Dukungan AT Perkuat Kemenangan Assagaff – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Dukungan AT Perkuat Kemenangan Assagaff

Terkait Pilgub Maluku 2018 

AMBON,AE— Dukungan Abdullah Tuasikal untuk Said Assagaff dalam pemilihan Gubernur Maluku 2018, dinilai sangat berpe-ngaruh. Namun, bisa saja dukungan tersebut hanya bagian dari strategi Abdullah untuk melanggengkan kepentingan politiknya.

Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti) Paulus Koritelu mengatakan, dukungan Abdullah Tuasikal kepada Assagaff merupakan fenomena menarik dalam kompetisi politik lokal Maluku. Pasalnya, selama ini kedua figur tersebut berlawanan.

Diantaranya, terjadi pada pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Maluku 2013. Abdullah Tuasikal (AT) yang kala itu menggandeng Hendrik Lewerissa berebut suara Maluku Tengah dengan Assagaff dan Zeth Sahuburua.

“Baik rival pribadi maupun representasi mereka pada partai politik masing-masing. Tapi dalam konteks politik, memang tidak pernah kita temukan musuh dan teman abadi. Itu gak pernah ada,”kata Koritelu, Selasa (24/1).
Menjelang Pilgub Maluku 2018, AT melalui orang dekat mengaku, siap memberikan dukungan untuk Assagaff. Dukungan tersebut, kata Koritelu, jika direalisasikan secara serius, sangat berpengaruh positif untuk kemenangan Assagaff.

“Dukungan ini kalau dilakukan dengan tulus, akan sangat berpengaruh. Pengaruh positif. Berarti wajah perpolitikan di Maluku agak lebih memberi angin segar yang jauh besar kepada seorang Said Assagaff untuk periode kepemimpinan yang kedua,”urai Koritelu.

Sebab, lanjut dia, mantan bupati Maluku Tengah dua periode dan mantan ketua DPD Golkar Maluku masih punya pengaruh dan kekuatan politik, khususnya di Maluku Tengah. Kemudian, dalam realitas politik, tetap beliau pasti berpengaruh,”katanya.

Tujuan Mendukung
Dukungan AT kepada Assagaff jika benar-benar terjadi, menurut dia, bukan saja berpengaruh terhadap kemenangan Assagaff. Tetapi, bisa mempengaruhi Assagaff dalam menentukan bakal calon wakilnya nanti.

“Dalam transaksi politik itu, pak Dullah juga akan sangat mempengaruhi kekuatan pak said untuk menentukan siapa wakil pak Said. Pada tingkat itu, bisa saja pak Dullah menyodorkan wakil yang Kristen. Mungkin dari partai yang selama ini dibesarkan oleh seorang pak Dullah, yakni Partai Gerindra. Jadi, bisa saja Henderik Lewerissa,”katanya lagi.

Kemudian, dukungan tersebut juga pasti didasari persetujuan politik tertentu. Baik jangka panjang maupun pendek. Diantaranya, untuk Pilgub 2024 atau pileg 2019.

“Sehingga sebenarnya ini juga cukup memberi jalan aman, kalau kemudian setelah pak said, pak Dullah mungkin akan meminta dukungan balik dari seorang pak Said,”paparnya.

Disinggung soal kemungkinan AT maju kembali, menurut Koritelu, sangat tergantung dari kepastian dukungannya terhadap Assagaff. Akan tetapi, AT akan kesulitan menghadapi Assagaff dalam posisinya sebagai incumbent.

“Dalam politik, banyak kemungkinan dapat saja terjadi. Apalagi pak Dullah itu yang tidak mau berpikir banyak. Apa yang dia kehendaki, itulah yang dia jalankan. Tapi dia sulit memenangkan pertandingan, kalau pak Said dalam posisi incumbent, ”pungkasnya.

Masih Diragukan
Pengamat politik Universitas Kristen Indnesia Maluku (UKIM) Josephus Noya memprediksi, dukungan AT terhadap Assagaff tidak berpengaruh signifikan. Alasannya, Pilkada Maluku meliputi 11 kabupaten/kota. Sehingga bukan saja Malteng yang menjadi harapan Assagaff sebagai penyumbang suara signifikan.

Selain itu, AT sudah terbukti kalah pada Pilgub 2013. Pemilih di Maluku Tengah pecah. Sebagian memilih AT, mantan bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdullah Vanath dan Assagaff.

“Kalau dia tetap mendukung untuk gubernur 2018, saya kira memang untuk menambah pundi suara, itu ada. Tapi tidak signifikan. Tipis saja. Karena bukan Maluku Tengah sendiri. Dan kenyataan waktu Pilgub kemarin (Pilgub 2013), Abdulllah kalah,”kata Noya.

Kemudian, kuatnya pengaruh AT tergantung dari lawan Assagaff nanti. Apabila figur dari Pelauw, kampung AT juga maju, kemungkinan besar kekuatan AT akan tergerus.

“Kemudian, tergantung dari figur siapa yang akan maju dan bertarung dengan Assagaff. Apakah dari Pelauw lagi, ataukah dari keluarga lagi. Kalau dari dua komponen itu maju, maka dukungan itu kecil,”terangnya.

Di sisi lain, Noya masih menyangsikan sikap politik AT mendukung Assagaff. Alasannya, AT dan dinastinya merupakan tipe yang pantang menyerah dalam kompetisi politik di Maluku.

Selain itu, AT sebenarnya sudah siap. Baik dengan modal politik maupun finansial. Saat ini, anaknya Amrullah Amri Tuasikal adalah anggota DPR RI menggantikan istrinya, Miranti Dewaningsih.

Lalu, jika kakaknya, Abua Tuasikal menang lagi, otomatis kekuatan politik AT semakin kuat. AT sudah siap. Tidak seperti figur yang lain, yang pada saatnya baru sibuk mencari dukungan politik maupun finansial.

“Jadi, dukungan dia ke pak gubernur, masih diragukan. Karena memang sudah siap. Ada kesempatan sedikit saja, mereka akan maju. Walaupun nanti kalah,”katanya.

Olehnya dia mengatakan, keseriusan AT baru bisa dibuktikan setelah pemilihan Bupati dan wakil Bupati Maluku Tengah. Karena bisa saja, dukungan AT ke Assagaff hanya dengan harapan agar Assagaff membantu dia memenangkan Abua Tuasikal melawan kotak kosong di Malteng.

“Jadi, nanti kita lihat sampai selesai Pilkada Februari ini. Kalau dukungan itu terus mencuat, berarti itu betul. Tapi kalau dari tanggal 15 Februari dan seterus menurun, itu berarti hanya dukungan topeng saja,”pungkasnya. (TAB)

Most Popular

To Top