HK-AV Belum SEPADAN Lawan Assagaff – Ambon Ekspres
Politik

HK-AV Belum SEPADAN Lawan Assagaff

AMBON, AE— Duet Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath adalah lawan kuat Said Assagaff dalam pemilihan Gubernur Maluku 2018. Hanya saja duet ini belum bisa menandingi Assagaff. Assagaff dinilai masih dipercaya rakyat, apalagi kerja kerasnya dalam memperkuat posisi tawar Maluku terhadap pemerintah pusat.

Analis politik Nendy Kurniawan menyebut- kan, ada beberapa faktor yang menjadi senjata kedua figur ini. Pertama, geo-politik Herman dan Vanath, yang berasal dari wilayah Tenggara dan Seram. Kohesi etnisitas dua wilayah ini cukup kuat untuk dipakai sebagai kekuatan politik identitas.

“Sangat ideal dari sisi geo politik. Kalau memang pilihan mereka untuk berpasangan, ya calon ini pasti kuat juga untuk memenangkan pemilihan gubernur,”kata Nendy kepada Ambon Ekspres, Rabu (22/2). Selain itu, faktor popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas yang menurut Nendy, sudah dimiliki oleh Herman dan Vanath, karena pernah bertarung dalam Pilgub 2013.

Faktor ketiga, adalah figuritas atau personal Herman dan Vanath. Menurut Nendy, terlepas dari kelebihan atau kekurangannya, Vanath masih punya kemampuan elektoral yang cukup untuk menjadi calon kepala daerah.

Sedangkan Herman, meski kalah dalam kompetisi Pilgub sebelumnya, tapi juga masih memiliki kekuatan elektoral. Apalagi, timnya sudah mulai bekerja dari sekarang dengan mensosialisasikan dirinya lewat spanduk, kalender dan di media sosial.

Namun, Nendy belum melihat variabel ini mampu menumbangkan Assagaff dalam pilgub nanti. Kata dia, Assagaff masih terlalu kuat, dan masih punya personal branding yang kuat di tengah publik. “Sampai sekarang orang sangat percaya Assagaff telah berbuat banyak buat Maluku,” kata dia.

Assagaff, kata dia, dari sisi figuritas jauh lebih kuat dari kandidat lainnya, termasuk Herman, apalagi ditunjang dengan posisinya sebagai gubernur. Posisi ini kian membuat Assagaff kuat, saat masyarakat menilai Assagaff mampu mengangkat posisi tawar Maluku dengan pemerintah pusat.

“Anda lihat berapa kali presiden datang ke Ambon. Lalu kemudian, kemarin (dua hari lalu) Presiden Joko Widodo menyetujui sejumlah program nasional yang diusulkan gubernur ke pemerintah pusat. Ini point strategis Assagaff untuk tetap dipercaya rakyat,” kata Nendy.

Posisi Assagaff makin kuat, kata Nendy, saat Abdullah Tuasikal mantan bupati Maluku Tengah dua periode, menyatakan mendukung Ketua DPD Golkar Maluku ini untuk kembali menjadi gubernur.

“Abdullah Tuasikal itu punya massa loyalis di Malteng. Bila diarahkan untuk kemenangan Assagaff, akan jauh lebih mulus. Karena di Malteng, Assagaff relatif diterima. Saya kira kalau dua kekuatan ini bergabung, akan sangat sulit dikalahkan di Malteng,” kata Nendy.

Direktur Indonesia Research dan Strategy, Djali Gafur mengatakan, ada dinamika konfigurasi politik dalam lima tahun terakhir dengan munculnya figur dan kekuatan politik baru yang mulai menggantikan pamor Herman dan Abdullah Vanath. Meskipun, keduanya masih memiliki pendukung yang loyal.

Saat ini, lanjut Djali, publik membutuhkan figur baru yang lebih enerjik. Antara lain sebut dia, seperti Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun, politisi PDIP dan anggota DPR RI Komarudin Watubun dan Bupati Maluku Barat Daya, Barnabas Orno dan Murad Ismail.

Akan tetapi, inventarisir tokoh berdasarkan wilayah, Vanath masih masih termasuk salah satunya mewakili Seram.”Dan ketika menginventarisir tokoh Seram, AV (Abdullah Vanath) yang paling melekat. Dari Lease juga adala Abdullah Tuasikal,”kata Djali.

Hanya saja, menurut Djali, peluang Herman dan Vanath untuk memenangkan Pilgub cukup sempit. Kendalanya, mereka akan sulit mendapatkan kendaraan parpol, pamor kedua yang tergerus akibat perubahan peta basis massa dan trend politik. “Dan ketiga, sebagai produk politik, terutama Pilgub, mereka sudah masuk dalam daftar expaired,”ujarnya.

Analis politik dan juga Direktur lembaga survei dan konsultan Resco, Jais Patty mengatakan, kekuatan Herman dan Vanath sangat menarik. Pasalnya, kedua orang ini merupakan lawan terberat Assagaff saat Pilgub lalu.

Menurut Jais, Vanath yang merupakan mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT) dua periode itu masih punya simpul yang kuat dan fanatik.”Sedangkan Herman memiliki massa kultur yang juga solidnya,”ujar Jais.

Disinggung peluang berpasangan, Jais belum bisa menyimpulkan. Pasalnya, Herman dan Vanath pernah sama-sama maju sebagai calon gubernur Maluku. Begitu juga dengan peluang kemenangan keduanya.

”Saya kira perlu ada uji publik untuk melihat respon masyarakat Maluku. Karena Karena konfigurasi HK-AV, dan AV-HK akan mempunyai respon yang berbeda, ”demikian Jais.(TAB)

Most Popular

To Top