Kapolda: Semua Ditarik Dari GBU – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Kapolda: Semua Ditarik Dari GBU

AMBON,AE.–– Kapolda Maluku Brigjen Polisi Ilham Salahuddin menegaskan, pihaknya tetap akan melakukan pengawalan terhadap keputusan pemerintah provinsi Maluku, untuk menghentikan sementara kegiatan operasi tambang emas PT. Gemala Borneo Utama (GBU) di Pulau Romang kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

“Yang saya tarik itu berkaitan dengan pengamanan di PT Gemala Borneu itu. Dan kami pada prinsipnya tetap melakukan pengawalan terhadap keputusan pak gubernur,” tegas dia, kepada koran ini melalui sambungan telephone selulernya, Selasa kemarin.

Menurut dia, tudingan yang disampaikan oleh ketua Koalisi Save Romang Island, Collin Leppuy, terhadap institusi kepolisian, dinilai tidak memiliki bukti hukum. Sesuai hasil rapat 16 Februari lalu, Kapolda langsung memerintahkan kapolres MBD menarik personil yang selama ini bertugas mengamankan aktivitas PT. Gemala Borneo Utama, di pulau Romang.

“Personil sudah kita tarik, siapa yang mengatakan tidak tarik, itu keliru. Kita tetap membantu pemerintah daerah,”kata dia. Jenderal bintang satu ini mengaku, meski telah melakukan penarikan personil yang selama ini mengamankan perusahaan, namun bukan berarti polisi tidak bertugas di kawasan itu.

“Polisi wajib dan sah berada di setiap wilayah yang perlu diamankannya. Polri adalah alat negara dan polisi rakyat yang wajib berada di tengah masyarakat, karena itu perintah undang-undang,”jelas dia.

Sementara itu, kapolres Maluku Barat Daya, AKBP John Uniplaita yang dihubungi mengaku, sudah melakukan penarikan seluruh personil yang selama ini bertugas di PT GBU itu. “Sesuai arahan dan perintah pimpinan anggota pengamanan tambang di GBU sudah ditarik,”singkat mantan Kasubdit II Direktorat Resnarkoba Polda Maluku itu.

Untuk diketahui, penghentian sementara itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Maluku nomor 70 tahun 2017, tanggal 16 Februari 2017 tentang Penghentian Sementara Kegiatan operasi tambang emas PT.Gemala Borneo Utama (GBU) di Pulau Romang kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Keputusan ini diambil berdasarkan laporan akhir kajian dampak lingkungan pertambangan emas Romang oleh Tim Analisa Dampak Lingkungan Pengelolaan Mineral Universitas Pattimura (Unpatti) yang menyatakan bahwa terjadi pencemaran bahan berbahaya dan tingkat sosiologi ekonomi masyarakat menurun.(AHA)

Most Popular

To Top