Pertarungan Terakhir YAKIN-INA AMA – Ambon Ekspres
Politik

Pertarungan Terakhir YAKIN-INA AMA

AMBON,AE.—Pasangan Yasin Payapo-Timotius Akerina (YAKIN) dan Samson Attapary-Suhfi Majid (INA-AMA), sama-sama agresif melakukan kampanye. Kedua paslon itu jauh meninggalkan dua pasangan lainnya. Manajemen tim dan pencegahan politik uang menjadi faktor penentu kemenangan salah satu diantara kedua paslon tersebut.

Pasangan YAKIN diusung oleh Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan partai Nasional Demokrat (Nasdem) dengan jumlah 6 kursi DPRD. Sedangkan INA-AMA diusung oleh PDI Perjuangan dan PKS dengan jumlah 6 kursi pula.

Tidak hanya agresif menggelar kampanye, pasangan YAKIN dan INA-AMA juga mampu mendatangkan massa dalam jumlah ratusan hingga ribuan untuk mendengarkan visi, misi dan program mereka masing-masing. Ini berbeda dengan dua pasangan calon lainnya, Paulus Semuel Puttileihalat-Hi.Amirudin (RODAL) dan Sanadjihitu Tuhuteru-Izzac Surupatty (TUNTAS) yang terlihat loyo.

“Kalau dari indikator kampanye, INA AMA dan YAKIN yang paling agresif. Mereka menggerakan massa atau warga dengan cukup baik dan maksimal. Berbeda dengan dua pasangan calon lainnya yang masih loyoh,”kata Djali Gafur saat dihubungi Ambon Ekspres, Minggu (22/1).

Melajunya dua pasangan ini pada posisi teratas, ditentukan oleh sejumlah faktor. Selain kekuatan partai politik pengusung, basis massa, juga karena personality atau kefiguran mereka.

Pada pasangan INA-AMA, kata Gafur, calon wakil Bupati Suhfi Majid dapat mengimbangi kekuatan Yasin Payapo. Terutama di kecamatan Huamual dan Huamual Belakang, yang merupakan wilayah pertarungan mereka.

“Yang biking mereka kuat adalah kualitas figur. Karena ini faktor yang paling menentukan. Baik di YAKIN maupun INA AMA. Wakil pasangan INA AMA, setidaknya bisa mengimbangi kekuatan Yasin Payapo di Huamual dan Huamual Belakang. Memang tidak terlalu signifikan, tapi itu juga berpengaruh,”papar dia.

Akan tetapi jika ditakar, lanjut Direktur Indonesia Research dan Strategy (IRS) itu, personality Yasin yang lebih kuat. Karena Yasin memiliki rekam jejak politik dan sosial yang panjang. “Karena dia punya track record (rekam jejak) yang panjang. Kemudian, komunikasi politik dan komunikasi kulturalnya cukup baik,”terangnya.
Peluang Menang

Tetapi, jumlah massa yang menghadiri kampanye serta kefiguran saja tidak bisa dijadikan indikator kemenangan. Mobilisasi massa ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), manajamen tim yang baik dan pencegahan terhadap praktek politik uang dari pihak lawan juga harus diperhatikan.

Berdasarkan hasil survei lembaganya beberapa bulan lalu, ungkap Gafur, pemilih ayunan/mengambang(swing voters) untuk Pilkada SBB 2017 masih sekitar 60 persen. Pengalaman Pilkada di daerah sebelumnya membuktikan, hampir semua pemilih mengembang menentukan pilihan di masa tenang.

“Kalau kita berkaca pada Pilkada sebelumnya di SBB, memang banyak yang menentukan pilihan terakhir ketika masa tenang. Jadi, terakhirnya, tinggal kekuatan mobilisasi massa saja ke TPS dan manejemen tim di masing-masing TPS. Kalau timnya bekerja keras untuk bisa memobilisasi suara, maka dia yang berpeluang menang,”paparnya lagi.

Selain itu, politik uang juga perlu dicegah. Pasangan calon yang memiliki kekuatan finansial yang memadai, kata dia, bisa saja memobilisasi massa secara masif dan dengan jumlah banyak untuk meraih kemenangan.

Dia melanjutkan, uang bukan saja untuk mobilisasi pemilih—terutama yang belum menentukan pilihan, tetapi juga membayar honor saksi. Sebab, saksi juga memiliki peran penting dalam mengawal distribusi dan penggembungan suara yang kerap terjadi saat penghitungan dan rekapitulasi.

“Faktor terakhir adalah finansial. Kita tidak bisa menafikannya. Karena menggerakan orang di sekitar 290 TPS itu kan butuh anggaran yang banyak. Percuma saja kalau dia punya kampanye selama ini bagus, tapi kalau seandainya dia tidak bisa pengadaan saksi di TPS, maka nihil,”jelasnya.

Optimis
Sementara itu, Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Abdullah Sillehu mengaskan, pasangan YAKIN sangat berpeluang menang pada taggal 15 Februari nanti.

“Kami optimis pasangan Payapo-Akerina berpeluang menang, karena keduanya memiliki kemampuan yang sama dalam menata SBB kearah yang lebih baik. Sebab Payapo-Akerina hadir untuk kase bae SBB,” ungkap Sillehu.

Dikatakan, hal itu disebabkan, masyarakat di desa dan dusun di 11 kecamatan di SBB sangat antusias ketika pasangan nomor 4 itu berkampanye. Apalagi, masyarakat pendukung mereka secara sukarela menanggung konsumsi dan kebutuhan kampanye lainnya. “Kami yakin pasangan YAKIN menang dan meraih suara sekitar 70 persen dari kandidat lain dari daftar pemilih tetap (DPT),” katanya.

Menurut Sillehu, kinerja Payapo-Akerina sebagai Anggota DPRD bisa dibuktikan dengan kemajuan dan keduanya memiliki karakter yang sama untuk membangun SBB lebe baik kedepan untuk mensejahterakan masyarakat. Karena itu, masyarakat tidak ragu lagi untuk memilih Payapo-Akerina pada pilkada yang digelar 15 Februari 2017 nanti,” YAKIN untuk kase bae SBB,” cetusnya.

Olehnya itu, ia mengingatkan masyarakat di Bumi Saka Mese Nusa untuk tidak salah pilih. Memang Payapo-Akerina tidak obral janji, namun memiliki visi dan misi serta komitmen bila terpilih, mereka akan menggerakan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat serta pembangunan infrastruktur.

“Kami yakin pasangan Payapo-Akerina dapat membawa perubahan besar untuk kase bae SBB dengan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif dapat memutus mata rantai kemiskinan dan kebodohan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, pasangan INA-AMA terus melakukan survei internal setiap bulan untuk mengevaluasi kinerja kampanye dan konsolidasi. Mulai awal hingga akhir kampanye.

Ferri tidak menyebut angka hasil survei. Tetapi, dia sangat optimis, pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan dan PKS itu akan menang Pilkada. “Kita punya basis dukungan sudah jelas, dan itu teman-teman pasangan yang lain sudah bisa melihatnya.

Makanya bagi INA-AMA untuk memenangkan pertarungan ini sudah sangat terbuka, karena dukungan masyarakat kepada pasangan ini sangat luar biasa. Dan kami optimis akan keluar sebagai pemenang nanti,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, INA-AMA memfokuskan kampanye dan konsolidasi di wilayah-wilayah yang memiliki banyak pemilih. Dalam waktu, INA-AMA akan membekali saksi untuk disebarkan ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 15 Februari nanti. (TAB)

Most Popular

To Top