Peluang Sama Herman-Komarudin di PDIP – Ambon Ekspres
Politik

Peluang Sama Herman-Komarudin di PDIP

AMBON,AE— Kubu Herman Koedoebeon yakin, Komarudin Watubun belum final direkomendasikan PDI-Perjuangan untuk dicalonkan sebagai Gubernur Maluku 2018 mendatang. Karena itu, peluang untuk Herman direkomendasikan masih terbuka, bahkan sama.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Tobyhenda J.M Sahureka mengaku, Herman dan Komarudin adalah figur yang saat ini ramai diperbincang di masyarakat. Terutama yang memiliki afiliasi politik dengan PDIP.

“Saya juga mencermati lewat medsos (media sosial) dan media massa, kedua figur itu yang saat ini menjadi perbincangan. Tapi, terutama pemerhati politik,” kata Sahureka.

Secara pribadi, kata dia, Herman dan Komarudin merupakan figur yang memiliki rekam jejak yang masih bagus. Olehnya itu, keduanya punya peluang yang sama untuk mendapatkan rekomendasi PDIP.

Kemauan kader dan simpatisan PDIP, hasil survei dan beberapa indikator lainnya, lanjut Sahureka, yang akan dipakai untuk menentukan rekomendasi. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang berwenangan menentukan dan menetapkan rekomendasi.

“Tapi, lagi-lagi semuanya berpulang ke DPP partai. Karena DPP partai memiliki kewenangan untuk menetapkan berdasarkan masukan-masukan dari luar. Termasuk, hasil survei,”papar mantan anggota DPRD provinsi Maluku itu.

Dia memastikan, PDIP akan menyiapkan diri dengan matang untuk mengikuti Pilgub dan optimis merebut kembali kursi gubernur dan wakil gubernur. Alasannya, pada Pilgub 2013, PDIP nyaris menang, meski mengusung pasangan Herman Koedoeboen-Daud Sangadji secara mendadak.

“Kita calonkan pak Herman sama pak Daud secara tiba-tiba saja, nyaris kita menang. Apalagi kalau kita sudah punya kesiapan dan indikator yang matang, maka sangat berpeluang menang,”ungkapnya.

Dia mengakui, hingga sekarang DPD PDI Perjuangan Maluku belum memperbincangkan figur bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Pilkada Maluku Tenggara dan Kota Ambon 2018 maupun koalisi partai. PDIP masih fokus pada Pilkada serentak 2017 di kabupaten Buru, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Kota Ambon.

“Calon gubernur dan wakil gubernur, sama sekali belum dibincangkan di DPD Partai. Nanti setelah itu baru kita beranjak untuk Pilgub Maluku, Pilwakot Tual dan Pilkada Maluku Tenggara. Main bertahap,” tukasnya.

Seperti diberitakan Ambon Ekspres, Kamis (19/1) Herman adalah aparat penegak hukum. Tetapi juga politisi. Ia merupakan mantan Kepala Kejaksaan (Kajati) dan mantan Bupati Maluku Tenggara (Malra). Seklarang masih sedang bertugas di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Herman pernah maju sebagai calon gubernur Maluku 2013, berpasangan dengan Daud Sangadji, pengusaha Maluku. Pasangan dengan akronim MANDAT itu, tidak melakukan konsolidasi laiknya empat pasangan calon lainnya.
Herman pun tak disangka mendapatkan rekomendasi PDI Perjaungan. Pasalnya, saat itu banyak kader PDIP seperti Barnabas Orno dan Bitzael Silvester Temmar serta almarhum Ales Litaay juga berebut rekomendasi.

Keputusan DPP PDI Perjuangan dengan dasar hak prerogatif ketua umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen kala itu, Tjahjo Kumolo diprotes oleh kader PDIP di Maluku. Bahkan, Herman didesak mengundurkan diri dari bursa pencalonan.

Tetapi Herman membuktikan bahwa dia punya kans. Pasangan MANDAT keluar sebagai peraih suara terbanyak ketiga, 188.224 (21, 57) persen. Itu pun, karena terjadi penggelembungan suara di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang dilakukan oleh pasangan Abdullah Vanath-Marthin Jonas Maspaitella (DAMAI). MANDAT tak lolos ke putaran kedua.

Salah satu orang dekat Herman Koedoeoen, Syamsul Notanubun mengatakan, Herman akan maju lagi sebagai calon gubernur. Namun, Notanubun mengaku, belum mengetahui bakal calon wakil gubernur yang akan digandeng Herman.

“Iya, beliau sudah pasti maju. Sebagai calon gubernur. Kalau wakilnya, saya belum tahu. Nanti saya konfirmasi ke beliau dulu, baru saya informasikan,”kata Notanubun saat dihubungi Ambon Ekspres lewat telepon genggam, Senin (30/1).

Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti) Paulus Koritelu, berpendapat Herman masih memiliki basis yang kuat. Sebab, akibat jadi korban politik di Pilkada Maluku, Herman justru mendapatkan simpati dan pencitraan positif. Sampai sekarang, simpul-simpul kekuatan Herman masih terawat.

Terkait rekomendasi, menurut Koritelu, Dari sisi kewenangan dan kebijakan, kemungkinan Komarudin yang akan direkomendasi. Pasalnya, selain sebagai kader dan pengurus DPP, Komar juga sangat dekat dengan elit PDIP.
Tetapi sisi rekam jejak dan pengalaman serta basis, PDIP bisa saja memilih Herman. Komarudin merupakan pendatang baru dijagat perpolitikan Maluku. Berbeda dengan Herman yang memulainya sebagai bupati Malra.

“Tetapi dari analisis lapangan, sebetulnya kekuatan perolehan suara kalau mau maju sebagai calon, itu ada pada Herman. Herman juga memiliki rekam jejak yang relatif cukup baik. Mantan Bupati Maluku Tenggara dan mantan Kepala Kejaksaan,”terangnya.

Ketika maju lagi pada Pilkada kedua kabupaten Malra, Herman tersingkir. Alasannya, dia menolak pemekaran, sehingga mempengaruhi langkah politiknya.

Akan tetapi, dia kembali membuktikan kekuatannya pada Pilgub Maluku 2013, dengan menang di kota Tual, Malra dan beberapa wilayah Tenggara lainnya. Karena itu, kata Koritelu, jika PDIP ingin melanggengkan kekuasaan politik di daerah, maka Herman yang harus direkomendasikan. (TAB)

Most Popular

To Top