Polisi tak Berhasil Ungkap Penembak – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Polisi tak Berhasil Ungkap Penembak

AMBON,AE.––Aparat kepolisian baik dari Polda Maluku, maupun Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, belum juga berhasil mengungkap pelaku penembakan secara misterius terhadap sejumlah warga yang terjadi dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Berdasarkan catatan yang diperoleh Ambon Ekspres, kasus-kasus penembakan yang hingga kini pelakunya belum terungkap itu diantaranya, penembakan terhadap Agustinus Melyaki saat terjadi bentrokan pemuda di kawasan Kudamati pada tanggal 6 Januari 2014 lalu.

Kemudian kasus penembakan Rafsan Lestaluhu (20), warga Desa Siri-sori Islam, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Dia tewas ditembak orang tak dikenal pada 6 Januari 2015. Dia tertembak pada bagian perut saat hendak menuju kebun cengkih yang berada di perbatasan hutan antara Desa Siri Sori Islam dengan Desa Siri Sori Amalatu.

Hal yang sama juga dialami Benjamin Lekahena (74) warga Abubu yang diduga ditembak pada tanggal 24 Februari 2016 lalu di hutan perbatasan Abubu-Akong. Selang beberapa bnulan kemudian penembakan juga menumpah dua remaja Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kalvin Aunalat (19), dan Wellem Parihala (17) pada Senin, 16 Mei 2016 di Perbatsan Abubu dan Titawai.

Dan peristiwa yang terakhir yakni penembakan terhadap Ibnu Kusuma (16), remaja asal desa Batu Merah, Kota Ambon, pada 13 Januari 2017 lalu, di Kawasan Ruko Batu Merah.

Entah siapa pelaku dibalik seluruh peristiwa penembakan yang terjadi sejak empat tahun terakhir. Pekerjaan rumah inilah yang harus dituntaskan oleh jajaran kepolisian yang ada di daerah ini. Ini dianggap penting agar peristiwa serupa tidak perlu terulang kembali.

Ketua DPRD Provinsi Maluku Edwin Huwae meminta, kepolisian segera mengungkap pelaku penembakan untuk menjawab keresahan masyarakat. “Untuk kematian sendiri keluarga sudah mengikhlaskan, yang menjadi tuntutan warga saat ini hanya mengungkap pelaku, untuk itu polisi harus segera mengungkap pelaku penembakan juga penganiayaan untuk menjawab keresahan warga,” ungkap Edwin kepada wartawan dirumah rakyat Karang Panjang Ambon, belum lama ini.

Menurut politisi PDIP Maluku ini, tidak saja kasus penembakan terhadap remaja Batu Merah itu, melainkan seluruh kasus penembakan yang terjadi di Maluku, terutama dibawa wilayah hukum Polres Pulau Ambon dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir juga perlu diungkap.

“Polisi tahu apa yang harus mereka kerjakan, untuk itu dukungan masyarakat terutama warga Batu Merah sangat berperan penting dalam menunjang kinerja polisi, tentu tidak mudah dalam mengungkap karena ada proses didalamnya, dan saya percaya pada saatnya Polisi akan mengungkap dan menahan pelaku,”ujarnya.

Bagi Huwae, masyarakat tentu punya hak untuk mempressure kepolisian agar segera mengungkap secara cepat dan tepat, tapi janganlah bentuk pressure dilakukan dengan cara yang tidak sewajarnya. Terlebih berpengaruh terhadap gangguan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di kota Ambon.

Polisi hingga kini mengaku, masih terus melakukan penyelidikan, guna mengungkap pelaku penembakan itu. Alasan polisi atas pengungkapan pelaku penembakan yang menimpah siswa sebuah SMA di kota Ambon, serta kasus-kasus penembakan yang lain.

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ajun Komisaris Besar Polisi Harold Wilson Huwae mengatakan, kasus penembakan yang menewaskan Ibnu Kusuma itu pihaknya sementara masih menanti hasil uji balistik dari laboraturium forensik Mabes Polri.

“Untuk peristiwa penembakan di Batu Merah, sementara masih mengumpulkan bukti-bukti dan masih menunggu hasil uji balistik laboraturium forensik Mabes Polri,”kata kapolres kepada wartawan di Mapolres Ambon, akhir pekan kemarin.

Sementara untuk saksi-saksi sendiri, alumni AKPOL 1996 ini menambahkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Sayangnya dari keterangan para saksi itu, belum ada yang mengarah kepada siapa pelakunya.

“Saksi-saksi, khusus untuk penembakan itu baru 6 saksi. Sementara untuk dua Laporan polisi lain yakni penganiayaan dan perampasan itu sudah lebih dari 6 saksi juga. Jadi sekitar belasan saksilah,” terang perwira utama Polres Ambon ini.(AHA/WHB)

Most Popular

To Top