrasi.

Nendy Kurniawan Asyari dalam pemaparan hasil survei itu mengatakan, dari sejumlah masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Tuasikal-Abua selama menjabat juga masih ragu untuk mendukung ‘kotak kosong’.

“Jadi ada anggapan dari masyarakat Maluku Tengah, kalau kita pilih kotak kosong nanti siapa yang akan menjadi pemimpin kita. Sekira 20 persen dari masyarakat yang menolak kepemimpinan TULUS, justeru lebih memilih TULUS ketimbang memilih Kotak Kosong,” kata Nendy.

Survei yang dilakukan menggunakan metode multi stage random sampling dengan margin of error sebesar 4,5 persen. Jumlah sampel dalam survei itu sendiri mencapai 500 responden yang dipilih secara acak dengan melakukan wawancara dan tatap muka dan juga menggunakan koisioner terstruktur.

“lokasi survei dilakukan secara proporsional, jadi semua wilayah kita jadikan lokasi survei. Soal adawacana perjuangan pemekartans eperti di Jazirah Leihitu dan Seram Utara kita juga dapatkan itu namun tidak akan berpengaruh, karena itu memang wacana elit,” ungkapnya.(ISL)

Most Popular

To Top