3 Pilkada di Juni 2018 – Ambon Ekspres
Politik

3 Pilkada di Juni 2018

Tahapan Dimulai Agustus 2017

AMBON, AE— Pemilihan kepala daerah serentak akan kembali digelar tahun 2018. Di Maluku terdapat tiga Pilkada, yakni Gubernur dan wakil gubernur, Bupati dan wakil Bupati Maluku Tenggara, Walikota dan wakil Walikota Tual.

Pemilihan di tiga daerah itu termasuk dalam Pilkada serentak jilid ketiga, setelah sebelumnya di 2015 dan 2017. ”Untuk Pilkada serentak jilid tiga tahun 2018 di Maluku, antara lain Pilgub, Pilbup Maluku Tenggara dan kota Tual,”kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku, La Alwi saat dihubungi Ambon Ekspres, Minggu (19/2).

Tahapan Pilkada serentak di tiga daerah tersebut akan dimulai pada Agustus 2017. Dua agenda yang diupayakan berlangsung dalam tahapan awal itu, adalah penyusunan dan penetapan Nota Persetujuan Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran Pilkada, dan program.
Tahapan Pilgub dan Pilkada dua daerah lainnya (Malra dan Tual) paling lambat bulan Agustus NPHD sudah ditetapkan. Sebab, September 2017 sudah memasuki tahapan pembentukan badan penyelenggara ad hoc,”jelas Alwi.

Kepastian anggaran Pilkada, lanjut Alwi, sangat penting. Mengingat, pemungutan dan penghitungan suara Pilkada serentak jilid tiga telah ditetapkan berlangsung pada Juni 2018.

“Kita estimasikan penyelenggara bekerja 10 bulan. Tapi mendahului itu, kita harus siapkan kegiatan pra tahapan, termasuk anggaran dan progam. Karena Pilkada dilangsungkan pada bulan Juni 2018,”tukasnya.
Wacana Kandidasi

Sementara itu, kandidasi bakal pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur, Bupati dan wakil Bupati Malra, serta Walikota dan wakil walikota marak dibicarakan. Figur yang diprediksi maju sebagai calon gubernur, yakni gubernur sekaligus ketua DPD Partai Golkar Maluku Said Assagaff, politisi PDI Perjuangan Komarudin Watubun, mantan Bupati Maluku Tenggara dan kini bertugas di Kejaksaan Agung Herman Koedoeboen dan anggota DPD RI Nono Sampono, serta Kepala Korps Brimob Polri Murad Ismail.

Sejumlah nama lain juga muncul,baik sebagai balon wagub maupun balom gubernur, Bupati Malra Anderias Rentanubun, ketua DPRD Maluku Edwin Huwae, kader Golkar Freddy Latumahina, ketua DPD Golkar kabupaten Manokwari Moses Rudy Timisela, mantan Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) Bitzael Silvester Temar, mantan ketua Sinode GPM Pdt John Ruhulessin, aktivitas dan pendeta Lies Marantika, Direktur Archipelago Solidarity Foundation Oekonom Angelina Pattiasina, anggota DPR RI dapil Papua Barat Michael Wattimena dapil Papua Barat dan anggota DPR RI dapil Maluku Mercy Chriesty Barends.

Belakangan ini, kuat isu duet Assagaff-Rentanubun. Namun, wacana ini tak ditanggapi serius oleh kader partai Golkar. Sebagian menginginkan agar ada koalisi Golkar-PDIP untuk Pilgub nanti.

Itu keinginan saya secara pribadi. Partai belum putuskan. Baru saya sendiri saja,”kata pengurus DPD Partai Golkar Maluku, Haeruddin Tuarita saat dikonfirmasi mengenai status ‘Golkar-PDIP For 2018’ di facebook, kemarin.
Status Haerruddin ini mengundang komentar. Sebagian facebookers menilai, duet Golkar-Golkar masih kuat. Ini karena Golkar masih memiliki kekuatan politik.

Namun, sebagian mengatakan, semua kemungkinan bisa terjadi dalam politik. Sehingga, Golkar bisa berkoalisi dengan PDIP, Demokrat atau Gerindra.

Haeruddin memiliki alasan cukup mengenai koalisi Golkar-PDIP. Diantaranya, kedua partai ini merupakan pemenang pemilu 2014 pertama dan kedua, memiliki figur yang baik dan didukung oleh sistem partai yang kuat di seluruh kabupaten/kota di Maluku.

“Tanpa merendahkan parpol lain di Maluku. Tetapi kalau dua partai ini berkoalisi, maka tidak ada halangan berarti utuk memenangkan Pilgub,”kata Haeruddin saat dihubungi Ambon Ekspres.

Dari aspek basis politik, Golkar cukup kuat di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Buru dan kota Ambon. Ditambah dengan soliditas kekuatan PDI Perjuangan, akan mempermudah kemenangan.

Tetapi, Golkar memiliki mekanisme survei untuk menentukan rekomendasi pasangan calon kepala daerah.”Tapi ada mekanisme survei untuk menentukan siapa bakal calon yang akan diusung oleh Golkar,”tambah Haeruddin tanpa menyebut figur dari kedua partai itu.

Sedangkan untuk Pilkada Malra seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah nama yang disebut akan maju di Pilkada Malra. Antara lain, bakal calon Bupati John Resubun, birokrat di pemerintah provinsi Maluku, Cosmas Refra politisi partai Nasdem di DPP dan advokat, Petrus Beruatwarin (Sekretaris Daerah) Malra, Joseph Ohoitimur advokat di Papua, Utha Safsafubun (Ketua DPD PDIP Malra) dan Chrisantcus Layanan (anggota DPRD Kota Jayapura).

Di posisi wakil, yakni Gerry Habel Hakubun (ketua DPD Gerindra Malra), Benhur G Watubun (politisi PDIP) Amir Rumra (politisi PKS dan anggota DPRD Maluku), Petronela Safsafubun (birokrat), Nursamsia Hanubun (politisi PPP dan Hamzah Rahayaan (politisi PKB dan wakil ketua DPRD Malra).

Yang menguat sebagai pasangan calon, yakni Utha Safsafubun-Gerry Hakubun dan John Resubun-Benhur G Watubun. Bakal pasangan calon lainnya belum muncul.

Kemudian terkait Pilwakot Tual, Partai Keadilan Sejahtera (PKS)telah menyiapkan kadernya yang menjabat walikota saat ini, Adam Rahayaan. PKS sudah membahasnya dalam agenda-agenda resmi.

PKS merupakan partai pemenangan kedua di kota Tual pada pemilu 2014 dan memiliki dua kursi DPRD, setelah Golkar yang memiliki 5 kursi. Dari sisi figuritas, Adam sudah dikenal dan berbuat untuk masyarakat kota Tual.

Selain Adam dari PKS, sejumlah nama lain juga disebut akan maju. Antara lain, Yunus Serang (Wabup Malra dan Caretaker ketua DPD Golkar Tual), Usman Tamnge (Birokrat Papua), Adly Bandjar (sekot Tual), Fadilah Rahawarin (ketua DPRD Tual dan Sekretaris DPD Golkar Tual). Sedangkan bakal calon Wakil Walikota, yakni Jimal Kabalmay (Ketua Hanura dan wakil ketua DPRD Tual), Hasan Reniuryaan (politisi PKS dan wakil ketua DPRD Tual). (TAB)

Most Popular

To Top