Muhammadiyah Jadi Kekuatan Transformatif – Ambon Ekspres
Amboina

Muhammadiyah Jadi Kekuatan Transformatif

Presiden Buka Tanwir Muhammadiyah di Ambon

AMBON, AE— Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan, Muhammadiyah telah menjadi kekuatan dan gerakan tranformasi dalam mewujudkan kehidupan umat yang maju. Baik di bidang pendidikan, kesehatan dan amal sosial lainnya.

“Muhammadiyah sebagai pembawa misi Islam berkemajuan, terbukti telah menjadi kekuatan transformatif terbangunnya tata kehidupan umat yang lebih maju. Semua dilakukan melalui jalur pendidikan, kesehatan dan aktivitas sosial yang lainnya,” kata Jokowi dalam sambutan pada acara pembukaan sidang Tanwir Muhammadiyah di Islamic Center, Jumat (24/2).

Jokowi mengungkapkan, sesuai data yang dimilikinya, saat ini Muhammadiyah telah memiliki 4.623 Taman Kanak-Kanak (TK), 2.252 Madrasah Ibdaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD), 1.632 SMP/MTs, 2.091 SMA/SMK dan 171 perguruan Tinggi. Kemudian, rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang lainnya, serta panti asuhan, panti jompo yang jumlahnya mencapai ribuan.

Melalui jalur pendidikan, kesehatan dan aktivitas sosial lainnya yang telah dilakukan Muhammadiyah, Presiden Jokowi meyakini bahwa misi Muhammadiyah tersebut akan dapat terwujud nyata bila seluruh pihak bersama-sama berupaya untuk menjaganya.

“Saya percaya kalau misi Indonesia berkemajuan ini akan menjadi sebuah kekuatan yang harus kita jaga terus. Dan kalau komitmen ini kita jaga terus, kalau kita bersama-sama bergotong royong, kita akan dapat mewujudkan masyarakat yang beradab, maju, berdaulat, dan berkeadilan,” ujarnya.

Presiden mengharapkan agar dalam Tanwir Muhammadiyah ini turut terlahir gagasan-gagasan berkemajuan untuk mewujudkan keadilan sosial di tanah air. “Semoga dari sini hadir gagasan-gagasan berkemajuan untuk mewujudkan kedaulatan dan keadilan sosial di tanah air kita,” tutupnya.

Seusai menyampaikan sambutan, Jokowi didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Maluku Said Assagaff dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memukul Tifa untuk meresmikan pembukaan Tanwir Muhammadiyah tahun 2017.

Hadir pula dalam acara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Setelah membuka Tanwir Muhammadiyah, Presiden meninjau Klinik Apung Said Tuhuleley yang lokasi tidak jauh dari acara pertama. Sebelum meninjau, Presiden menekan tombol sirine kapal dan menandatangani Plakat Kuningan sebagai tanda Peresmian Klinik Apung Said Tuhuleley.

Tanwir Muhammadiyah merupakan badan permusyawaratan tertinggi dibawah Muktamar. Tanwir Muhammadiyah 2017 diikuti oleh 34 wilayah di Indonesia, utusan dari kabupaten/kota, dan organisasi otonom Muhammadiyah.

Ketua umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, sidang Tanwir akan mengelaborasi pikiran-pikiran besar Muhammadiyah tentang keadilan dan kedaulatan.

“Selain itu, kita mencoba mencari format baru kemistraan dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk mengatasi kesenjangan dari tiga aspek yang menjadi konsen pemerintah, yaitu redistribusi asset, kemudahan akses permodalan dan suumber daya manusia,” kata Haedar.(TAB)

Most Popular

To Top