Rovik: Akan Saya Lawan Sampai Mati – Ambon Ekspres
Politik

Rovik: Akan Saya Lawan Sampai Mati

AMBON, AE.––Ancaman Ketua DPW PPP Maluku, Syarif Hadler untuk menonaktifkan Rovik Akbar Afifudin dari ketua DPC PPP Kota Ambon, tidak membuatnya keder. Rovik bahkan akan melawan Syarif apapun resikonya.

Ancaman itu disampaikan Syarif, dalam Peringatan Hari Lahir (Harlah) PPP yang ke 44 di gedung Ashari-Al Fatah Ambon, Sabtu (28/1). Rovik, kepada wartawan di DPRD Ambon, Senin (30/1) mengatakan, tidak pernah sedikitpun menunjukan sikap membangkang kepada DPW maupun DPP. Dan selalu setia mengamankan keputusan partai.

Hanya saja kata Rovik, dirinya bersama pengikutnya tidak pernah dilibatkan dalam setiap momentum Pilkada yang akan berlangsung 15 Februari 2017 mendatang. Menurutnya, soal ancaman Syarif Hadler untuk menonaktifkan dirinya sebagai ketua DPC, hanyalah keinginan dari sekelompok orang tertentu yang menginginkan jabatannya.

“Jika mau ambil jabatan saya, maka silakan. Tapi jangan pisahkan saya dari PPP. Karena kita tidak pernah membangkang. Jika saya melawan keputusan partai, buat apa saya ke Jakarta untuk mengamankan rekomendasi PAPARISSA BARU dan menyerahkan langsung ke pak Richard dan pak Syarif? Itu karena saya menghargai beliau sebagai ketua DPW. Jadi siapa yang membangkang?,” tanya Rovik.

Dia menegaskan, jika ketua DPW PP berkeras ingin menonaktifkan dirinya sebagai ketua DPC, maka dia akan melawan hingga tetes darah penghabisan. Semuanya harus melalui Musyawarah Cabang (Muscab), karena dia diangkat lewat Muscab PPP 6 tahun yang lalu.

“Apa alasan untuk menonaktifkan saya? Prestasi saya dan rekan-rekan saya terbukti memenangkan PAPARISA jilid I (Richard-Sam), berhasil menangkan Pak Assgaf dalam Pilgub. Dan apa karena persoalan kecil untuk kepentingan orang lain hingga mau mengorbankan kami. Jika demikian, akan saya lawan sampai mati,” tegasnya.

Menurutnya, jika dirinya ingin berkhianat, sudah dari awal dilakukan dan tidak perlu mengamankan rekomendasi DPP dan menghadiri Deklarasi PAPARISSA BARU. Hanya saja, lanjut Rovik, setelah deklarasi PAPARISSA BARU, dirinya tidak pernah lagi dihubungi oleh Syarif Hadler. Bahkan tidak dimasukan dalam tim pemenangan sampai saat ini.

“Intinya, saya tidak pernah melawan keputusan beliau (Syarif Hadler) sebagai ketua DPW. Hanya saja kita tidak pernah dilibatkan. Jadi sebetulnya, bukan kami melawan keputusan partai, kita telah melaksanakan perintah partai mulai dari Deklarasi hingga pendaftaran di KPU kami lakukan. Kami merasa kesal, karena setelah itu tidak pernah dilibatkan. Dan saya tidak memperjuangkan siapapun dalam proses ini, tapi saya memperjuangkan kepentingan partai,” terangnya.(ISL)

Most Popular

To Top