Kuota Haji Maluku Tambah 527 – Ambon Ekspres
Amboina

Kuota Haji Maluku Tambah 527

AMBON,AE.–– Perjuangan panjang pemerintah provinsi Maluku untuk mendapatkan tambahan kuota haji dari Kementerian Agama RI, akhirnya terwujud. Kuota haji untuk Maluku naik hampir 100 persen dari 563 orang menjadi 1090 orang.

Penamabahan Kuota Jamaah Haji untuk Provinsi Maluku, sesuai Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2017, terkait penetapan kuota jamaah haji yang sebelumnya berjumlah 563 orang, kini meningkat menjadi 1090.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama Provinsi Maluku Faisal Musaad mengatakan, penambahan kuota secara nasional, karena selama ini di Maluku terjadi antrean panjang. Sebelum kenaikan kuota, calon jamaah haji yang ingin ke tanah suci, terpaksa tertunda dengan alasan keterbatasan kuota.

“Kita sangat bersyukur atas penambahan kuota Jamaah ini. Dan ini rezeki karena kuota yang diberikan sudah melebihi dari Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara, yang sebelumnya kuota mereka lebih dari kita. Ini bisa mengurangi antrean panjang bagi jamaah haji asal Maluku, yang mau pergi ke tanah suci,” kata Musaad kepada Ambon Ekspres, Rabu (22/2).

Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pertemuan dengan seluruh bupati, walikota, untuk membagikan jumlah kuota untuk Kabupaten/Kota. “Agar bisa ditetapkan oleh Pak Gubernur berdasarkan SK-nya,”jelas dia.

Soal daya tampung asrama haji Waiheru ketika ada kenaikan kuota, Musaad mengatakan, sudah sesuai kapasitas, setelah dilakukan renovasi untuk diperbesar. “Kalau Asrama dan mesjidnya sudah dilakukan renovasi, untuk bisa menampung para jamaah. Dan rencananya, kedepan akan dilakukan pembebasan lahan lagi, untuk perlebar jalan masuk menuju asrama,” tutur dia.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, penambahan kuota haji Maluku itu, belum termasuk yang sementara diusulkan dari pemerintah Provinsi Maluku kepada kementerian Agama RI.

“Dari sebelumnya 569, menjadi jumlah 1090, itupun belum termasuk yang kami ada minta lagi yaitu kuota tambahan dari 10.000 yang dimintakan pemerintah pusat dari Pemerintah Arab Saudi, mudah-mudahan kita dapat lagi 100 atau 200 orang,” kata Assagaff, kepada wartawan di kantor gubernur Maluku, kemarin.

Dengan penambahan kuota haji, kata dia, dapat meminimalisir daftar antrean jamaah haji yang selama ini terjadi di Maluku. “Rangkaian daftar tunggu jamaah haji kita yang tadinya sudah cukup lama, di tiga, atau empat tahun kedepan semua sudah bisa kita selesaikan,”paparnya.

Penambahan kuota haji itu, merupakan hasil dari usaha dan lobi yang selama ini dilakukan oleh pemerintah Provinsi dan kementerian Agama Maluku di Kementerian Agama RI.

Terkait emberkasi haji sendiri, kata Assagaff, diperkirakan tahun depan tidak ada lagi jamaah haji Maluku yang harus transit di Makassar. “Kita tidak lagi transit di Makassar, capek dua hari di sana (Makassar red), dari Ambon langsung saja ke Saudi, sehingga jamaah punya waktu yang panjang untuk melaksanakan ibadah haji, ” terangnya.

Kembali disinggung soal penambahan kuota haji untuk seluruh kabupaten/kota yang ada, gubernur mengaku dirinya telah meminta Kepala Kanwil Agama untuk membagi kuota tersebut, secara baik dan bijaksana untuk seluruh kabupaten kota yang ada di Maluku.

“Banyak kabupaten/Kota juga yang minta penambahan jatah, makanya dengan penambahan ini, harus dibagi dan disama ratakan untuk seluruh kabupaten Kota yang ada. Kemarin kan, ada permintaan penambahan dari sejumlah kabupaten yang ada, makanya jatah ini harus dibagi secara adil untuk semua yang ada,”tegas dia.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Maluku Saadiyah Uluputty mengatakan, sangat memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan juga Kementrian Agama RI, karena untuk masalah penambahan kuota sudah cukup lama, menjadi keinginan DPRD bersama Pemerintah dan masyarakat Maluku untuk harus dilakukan penambahan.

Uluputty mengaku, dari permintaan pemerintah daerah dan DPRD Maluku, melalui komisi D, kepada Kementrian Agama RI, hanya pada kisaran 1000, dari jumlah awal 563. Tetapi yang berikan lebih dari itu, sehingga ini merupakan keberuntungan bagi Maluku, dengan jumlah 1090 ini.

Untuk itu kedepan nanti pembagian kuota ditingkat Kabupaten kota, harus dilakukan secara merata dan Profesional oleh Kanwil Kementerian Agama Maluku. “Kami sangat berterima kasih karena perjuangan untuk penambahan Kuota haji dari Pemerintah Provinsi Maluku dan DPRD sudah terjawab.

Dimana Pemerintah pusat akhirnya meluluskan harapan dan keinginan Masyarakat Maluku. Olehnya itu kedepan pem.erintah dan Kemenag harus perioritaskan jamaah yang sudah lanjut usia, jangan lagi ditunda keberangkatanya,” pintanya (AHA/WHB)

Most Popular

To Top